Ingin Berwisata ke Pangandaran? Tunjukkan Surat Keterangan Sehat dan Hasil Rapid Test Negatif

Img
WISATAWAN sedang menikmati suasana Pantai Barat Pangandaran. doc/ruber.id

PANGANDARAN, ruber.id – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menyambut baik keputusan Pemkab soal dibukanya kembali objek wisata.

Ketua PHRI Pangandaran Agus Mulyana mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan waktu untuk persiapan menjelang dibukanya objek wisata.

“Dalam waktu 5 hari menjelang pembukaan, akan kami gunakan untuk sosialisai kepada semua anggota, inspeksi dan simulasi,” katanya, Sabtu (30/5/2020).

Sehingga, kata Agus, ketika objek wisata Pangandaran ini dibuka, pemilik hotel dan restoran sudah siap.

Lalu, kebijakan bagi pengunjung sendiri harus dapat menunjukkan surat keterangan sehat yang dilampiri hasil rapid test negatif.

Kebijakan tersebut, menurut Agus, memang berpotensi juga mengurangi tingkat kunjungan.

Baca juga:  Lewat Film, Wabup Garut Berharap Bisa Bantu Promosikan Garut

Karena, mereka yang hendak berkunjung harus merogoh kocek untuk biaya rapid test yang saat ini cukup mahal, sekitar Rp300.000 hingga Rp400.000.

“Ini kewajiban kami juga untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh wisatawan,” ujarnya.

Agus menuturkan, pemilik hotel dan restoran harus siap melaksanakan persyaratan yang digariskan oleh Pemkab dalam memasuki era new normal ini.

Di antaranya, menerapkan protokol kesehatan, menandatangani surat pernyataan kesanggupan dari Pemkab (karyawan hotel dan resotoran harus menggunakan masker bedah medis dan sarung tangan).

Kemudian, memasang tempat cuci tangan serta jumlah hunian yang sudah ditentukan (hotel 50%, restoran 30%).

“Kami juga harus lebih berhati-hati dalam mengahadapi pengunjung, karena mereka akan lebih banyak berinteraksi dengan karyawan hotel maupun restoran,” tuturnya.

Baca juga:  Target Bupati Jeje di Tahun 2021, Bangunan Pondok Pesantren di Pangandaran Bakal Kokoh dan Megah

Sementara, kata Agus, kondisi kesehatan yang harus memang benar-benar dijaga tentunya masyarakat Pangandaran.

“Kalau pengunjung kan satu atau dua hari juga sudah pulang lagi,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pangandaran Untung Saeful Rachman menambahkan, pihaknya tengah melakuakan berbagai persiapan.

Menjelang dibukanya objek wisata di Pangandaran, Disparbud akan gencar bersosialisasi kepada para pelaku wisata.

“Kawasan objek wisata segera disterilkan dan tempat fasilitas umum akan disemprot cairan disinfektan,” tambahnya. (R002/dede ihsan)

BACA JUGA: Siap-Siap! Wisata Kabupaten Pangandaran Dibuka 5 Juni Mendatang