oleh

Kelompok Cipayung Kota Banjar Geruduk Mapolres Banjar

Ayo gunakan hak pilihmu!
KAPOLRES Banjar janjikan aspirasi mahasiswa disampaikan kepada Kapolri, Senin (18/2/2019). agus/ruang berita

BANJAR, ruber — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Kota Banjar menggelar aksi demo di Mapolres Banjar, Senin (18/2/2019).

BACA JUGA: Baru Sehari Tugas, Kapolres Banjar Disambut Aksi Demo

Ratusan mahasiswa terdiri dari organ Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Aksi ini sebagai bentuk solidaritas terkait tindakan represif oknum anggota polri di Balikpapan terhadap mahasiswa.

Mereka menggelar aksi teatrikal di pertigaan Jalan Raya Parungsari sambil berorasi.

Aksi mereka dilanjutkan ke Mapolres Banjar di Jalan Raya Siliwangi.

Mereka kembali menggelar aksi teatrikal berupa salat mayat sebagai bentuk bahwa nurani kepolisian dianggap mati.

“Ini aksi solidaritas atas tindakan represif polisi di Balikpapan,” kata Koordinator Aksi Joko Nurhidayat kepada ruber, Senin.

Mereka menuntut aparat kepolisian menghentikan segala bentuk dan tindakan represif terhadap mahasiswa.

Selain itu, Kapolri diminta menyampaikan permohonan maaf secara terbuka serta memastikan agar tindakan represif terhadap deomnstran oleh aparat kepolisian tidak terulang kembali.

“Kami minta Kapolri mengusut tuntas perilaku oknum aparat kepolisian di Balikpapan yang melakukan tindakan represif terhadap 14 korban massa aksi,” harapnya.

Mereka juga menuntut, Kapolres Banjar menyampaikan apa yang menjadi tuntutan kelompok Cipayung Kota Banjar kepada Kapolri agar segera ditindaklanjuti.

“Alhamdulillah apa yang menjadi tuntutan kami oleh kapolres sudah ditandatangani dan distempel,” katanya.

Kapolres Banjar AKBP Yulian Perdana menyampaikan, pihaknya sangat menyayangkan tindakan oknum aparat kepolisian di Balikpapan.

Menurutnya, para mahasiswa di Banjar merupakan mahasiswa yang cerdas yang ingin memajukan bangsa.

“Kami menyayangkan tindakan yang terjadi di Balikpapan,” ungkapnya. agus purwadi

loading…


loading...

Komentar