KDM Ajak Sumedang Kembali ke Masa Kejayaan

KDM Ajak Sumedang Kembali ke Masa Kejayaan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau akrab disapa KDM. Ist/ruber.id

NEWS, ruber.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mendorong Kabupaten Sumedang untuk kembali meraih masa kejayaannya dengan memperkuat identitas budaya, ekonomi lokal, dan kualitas sumber daya manusia.

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri kegiatan Ekosistem Budaya Kasumedangan di Alun-alun Sumedang, Jumat (24/4/2026) malam.

KDM menekankan, pentingnya menjadikan Sumedang sebagai daerah yang “gemah, ripah, repeh, rapih”. Atau subur, makmur, tertib, dan nyaman.

Ia mengingatkan, kemajuan masyarakat tidak lepas dari keberanian untuk keluar dari zona nyaman.

Menurutnya, warga Sumedang perlu membuka wawasan dan pengalaman di luar daerah agar mampu meningkatkan derajat kehidupan.

“Kalau ingin maju, jangan terkungkung. Banyak orang sukses karena berani merantau dan belajar dari luar.”

Baca juga:  Pondok Pesantren di Sumedang Boleh Kembali Beraktivitas

“Namun pada akhirnya, mereka kembali membangun daerahnya dengan martabat dan kemampuan yang lebih baik,” ujar KDM.

IA juga mengajak, masyarakat untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kepribadian kuat, dan sikap satria sebagai bagian dari karakter warga Sumedang.

Dalam kesempatan itu, ia turut mengulas makna historis Sumedang sebagai kerajaan terakhir penjaga Mahkota Binokasih.

Di mana, mahkota tersebut menjadi simbol penting dalam sejarah Kerajaan Sumedang Larang dan warisan Kerajaan Pajajaran.

“Sumedang punya peran besar dalam sejarah. Tanpa Sumedang Larang, mungkin kita tidak akan mengenal keberadaan Mahkota Binokasih,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya mencintai dan mempromosikan produk lokal sebagai kekuatan ekonomi daerah.

Ia menyebut, sejumlah komoditas khas seperti Tahu Sumedang, Ubi Cilembu, dan Sawo Sukatali yang dinilai memiliki potensi besar jika dikembangkan dengan strategi branding yang tepat.

Baca juga:  Identitas Korban Tabrakan Beruntun di Tanjungsari Sumedang

“Bangun kebanggaan terhadap produk sendiri. Jangan lebih bangga pada produk luar. Kalau kita percaya diri, orang lain akan tertarik datang ke Sumedang,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penataan kawasan, terutama di sekitar pintu tol, agar lebih bersih, rapi, dan terang.

Menurutnya, kesan pertama yang baik akan mendorong wisatawan untuk singgah dan menikmati potensi daerah.

KDM minta jaga kelestarian alam Sumedang

Tak kalah penting, Dedi menegaskan perlunya menjaga keaslian alam Sumedang tanpa rekayasa berlebihan.

Ia mendorong, pemerintah daerah untuk memperketat tata ruang guna mencegah kerusakan lingkungan serta melakukan penghijauan kembali.

“Saya yakin Sumedang bisa menjadi daerah yang subur dan makmur jika alamnya dijaga. Ke depan, aturan harus memastikan tidak ada lagi perusakan lingkungan,” tegasnya.

Baca juga:  Ngalaksa, Warisan Budaya asal Rancakalong Sumedang yang Harus Dijaga

Menutup pesannya, Dedi berharap nilai-nilai luhur Sumedang dapat terus dijaga dan diwariskan.

Ia optimistis, daerah ini mampu bangkit dengan mengembalikan harkat dan martabatnya sebagai bagian penting dari sejarah dan budaya Jawa Barat. ***