Kampung Sosial Cimanggung Jadi Ikhtiar Tekan Angka Kemiskinan di Sumedang

Kampung Sosial Cimanggung Sumedang
Ist/ruber.id

NEWS, ruber.id – Pemprov Jawa Barat bersama Pemkab Sumedang, terus berupaya memperkuat penanganan masalah sosial melalui program Kampung Sosial.

Di Sumedang, Kampung Sosial hadir di Desa Cimanggung, Kecamatan Cimanggung.

Program yang digagas Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat tersebut, menjadi langkah nyata dalam memperluas penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) secara terintegrasi di tingkat desa.

Kampung Sosial juga, diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak untuk membangun lingkungan yang lebih inklusif dan berdaya.

Kampung Sosial Cimanggung upaya tekan angka kemiskinan di Sumedang

Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir mengatakan, keberadaan Kampung Sosial bertujuan mempercepat penanganan persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Khususnya warga miskin, terlantar, hingga penyandang disabilitas.

Baca juga:  SAKIP Desa Kembali Hantarkan Sumedang Raih Penghargaan di Tingkat Nasional

“Pelayanan sosial diberikan kepada warga miskin, terlantar, difabel dan lainnya. Penanganan masalah sosial harus dipercepat agar berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Dony saat membuka kegiatan Kampung Sosial yang digelar Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, keberhasilan program tersebut harus dapat diukur secara nyata. Terutama, melalui penurunan angka kemiskinan di wilayah pelaksanaan program.

“Kampung Sosial ini, dikatakan berhasil apabila angka kemiskinan di kampung ini berkurang. Kalau warga miskin tidak berkurang, berarti program ini belum berhasil,” ucap Dony.

Dony mengingatkan, agar program Kampung Sosial tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial.

LIa meminta seluruh pihak, mulai dari Dinas Sosial hingga pemerintah desa, ikut memastikan program berjalan efektif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Baca juga:  Kronologis Mahasiswi Unpad Nyaris Diperkosa di Angkot Sumedang, Lolos Setelah Masuk Jurang

“Nanti diukur di akhir tahun apakah jumlah warga miskin berkurang atau tidak. Jadi program ini harus benar-benar berdaya guna dan berhasil guna, jangan hanya seremonial,” katanya.

Dony menilai, gerakan Kampung Sosial harus dibangun atas dasar kepedulian dan gotong royong bersama.

Dengan keterlibatan semua pihak, ia optimistis persoalan sosial di masyarakat dapat ditangani secara bertahap.

Sebagai langkah konkret pengentasan kemiskinan, Pemkab Sumedang melalui Disnakertrans turut menggelar Job Fair di lokasi Kampung Sosial.

Pada Job Fair tersebut, sekitar 200 lowongan pekerjaan di bidang menjahit dan kelistrikan tersedia bagi pelamar.

“Ini langkah nyata untuk membantu mengurangi kemiskinan di Desa Cimanggung. Mari bersama-sama menyelesaikan persoalan yang ada,” ucapnya.

Baca juga:  Minimalisasi Curas, Curat dan Curanmor, Polsek Surian Giatkan Patroli

Dony menambahkan, pentingnya kehadiran pemerintah dalam mendampingi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi maupun sosial.

“Tidak boleh ada satu pun warga yang kesulitan berjalan sendirian tanpa pendampingan dan perhatian. Pemerintah harus hadir melindungi seluruh masyarakatnya,” sebutnya.

Alasan pemilihan lokasi Kampung Sosial di Cimanggung

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih menjelaskan, alasan Desa Cimanggung dipilih sebagai lokasi Kampung Sosial. Yaitu, karena memiliki jumlah warga kategori desil terbanyak di Kabupaten Sumedang.

“Di Kecamatan Cimanggung, ada empat desa dengan jumlah desil terbanyak. Sehingga, dipilih Desa Cimanggung sebagai lokasi pelaksanaan Kampung Sosial,” jelas Noneng. ***