Penataan Kota Berbasis Budaya, KDM Dorong Sumedang Kembali ke Jati Diri Sunda

KDM Dorong Sumedang Kembali ke Jati Diri Sunda
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) di Sumedang. Ist/ruber.id

NEWS, ruber.id – Upaya penataan kota berbasis budaya menjadi langkah penting untuk mengembalikan jati diri Sunda di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Momentum Kirab Mahkota Binokasih pun, dimaknai bukan sekadar perayaan tradisi. Melainkan, titik awal membangun peradaban yang berakar kuat pada nilai-nilai lokal.

Pembangunan daerah tidak boleh terlepas dari identitas budaya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) mengatakan, pembangunan daerah tidak boleh terlepas dari identitas budaya.

Hal itu, KDm sampaikan saat menghadiri kegiatan di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang, pada Sabtu (2/5/2026) malam.

Menurutnya, kekuatan sebuah kota terletak pada kemampuannya menjaga akar tradisi di tengah arus modernisasi.

KDM menekankan, budaya Sunda bukan hanya sebatas seni pertunjukan. Tetapi, merupakan sistem nilai yang harus menjadi dasar dalam pembangunan.

Baca juga:  Pasutri Coba Bunuh Diri dengan Minum Racun Tikus, Kritis di RSUD Sumedang

Penataan kota, perlu diwujudkan melalui langkah-langkah konkret yang langsung dirasakan masyarakat.

KDM mendorong, penataan kawasan strategis. Khususnya, jalur dari Keraton Sumedang Larang menuju pusat kota, agar menghadirkan nuansa khas budaya Sunda.

Beberapa langkah yang diusulkan, meliputi penataan gapura dan ornamen bernuansa lokal.

Kemudian, pemasangan penerangan jalan dengan identitas budaya seperti simbol Mahkota Binokasih.

Usulan lainnya, penataan kios serta ruang publik agar lebih tertib dan estetis, hingga perbaikan sistem drainase sebagai bagian dari wajah kota.

“Kota yang bersih, rapi, dan memiliki karakter budaya kuat akan menjadikan Sumedang sebagai pusat kebudayaan yang autentik,” kata KDM.

Selain itu, KDM mengajak masyarakat untuk tidak hanya fokus pada pembangunan fisik. Tetapi juga, membangun kesadaran kolektif terhadap nilai-nilai Sunda.

Baca juga:  Hasil Hitung Cepat Pilkada Sumedang, Dony-Fajar Unggul 51%

KDM menekankan, pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas sebagai fondasi peradaban.

“Kirab Mahkota Binokasih, merupakan simbol perjalanan panjang budaya Sunda yang kini diarahkan kembali menuju kejayaan. Namun, simbol tersebut harus dibarengi dengan langkah nyata dalam pembangunan daerah,” jelas KDM

KDM pun berharap, semangat gotong royong atau sabilulungan dapat menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan Sumedang sebagai pusat budaya yang maju tanpa kehilangan jati dirinya. ***