Thursday, 2 Apr 2020

Elemen Tatar Galuh Tantang Ridwan Saidi: Kami Tunggu 2×24 Jam Datang ke Ciamis

Baca Juga

Kondisi Ibu Pertiwi Sedang Tidak Baik, Gabungan Mahasiswa di Ciamis Gelar Doa Bersama

Kondisi Ibu Pertiwi Sedang Tidak Baik, Gabungan Mahasiswa di Ciamis Gelar Doa Bersama CIAMIS, ruber.id -- Mahasiswa Ciamis prihatin atas kondisi ibu pertiwi yang sedang...

Merasa Dirugikan, Aceng Fikri Bersiap Somasi Satpol PP Bandung

GARUT, ruber.id – Aceng Fikri, mantan Bupati Garut yang digerebek Satpol PP Kota Bandung saat sedang bersama istrinya pada Kamis (22/8/2019), merasa dirugikan. Melansir dari...

Peparpenas 2019, Pecatur Disabilitas asal Pangandaran ‘Krisna Aji’ Siap Wakili Jabar

Peparpenas 2019, Pecatur Disabilitas asal Pangandaran (Krisna Aji) Siap Wakili Jabar PANGANDARAN, ruber.id -- Krisna Aji, 15, siswa SLB Bina Harapan Pangandaran dipastikan akan mewakili...

Waspada Penipuan Berkedok Lowongan Kerja, si Rancung asal Garut Raup Jutaan dari Korbannya

GARUT, ruber.id - Satreskrim Polres Garut amankan seorang pria yang diduga melakukan penipuan. Pria berinisial R, atau Rancung, 42,...

“Ada pernyataan sikap ya. Ada beberapa poin yang kami sepakati,” ujarnya.

Pertama, semua elemen Tatar Galuh tidak menerima pernyataan Ridwan Saidi pada channel Youtube Macan Idealis yang menyatakan di Ciamis tidak ada kerajaan karena faktor ekonomi.

Kedua, tidak menerima pernyataan bahwa nama Galuh diartikan brutal.

“Padahal Galuh itu adalah hati ya, hati yang terdalam, permata dan sebagainya,” jelasnya.

Terakhir, tidak menerima pernyataan Ridwan Saidi bahwa prasasti di Ciamis itu palsu.

“Dengan demikian, kami meminta saudara Ridwan Saidi dalam waktu 2×24 jam datang ke Ciamis untuk membuktikan segala omongannya,” tandasnya.

“Datang ke sini, prasasti kami banyak. Di Galuh ini banyak situs. Kalau tidak hadir, kami akan menyerahkan segala persoalan ini kepada pihak yang berwajib.”

Yat juga mengaku heran darimana Ridwan Saidi bisa mengatakan indikator ekonomi Ciamis tidak dan akhirnya menyatakan tidak ada kerajaan.

“Banyak kok (bukti). Dia nggak tahu itu. Kami siap menghadapi Ridwan Saidi. Kami siap membuktikan semuanya tidak benar. Itu kan kemarin saja kita temukan batu rompe, belum batu kuda dan sebagainya,” bebernya.

“Itu juga masih banyak yang belum kita gali situs-situs kita. Belum apa-apa sudah dipatahkan.”

Sementara Kepala Dinas Disbudpora Kabupaten Ciamis Erwan Dermawan berharap masyarakat Ciamis bisa menahan diri.

“Kita buktikan sama-sama bahwa Galuh itu tidak brutal. Galuh itu mempunyai intelektual, mempunyai hati. Kita lakukan langkah-langkah sesuai dengan yang pak rektor (Unigal) rencanakan,” ungkapnya.

“Kita tunggu saja ya, supaya tidak saling timpang tindih. Kita tunggu dulu langkah yang kita ambil tadi. Tunggu dulu respon dari Ridwan Saidi, 2×24 jam.”

Erwan pun berpesan kepada masyarakat, apabila Ridwan Saidi tidak datang ke Ciamis, agar bisa menahan diri.

“Kalau tidak hadir ke sini (Ciamis), masyarakat harus bisa menahan diri, tidak perang di medsos. Mari kita buktikan bahwa Galuh itu tidak brutal,” pesannya. (R012/akrim)

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Lagi, Dua Pasien Dalam Pengawasan Corona di Garut Meninggal Dunia

GARUT, ruber.id - Dua Pasien Dalam Pengawasan COVID-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat meninggal dunia, Kamis (2/4/2020). Pusat Informasi...

Hujan Deras Terjang Ciamis: Pohon Tumbang di Rumdin Wabup, Longsor dan Petir Menyambar Rumah Warga

CIAMIS, ruber.id - Hujan deras menerjang Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020) sore. Akibatnya, bencana alam terjadi di sejumlah titik wilayah di...

Total Positif Hasil Rapid Test Jadi 11 Orang, Warga Terdampak Corona di Sumedang Dapat Bantuan Sosial

SUMEDANG, ruber.id - Hasil rapid test sebelas warga Kabupaten Sumedang positif COVID-19, Kamis (2/4/2020) jam 16.00 WIB. Bupati Sumedang...

FMKKS Sumedang: Dana BOS Bisa Digunakan untuk Pencegahan Corona

SUMEDANG, ruber.id - Pandemi corona membuat berbagai kegiatan dan penyelenggaraan pendidikan yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak dapat dilaksanakan.

Awasi Pemudik dari Zona Merah, 93 Kades di Pangandaran Diminta Laporkan Data Perantau

PANGANDARAN, ruber.id - Derasnya arus mudik dari zona merah COVID-19 dikhawatirkan akan memperluas penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus Corona.