Sunday, 5 Jul 2020

Ingin Berwisata ke Pangandaran? Tunjukkan Surat Keterangan Sehat dan Hasil Rapid Test Negatif

Baca Juga

Perusahaan Konveski Milik Mahasiswa STITNU Al Farabi Pangandaran Tembus Luar Provinsi

PANGANDARAN, ruber.id -- Usaha konveksi airbrush karya Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama (STITNU) Al-Farabi Kabupaten Pangandaran berhasil dipasarkan ke berbagai daerah di...

Gempa 4.8 Magnitudo, Warga Tasikmalaya Panik

TASIKMALAYA, ruber -- Warga di Kabupaten Tasikmalaya dibuat panik dengan getaran gempa yang dirasakan, Senin (7/1/2019) malam sekitar jam 22.00 WIB. Menurut informasi yang diterima...

Bawaslu Pangandaran: Butuh Orang Berkompeten untuk Jadi Pengawas TPS Pemilu

PANGANDARAN, ruber -- Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) untuk Pemilu 2019 harus orang-orang yang berkompeten, berintergritas dan netral. BACA JUGA: Surat Suara Pemilu 2019 Sudah...

WNA di Pangandaran Menjadi Mualaf, Ini Alasannya

PANGANDARAN, ruber -- Di Pangandaran, ada beberapa Warga Negara Asing (WNA) yang memutuskan untuk tuk menjadi mualaf. BACA JUGA: Pertama Kali Ikuti Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat, Pangandaran...

PANGANDARAN, ruber.id – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menyambut baik keputusan Pemkab soal dibukanya kembali objek wisata.

Ketua PHRI Pangandaran Agus Mulyana mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan waktu untuk persiapan menjelang dibukanya objek wisata.

“Dalam waktu 5 hari menjelang pembukaan, akan kami gunakan untuk sosialisai kepada semua anggota, inspeksi dan simulasi,” katanya, Sabtu (30/5/2020).

Sehingga, kata Agus, ketika objek wisata Pangandaran ini dibuka, pemilik hotel dan restoran sudah siap.

Lalu, kebijakan bagi pengunjung sendiri harus dapat menunjukkan surat keterangan sehat yang dilampiri hasil rapid test negatif.

Kebijakan tersebut, menurut Agus, memang berpotensi juga mengurangi tingkat kunjungan.

Karena, mereka yang hendak berkunjung harus merogoh kocek untuk biaya rapid test yang saat ini cukup mahal, sekitar Rp300.000 hingga Rp400.000.

“Ini kewajiban kami juga untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh wisatawan,” ujarnya.

Agus menuturkan, pemilik hotel dan restoran harus siap melaksanakan persyaratan yang digariskan oleh Pemkab dalam memasuki era new normal ini.

Di antaranya, menerapkan protokol kesehatan, menandatangani surat pernyataan kesanggupan dari Pemkab (karyawan hotel dan resotoran harus menggunakan masker bedah medis dan sarung tangan).

Kemudian, memasang tempat cuci tangan serta jumlah hunian yang sudah ditentukan (hotel 50%, restoran 30%).

“Kami juga harus lebih berhati-hati dalam mengahadapi pengunjung, karena mereka akan lebih banyak berinteraksi dengan karyawan hotel maupun restoran,” tuturnya.

Sementara, kata Agus, kondisi kesehatan yang harus memang benar-benar dijaga tentunya masyarakat Pangandaran.

“Kalau pengunjung kan satu atau dua hari juga sudah pulang lagi,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pangandaran Untung Saeful Rachman menambahkan, pihaknya tengah melakuakan berbagai persiapan.

Menjelang dibukanya objek wisata di Pangandaran, Disparbud akan gencar bersosialisasi kepada para pelaku wisata.

“Kawasan objek wisata segera disterilkan dan tempat fasilitas umum akan disemprot cairan disinfektan,” tambahnya. (R002/dede ihsan)

BACA JUGA: Siap-Siap! Wisata Kabupaten Pangandaran Dibuka 5 Juni Mendatang

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Gempa 5.3 Magnitudo Guncang Blitar, Terasa Hingga Cilacap

NASIONAL, ruber.id - Gempa bumi Magnitudo 5.3 mengguncang wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Minggu (5/7/2020) dini hari. Gempa bumi...

Update COVID-19 Kabupaten Tasikmalaya: 5 Kasus Positif, ODP 9 Orang

TASIKMALAYA, ruber.id - Total kasus konfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat sebanyak 5 orang. Dari total kasus...

Kabar Baik, Pasien Positif Corona di Garut Tinggal 1 Orang

GARUT, ruber.id - Kabar baik, pasien positif COVID-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat yang masih dirawat tinggal tersisa 1 orang.

Seorang Pendaki Hilang di Gunung Guntur Garut

GARUT, ruber.id - Seorang pendaki dilaporkan hilang di Gunung Guntur, Desa Sukawangi, Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut, Jawa Barat, sejak Sabtu (4/7/2020).

Alhamdulillah, Pasien Positif Corona di Kota Tasikmalaya Tinggal 2 Orang

TASIKMALAYA, ruber.id - Dari 26 orang pasien positif corona asal Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, kini tersisa tinggal 2 pasien yang masih menjalani...