BANJAR  

Jelang HUT ke 74 RI, Pedagang Pernak Pernik Agustusan di Kota Banjar Mengeluh Sepi

Img
ARI, salah satu pedagang yang berjualan di dipinggir Jalan Brigjen M Isa, Kamis (1/8/2019). agus/ruang berita
ARI, salah satu pedagang yang berjualan di dipinggir Jalan Brigjen M Isa, Kamis (1/8/2019). agus/ruang berita

KOTA BANJAR, ruber — HUT ke 74 RI, 17 Agustus 2019 nanti, dimanfaatkan oleh para pedagang pernak pernik Agustusan musiman.

Sebab, momen hari kemerdekaan itu merupakan tempat bagi para pedagang pernak pernik Agustusan musiman untuk meraup rupiah.

“Saya sudah sekitar sepuluh tahun berjualan pernak pernik Agustusan seperti ini,” ucap Ari, salah satu pedagang yang berjualan di pinggir Jalan Brigjen M Isa, Kota Banjar, Kamis (1/8/2019).

Ari mengaku, berjualan pernak-pernik Agustusan ini mengikuti jejak kakaknya.

Jualan pernak pernik Agustusan ini, kata dia, dilakukan setiap tahun menjelang hari kemerdekaan.

Baca juga:  32 Tim Futsal dari 3 Kabupaten Berjibaku Rebut Piala Asih Saenyana 2019

Selain bendera, kata dia, ada jenis pernak pernik agustusan lain yang dijual, seperti umbul-umbul dan bandir.

“Usaha ini saya tekuni hanya untuk selingan saja, karena dari pada tidak ada pekerjaan di kampung. Saya pertama berjualan ini ikut dengan kakak,” katanya.

Ari mengatakan, harga jenis pernak pernik Agustusan yang dijualnya itu berpariasi mulai dari Rp25.000 hingga dengan Rp40.000 sesuai ukuran.

Biasanya, dia berjualan pernak pernik Agustusan ini di wilayah Magelang, Jawa Tengah.

Namun, untuk tahun ini, kata dia, mencoba berjualan di Kota Banjar.

Dia mengaku, berjualan di Kota Banjar sudah lima hari dan baru bisa menjual sebanyak 15 buah pernak pernik.

Baca juga:  HMI Desak DPRD Banjar Segera Tentukan Pimpinan Definitif

“Di sini sepi, tidak seperti di Jawa Tengah. Kalau di Jawa Tengah sehari bisa mendapatkan uang Rp1 juta, di Banjar tidak,” terangnya.

Hal senada dirasakan pedagang pernak pernik Agustusan lainnya, Engkus Kusnadi.

Dia mengaku, sudah selama 15 tahun lebih berjualan pernak pernik Agustusan musiman seperti ini.

Dengan berjualan seperti ini, lanjut dia, hasilnya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dia mengatakan, dari satu buah bendera, umbul-umbuk dan bandir mendapat upah sebesar Rp5000.

“Saya hanya menjual saja dan mendapatkan upah Rp5000 dari satu buah yang terjual,” akunya. agus purwadi

loading…