HIPMI Sumedang Fokus Bangun Sekolah Bisnis dan Perkuat Produksi Pangan Lokal

HIPMI Sumedang Fokus Bangun Sekolah Bisnis dan Perkuat Produksi Pangan Lokal
Ketua HIPMI Sumedang periode 2025-2028, Rafika Adnur. R015/ruber.id

NEWS, ruber.id – Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sumedang periode 2025-2028, Rafika Adnur mengungkapkan, sejumlah amanah strategis yang diterima dari HIPMI Jawa Barat.

Salah satu fokus utama, yaitu menghadirkan sekretariat yang representatif dan berfungsi sebagai pusat pembelajaran bisnis. Khususnya, bagi pelaku usaha mikro di Kabupaten Sumedang.

Rafika menjelaskan, sekretariat HIPMI Sumedang telah disiapkan di lokasi yang mudah diakses.

Ke depan, tempat tersebut tidak hanya menjadi pusat administrasi organisasi, tetapi nuga akan dikembangkan sebagai sekolah bisnis bagi masyarakat yang telah bekerja maupun calon wirausaha.

Fokus Dukung Sektor Pangan

Selain itu, HIPMI Sumedang juga mendapat amanah dari Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir terkait penguatan program dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai memiliki perputaran uang cukup besar.

Baca juga:  Safari Ramadan Pemkab Sumedang: Perkuat Pendidikan Agama dan Moral untuk Generasi Penerus

Menurut Rafika, potensi tersebut harus dimanfaatkan secara optimal melalui pasokan dari produksi lokal.

Sehingga, manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Sumedang.

“HIPMI Sumedang, akan berupaya membangun ekosistem kewirausahaan yang fokus pada produksi pangan lokal.”

“Seperti produksi tempe, tahu, ayam, dan telur. Ini adalah jenis usaha yang relatif mudah dikembangkan di tingkat lokal,” ujar usai prosesi pelantikan pengurus HIPMI Sumedang di Gedung Negara, Sumedang, Sabtu (10/1/2026).

Rafika menyebutkan, dengan memperkuat sektor produksi pangan daerah, perputaran ekonomi tetap berada di Sumedang dan mampu menjadi penyangga di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

Ia menilai, kenaikkan harga emas secara global menjadi salah satu indikator bahwa perekonomian global sedang tidak baik-baik saja.

Baca juga:  Ini Pesan Kapolres Sumedang Pada Hari Kebangkitan Nasional

“Di tengah situasi ekonomi yang tidak baik-baik saja, kunci ketahanan ada pada ekonomi lokal. Jika daerah memiliki produksi pangan sendiri, seburuk apa pun kondisi ekonomi, masyarakat tetap bisa bertahan karena kebutuhan dasar terpenuhi,” katanya.

Hal itu, kata Rafika, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya ketahanan pangan.

Sehingga, HIPMI Sumedang akan menjadikan penguatan sektor pangan sebagai fokus utama dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Rafika juga mendorong Pemerintah Daerah Sumedang agar terus meningkatkan anggaran kewirausahaan.

Menurutnya, selama ini banyak pengusaha tumbuh secara tidak terencana atau “by nasib”.

“Ke depan, HIPMI Sumedang ingin mencetak pengusaha yang lahir melalui proses yang dirancang dengan baik atau pengusaha by design.”

Baca juga:  Sudah Sejak 3 Tahun Lalu, Kabupaten Kota di Indonesia Belajar ke Sumedang

“HIPMI Sumedang, harus menjadi wadah pembentukan pengusaha yang terstruktur dan berkelanjutan,” ucap Rafi.

Pengusaha di Indonesia Baru 2 Persen

Rafi menambahkan, kemajuan sebuah negara sangat ditentukan oleh jumlah pengusahanya.

Idealnya, jumlah pengusaha mencapai lebih dari 7 persen dari total penduduk. Sementara, Indonesia saat ini masih berada di kisaran 2 persen.

“Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua. Karena itu, HIPMI Sumedang berkomitmen mengambil peran aktif dalam mencetak lebih banyak pengusaha muda yang tangguh dan berdaya saing,” ucap Rafi. ***