Ketua MUI Sumedang: Fatwa Mengharamkan Perayaan Valentine

Ketua MUI Sumedang, Fatwa Mengharamkan Perayaan Valentine
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumedang KH Rd. Anwar Sanusi. ist/ruber.id

BERITA SUMEDANG, ruber.id – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumedang KH Rd. Anwar Sanusi mengegaskan, hukum merayakan Valentine adalah haram.

Hal tersebut, kata Kiai Anwar, tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 3/2017.

“Fatwa tersebut memperingatkan bahwa, umat Islam yang merayakan Valentine setiap tanggal 14 Februari, itu hukumnya haram,” ucap Kiai Anwar.

Kiai Anwar menjelaskan bahwa Valentine Day, bukan termasuk dalam tradisi Islam. Melainkan budaya barat.

“Kami khawatir, Valentine ini dapat menjerumuskan muda mudi muslim pada pergaulan bebas.”

“Seperti halnya berhubungan intim atau seks sebelum menikah. Valentine ini berpotensi membawa umat pada keburukan,” jelasnya.

Kiai Anwar menyebutkan, MUI menerbitkan fatwa haram terkait Valentine tersebut, berdasarkan pada penggalan Alquran, Hadis, hingga pendapat para ulama.

Baca juga:  Merasa Dibohongi, Pengusaha Bongkar Peran AS dalam Pengadaan Alkes di RSUD Sumedang

Kiai Anwar menjelaskan larangan Valentine ini salah satunya terdapat dalam Alquran surat Ali Imran ayat 64.

Yang artinya: “Katakanlah (Muhammad): Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu.”

“Bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.”

“Dan bahwa, kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah.”

“Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka). Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”

Selain itu, kata Kiai Anwar, Valentine juga tidak jelas manfaatnya bagi generasi penerus bangsa.

Untuk itu, Kiai Anwar mengajak seluruh remaja di Sumedang khususnya, untuk tidak merayakannya.

Baca juga:  Indekos dan Gudang di Jatinangor Ludes Terbakar, Ini Penyebabnya

“Kalau niatnya memang mengutarakan kasih sayang, itu bisa kita lakukan tiap hari.”

“Termasuk dengan membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW, yang menunjukkan cinta kasih kita kepada Rasulullah. Itu lebih bermakna,” tutur Kiai Anwar.

Penulis/Editor: R003