24.4 C
Indonesia
Sabtu, September 25, 2021
spot_img

Melihat Prosesi Jamasan, Ngumbah Pusaka Koleksi Museum Tosan Aji Purworejo

PURWOREJO, ruber.id – Ada yang berbeda dari tradisi jamasan atau ngumbah pusaka koleksi Museum Tosan Aji Purworejo, Jawa Tengah, pada tahun ini.

Ya, akibat pandemi Covid-19, pada tahun ini, masyarakat luas tidak menyaksikan langsung tradisi tahunan, yang telah berlangsung turun temurun ini.

Meski begitu, tradisi ngumbah pusaka koleksi sebanyak 1138 milik Museum Tosan Aji Purworejo, ditambah pusaka milik masyarakat tetap berlangsung dan dipusatkan di Pendopo Kabupaten Purworejo dan halaman museum.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Agung Wibowo AP menyebutkan, Jamasan Tosan Aji bertujuan untuk melestarikan budaya.

Selain itu, juga sebagai edukasi kepada masyarakat bagaimana cara merawat pusaka.

“Karena pandemi Covid-19, agenda yang dinanti-nanti masyarakat ini tidak dapat disaksikan langsung oleh masyarakat.”

BACA JUGA:  Sejarah 16 Agustus: Soekarno-Hatta Dibawa ke Rengasdengklok
BACA JUGA:  Keris dan Sejarahnya

“Namun kami tetap melaksanakannya dan kegiatan ini disiarkan secara virtual melalui media sosial,” sebutnya.

Agung mengatakan, sebelum dijamas, secara simbolis pusaka diserahkan oleh Bupati Purworejo H Agus Bastian kepada juru jamas Teguh Wahyu Kuntoro.

Kemudian, pusaka diarak dari rumah dinas bupati menuju halaman Museum Tosan Aji.

Arak-arakan ini diiringi oleh para pengawal yang berpakaian ala prajurit keraton.

Agung menjelaskan, ada lima jenis pusaka yang dijamas secara simbolis.

Kelima pusaka ini merupakan peninggalan Bupati Purworejo RAA Cokronegoro I.

Kelima pusaka tersebut yakni keris Tilam Upih berwujud pamor kulit semangka yang telah berumur 350 tahun.

Keris Singo Barong yang berumur 400 tahun, tombak Kudup Melati, Kudi, dan Pedang Sabet.

BACA JUGA:  Goa Peninggalan Belanda di Klaten, Bikin Penasaran Warga, Ini Detail dan Awal Cerita Ditemukannya
BACA JUGA:  Diintimidasi karena Dukung Bendungan Bener, Warga Wadas Curhat ke Bupati Purworejo

Agung menyatakan, ritual utama untuk Jamasan Tosan Aji memang dilaksanakan hari ini.

Namun, untuk pusaka lain yang merupakan koleksi dari Museum Tosan Aji telah dijamas sebelumnya dan akan diteruskan hingga bulan Sura berakhir.

“Jamasan untuk seluruh pusaka dilakukan secara bertahap, karena tidak mungkin diselesaikan dalam satu hari,” jelasnya.

Tidak hanya koleksi milik Museum Tosan Aji, kata Agung, ratusan pusaka milik masyarakat juga dititipkan untuk ikut dijamas.

“Masyarakat juga bisa ikut menjamas, bila memiliki tosan aji tanpa dipungut biaya alias gratis,” ucapnya. (R023/Purworejo)

BACA JUGA: Trans Jateng Magelang-Purworejo Beroperasi, Gubernur Ganjar: Jadi Pembangkit Pariwisata

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles