27.4 C
Indonesia
Senin, September 27, 2021
spot_img

Inspektorat Sumedang Dorong Semua Satuan dan Unit Kerja Menuju Zona Integritas

BERITA SUMEDANG, ruber.id – Inspektorat Kabupaten Sumedang berkomitmen mendorong semua satuan kerja dan unit kerja menuju Zona Integritas (ZI).

Langkah dan strategi untuk mendorong menuju Zona Integritas ini di antaranya dengan mengembangkan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

Selain itu, juga dengan meningkatkan kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Kabupaten Sumedang.

ZI, merupakan predikat untuk instansi pemerintah yang mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi.

Khususnya, dalam pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Sekretaris Inspektorat Sumedang Rohaendi Effendi menyebutkan, saat ini maturitas SPIP dan kapabilitas APIP Kabupaten Sumedang sudah mencapai level 3.

Meski begitu, kata dia, dalam proses pemutakhiran data perlu dilakukan setiap tahun.

Terlebih, Pemkab Sumedang sedang ancang-ancang untuk mencapai target level 3 plus.

BACA JUGA:  Nenek asal Wado Sumedang Tewas Terpanggang di Rumahnya

Peningkatan level maturitas SPIP dan Kapabilitas APIP, sambung dia, tidak semudah membalikan telapak tangan.

BACA JUGA:  Nenek asal Wado Sumedang Tewas Terpanggang di Rumahnya

Karena, APIP harus berperan mengawal program kepala daerah agar dapat tersampaikan dengan efektif dan efisien melalui pemberian advisory dan asuransi dengan baik.

“Peningkatan level maturitas SPIP dan Kapabilitas APIP ini tidak mudah, karena dalam rangka pengelolaan keuangan.”

“Inspektorat sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah harus mengawal visi dan misi bupati dan wakil bupati Sumedang,” sebutnya.

Saat ini, kata dia, terjadi perubahan paradigma, APIP harus menjadi mitra yang baik, trusted advisor, dan early warning system bagi mitranya.

Bukan fokus mencari masalah tapi lebih kepada pengarahan dan pendampingan untuk memberikan solusi.

BACA JUGA:  Harga Jengkol di Pasar Inpres Sumedang Naik 300%, Warga Tetap Beli karena Doyan

“APIP sebagai konsultan katalis dan trusted advisor. Ke depan, APIP berbeda dengan APIP yang dulu, bukan hanya mencari masalah tetapi juga mencari solusi klien atau mitra yang kami periksa,” jelasnya.

Rohaendi mengatakan, tiap program kegiatan yang di cascading harus dilaksanakan tepat waktu, tepat sasaran, dan bisa dirasakan oleh masyarakat.

BACA JUGA:  Harga Jengkol di Pasar Inpres Sumedang Naik 300%, Warga Tetap Beli karena Doyan

Selain itu, sambung dia, dalam merencanakan dan melaksanakan program pembangunan, tidak hanya cukup output saja, tetapi juga harus ada outcome.

“Harus mengarah pada sasaran kegiatan dan ada keterkaitan dengan visi dan misi kepala daerah sehingga program ini dapat terukur.”

“Tidak hanya output tetapi juga outcome, untuk melihat sampai sejauhmana manfaat kegiatan yang akan dilaksanakan,” ucapnya.

BACA JUGA:  Bupati Sumedang: Kejuaraan Paralayang Dunia Jadi Pemicu Tumbuhnya Ekosistem Pariwisata

Sementara, kata dia, dengan reformasi birokasi dan zona integritas, APIP sebagai verifikator terus melaksanakan monev.

Di mana, aksesor di masing-masing dinas/instansi terutama di kecamatan mencanangkan dan memberikan pemahaman zona integritas dan reformasi birokrasi agar ada perubahan mindset.

Selain itu, kata dia, untuk penguatan kapabilitas APIP, upaya itu diwujudkan dalam kegiatan Pembinaan Jabatan Fungsional Auditor (JFA), pembentukan auditor, penilaian kapabilitas APIP, dan penguatan kuantitas aparatur pengawasan.

“Harapannya, melalui maturitas SPIP dan peningkatan kapabilitas APIP, pengelolaan keuangan daerah lebih efektif, efisien dan akuntabel.”

BACA JUGA:  Bisnis Cetak Foto Polaroid ala Warga Sumedang Ini Banyak Diminati

“Apabila ini sudah dilaksanakan dengan baik maka kepercayaan publik dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” ucapnya. (R003)

BACA JUGA: Sambut Bulan K3, BPJAMSOSTEK Sumedang Bagikan Corona Safety Kit

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles