Tuesday, 7 Apr 2020

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar Bantah Soal Pungli Uang Tunda, Ini Penjelasannya

Baca Juga

Dalam Sebulan, 43 Warga Ciamis Terjangkit Demam Berdarah

CIAMIS, ruber -- Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menjangkit di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Ciamis dalam sebulan ini sampai...

Dony Optimistis Sumedang Jadi Gerbang Pariwisata Jawa Barat

BANDUNG, ruber - Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir optimistis membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumedang, bahkan menjadikan Kota Tahu sebagai gerbang pariwisata...

Kemenkominfo Bangun Indonesia dari Pinggiran Pangandaran

PANGANDARAN, ruber -- Kemenkominfo sosialisasikan Nelayan Go Online di Kabupaten Pangandaran, Selasa (9/4/2019). Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, nelayan merupakan stakeholder utama di bidang...

Persib Bandung vs Kalteng Putra: Umuh Muchtar Genjot Motivasi Pemain

ruberSPORT -- Jelang laga kontra Kalteng Putra di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Selasa (15/7/2019) petang jam 18.30 WIB, nanti. Manajer Persib Bandung...

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar Bantah Soal Pungli Uang Tunda, Ini Penjelasannya

KOTA BANJAR, ruber.id — Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar Herman membantah adanya pungutan liar (Pungli) uang tunjangan daerah (Tunda) sebesar Rp200.000 dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

Herman mengaku, uang tersebut merupakan uang untuk dana sumbangan bagi non-ASN.

“Bukan Pungli, tapi sumbangan buat non-ASN dari ASN,” kata Herman kepada ruber.id, Senin (16/12/2019).

BACA JUGA: Wah, Ada Pungli di Dinkes Kota Banjar?

Herman menyebutkan, sumbangan untuk non-ASN tersebut tidak sama besarannya.

Akan tetapi, kata Herman, yang memberikan sumbangan itu seikhlasnya.

Saat ditanya jumlah non-ASN yang menerima uang dari hasil sumbangan teraebut, Herman tidak memberikan jawaban.

Begitu pun saat ditanya siapa orang yang mengumpulkan uang tersebut, ia tidak memberikan jawaban.

“Untuk non-ASN,” ucap Herman singkat.

Sebelumnya, salah seorang ASN di Kota Banjar berinisial AO mengaku, pernah diperintah oleh salah seorang ASN di Dinkes Kot Banjar untuk menyetorkan uang sebesar Rp200.000 kepada bendahara.

Berdasarkan keterangan ASN yang memerintah hal ini, kata AO, uang tersebut untuk membayar iuran yang diambil dari uang Tunda.

“Saya waktu itu disuruh langsung sama salah satu ASN di Dinkes (Kota Banjar) untuk menyetorkan ke bendahara,” sebut AO

AO menyebutkan, pemotongan uang tunda tersebut tiap uang Tunda diterima oleh para ASN di Dinkes Kota Banjar.

AO mengaku, ia diperintah oleh ASN untuk menyetorkan uang pada bendahara Tunda yang diterima oleh ASN bulan Oktober 2019, lalu.

“Dari pengakuan ASN yang nyuruh saya, tiap Tunda cair dipotongnya. Jadi bukan baru kali ini saja,” ujar AO. agus purwadi

Baca berita lainnya: Kena OTT, Dua Honorer Disdukcapil Ciamis Ditangkap Satgas Saber Pungli

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Rentan Terpapar Corona, 100 Jurnalis di Depok Jalani Rapid Test

DEPOK, ruber.id - Seratus jurnalis yang aktif melakukan peliputan di wilayah Depok, Jawa Barat menjalani tes rapid test, Senin (6/4/2020).

Pamsimas di Sumedang Selatan Ditutup Warga, Ini Alasannya

SUMEDANG SELATAN, ruber.id - Masyarakat di Lingkungan RT 05/04 tutup Pamsimas di Desa Sukagalih, Sumedang Selatan, Sumedang, Senin (6/4/2020).

Di Sumedang Utara, Bantuan untuk Pedagang di Sekolah Sudah Disalurkan

SUMEDANG UTARA, ruber.id - Bantuan sembako dari Pemkab Sumedang, Jawa Barat sudah dibagikan kepada para pedagang di sekolah.

Warga Sumedang Tewas Tersambar Petir

UJUNGJAYA, ruber.id - Kiki Arta, 59, warga Duaun Pasir Tengah RT 01/05, Desa Keboncau, Kecamatan Ujungjaya, Sumedang tewas tersambar petir, Senin (6/4/2020)...

Ada Lapak Asik, BPJamsostek Sumedang Pastikan Layanan Klaim JHT Normal Selama Pandemi COVID-19

SUMEDANG, ruber.id - BPJamsostek (Badan Penyelanggara Jaminan Sosial Ketenegakerjaan) Kantor Cabang Sumedang memastikan setiap pelayanan pencairan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) berjalan...