21.4 C
Indonesia
Kamis, September 23, 2021
spot_img

Viral Kerajaan Kandang Wesi di Garut, Ini Pernyataan sang Raja

RAJA Kandang Wesi Nur Seno SP Utomo. fey/ruber.id

Viral Kerajaan Kandang Wesi di Garut, Ini Pernyataan sang Raja

GARUT, ruber.id — Setelah Keraton Agung Sejagat, Sunda Empire, dan Kesultanan Selaco, kini muncul Kerajaan Kandang Wesi di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Warga Kabupaten Garut pun dibuat hebon dengan beredarnya kabar adanya Kerajaan Kandang Wesi yang terletak di Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng ini.

Kabar tersebut, mulai viral di media sosial Kamis (23/1/2020) kemarin.

Di mana, banyak warganet yang penasaran, seperti apa keberadaan Kerajaan Kandang Wesi iji.

Nur Seno SP Utomo, yang diketahui sebagai Raja Kandang Wesi pun angkat bicara atas viralnya pemberitaan tentang dirinya.

BACA JUGA:  Pesan Dandim Garut pada Gerakan Peduli Lingkungan HUT ke 75 TNI
BACA JUGA:  Keluarga Pangkas Rambut Promosikan Situ Bagendit 2

Dari hasil wawancara awak media kepada Nur Seno, Kamis dini hari (24/1/2020), ia membenarkan adanya julukan raja pada dirinya.

Menurut Nur Seno, gelar raja yang didapatkan itu diberikan oleh Kanjeng Sri Sultan Notobroto dari Selangor Malaysia.

Gelar itu, kata Nur Seno, ia dapat tahun 2015, dan dilantik di Taman Mini, Jakarta.

Saat itu, kata Nur Seno, ia juga mendapatkan selendang kehormatan.

Namun, itu semua merupakan kehormatan atas eksistensi Paguron Syahbandar Karimadi yang dipimpinnya.

“Saya dikukuhkan di Taman Mini tahun 2015, yang istilahnya Istirob oleh Raja Sri Sultan Noto Broto dari selangor Malaysia.”

“Dan saya diberi sebuah selandang kehormatan yang diracik dari Kerajaan Inggris. Karena Malaysia ada hubungannya dengan Inggris dan bagi saya hanya sebagai gelar saja,” jelasnya, Kamis (24/1/2020).

BACA JUGA:  Indahnya Kebersamaan, Satgas TMMD 108 Garut Ngaliwet Bareng Warga

Nurseno menyampaikan, Pagorun yang telah didirikan sejak tahun 1998 hanya memberikan jasa dari bodoh menjadi pinter, dari takut menjadi berani.

BACA JUGA:  Waduh! Ada Tempat Penitipan Suami dan Penangkaran Buaya

Intinya, kata Nur Seno, paguron miliknya itu memberi penyembuhan lahir batin dan itu yang terimplementasikan selama ini.

“Memang ini terlahir dari penghargaan eksistensi Paguron Syahbandar Karimadi yang talah memberi sebuah jasa kepada masyarakat lokal, regional, nasional dan internasional.”

“Jadi dari jasa itulah terlahir penghargaan-penghargaan dari komunitas budaya kepada saya.”

“Karena memang saya lahir di Kandang Wesi, penduduk Kandangwesi, menggali tenaga keilmuan tenaga dalam atau tenaga batin dari Kandang Wesi.”

“Dan itu terbukti, Kandang Wesi sebuah kerjaan tua, ada situsnya di Dayeuhluhur, dan saya sudah perkenalkan kepada dunia melalui Faceebok juga.”

BACA JUGA:  Alih Fungsi Cagar Alam Kamojang, Dinilai Membahayakan Lingkungan

“Lalu, ada telur pamegaran sebagai simbol di situ adalah cikal bakal. Selain berbentuk telur ada juga batu megalitikum dan itu lebih tua dari pada batu-batu di Mesir kuno bahkan batu di Gunung Padang,” jelasnya. (R010/Fey)

Baca berita lainnya: Puluhan Warga Klaten Jadi Pengikut Keraton Agung Sejagat

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles