GARUT  

Gangguan Jaringan dan Blangko e-KTP Kosong, Warga Membeludak di Disdukcapil

NEWS, ruber.id Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut banyak dikunjungi warga yang hendak membuat dokumen kependudukan seperti e-KTP, dalam beberapa hari terakhir.

Pemandangan di pagi hari, warga berdesak-desakan untuk mendapatkan nomor antrean.

Padahal, sedianya untuk membuat e-KTP atau KK, warga sudah bisa mencetak di kecamatan.

Namun, karena jaringan di kecamatan tengah mengalami gangguan, warga pun mendatangi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Sebagian kecamatan juga ada yang kehabisan blangko. Sehingga, tidak bisa mencetak sendiri.

Merli, 27, seorang warga yang ditemui di Disdukcapil mengatakan, kedatangannya ke Disdukcapil karena blangko di kecamatan sedang kosong.

Kemudian, ia diarahkan untuk mendatangi Disdukcapil Garut secara langsung.

Baca juga:  Kasus Stunting di Pangandaran Tergolong Rendah, Tahun 2019 Ada 344 Balita

“Kenapa harus ke Capil, karena kata petugas kecamatan blangkonya sedang kosong,” kata Merli, Kamis (4/7/2019).

Sebetulnya, bagi Merli sangat merepotkan jika membuat e-KTP harus datang langsung ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Karena, harus berdesak-desakan dan menunggu nomor antrean yang sangat melelahkan.

Sementara itu, Kasi Pelayanan di salah satu kecamatan di Kabupaten Garut yang enggan disebutkan namanya mengatakan, hari Kamis ini jaringan tengah mengalami gangguan di wilayahnya.

Karena itulah, kecamatan tidak bisa melayani warga yang datang untuk membuat e-KTP.

“Jaringan sedang gangguan, baru hari ini diperbaiki. Di kecamatan lain juga seperti di Cisurupan dari pagi katanya gangguan,” ujarnya.

Ela (30) warga Kecamatan Leuwigoong yang ditemui di Disdukcapil juga mengeluhkan semrawutnya antrean di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil karena membludaknya warga.

Baca juga:  Kopi Romantis Kota Bandung, Kafe Unik dengan Harga Bersahabat

Ia, terpaksa mendatangi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Karena, ketika mendatangi kecamatan tengah kehabisan blangko.

Ela berharap sekali kepada Pemkab Garut bisa membenahi masalah blangko maupun jaringan yang sering terjadi.

Hal yang sama disampaikan Erwan, 26, warga lainnya yang mengeluhkan panjangnya nomor antrean di Disdukcapil.

“Kalau bisa di kecamatan, kenapa kita harus ke Disdukcapil lagi.”

“Tolong, masalah ini dibenahi secepatnya, dan tolong antrean di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil juga dibenahi. Jangan semerawut seperti sekarang,” kata Erwan. ***