GARUT  

Horor! Warga Garut Ini Kerap Terima Telepon Tengah Malam dari Pamannya yang Sudah Meninggal

Horor, Warga Garut Ini Kerap Terima Telepon Tengah Malam dari Pamannya yang Sudah Meninggal
Foto ilustrasi from Pixabay Istockphoto.

BERITA GARUT, ruber.id – Horor! Warga asal Kabupaten Garut ini kerap menerima telepon tengah malam dari pamannya yang sudah meninggal dunia, berikut kisah lengkapnya.

Ditinggal keluarga wafat merupakan suatu kesedihan yang tiada tara. Hal itulah yang dialami Nunung Komalasari, 26, warga Kampung Cijelereun, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut.

Nunung baru saja ditinggal wafat pamannya. Almarhum merupakan keluarga yang paling dekat dengan Nunung.

Oleh karena itu, Nunung tak bisa melupakan setiap kenangan dengan pamannya itu.

Namun demikian, di balik kisah sedihnya, ternyata Nunung juga menceritakan kisah horor tentang pamannya itu.

Kisah horor warga Garut ini, bermula setelah beberapa pekan pamannya meninggal.

Baca juga:  Banyak Lansia Miskin di Sirnajaya Garut, Tak Pernah Dapat Bansos

Dikisahkan bahwa handphone pamannya digunakan oleh ibu Nunung.

Anehnya, setiap tengah malam, nomor ibu Nunung itu selalu menghubungi Nunung.

Hal itu terjadi berulang setiap malamnya, dengan waktunya tidak menentu.

Terkadang jam 12 malam, terkadang sebelum jam 12 malam. Bahkan setelah jam 12 malam.

Ketika Nunung menanyakan kepada ibunya, ia mendapatkan jawaban bahwa ibu Nunung tak pernah menelpon di tengah malam seperti itu.

“Saya sih tidak takut ya, cuma ingin tahu aja, pesan apa yang sebetulnya ingin disampaikan paman saya itu,” ujar Nunung.

Nunung sendiri pernah menyarankan kepada ibunya agar memeriksakan handphone pamannya itu ke konter. Barangkali ada kesalahan pengaturan pada handphone.

Baca juga:  Pemkab Garut Segera Bangun Jembatan Wareng di Pakenjeng yang Legendaris

Namun jawaban dari konter, bahwa handphone tersebut tidak ada kendala apapun. Dan setelah diperiksa pengaturan tidak ada yang keliru.

Sehingga, bisa dipastikan bahwa handphone almarhum pamannya itu memang tidak bermasalah.

“Jika memang ada telepon otomatis, pasti waktunya sama kan. Tapi ini yang aneh, waktunya tidak selalu sama.”

“Terkadang, jam 12 malam terkadang kurang terkadang juga lebih. Anehnya kata konter, hp itu tidak ada kendala,” tambahnya.

Keluarga Lainnya Menerima Telepon Serupa

Setelah ditanyakan kepada keluarga lain, ternyata bukan hanya Nunung yang mendapatkan telepon yang sama.

Namun, ada dua orang lainnya yang juga menerima telepon yang sama, di waktu tengah malam.

“Dan yang anehnya lagi, waktu nelepon antara saya dengan adik saya itu waktunya sama persis. Apakah bisa satu nomor nelepon dalam waktu bersamaan.”

Baca juga:  Kiprah Literasi Fahmi dan Asmud Dirikan Taman Baca di Garut Selatan

“Saya berdoa, agar almarhum paman saya mendapatkan rahmat Allah dan ia mendapatkan ketenangan. Cuma kalau memang ada pesan, semoga bisa disampaikan Allah dalam bentuk yang jelas, misalnya seperti mimpi,” ujar Nunung.

Penulis: Fey/Editor: R003