Senin, 10 Agu 2020

Elemen Tatar Galuh Tantang Ridwan Saidi: Kami Tunggu 2×24 Jam Datang ke Ciamis

Baca Juga

2 Tersangka Hoaks Surat Suara Tercoblos Ditangkap, Polisi Buru Pemeran Creator dan Buzzer

JAKARTA, ruber -- Polisi berhasil menangkap dua tersangka hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos. Mereka adalah LS dan HY. Polisi menyebut keduanya tidak saling...

Astaghfirullah, Dua Siswa Tega Kubur Hidup-hidup Bayi Hasil Hubungan Mereka

ruber -- Entah apa yang ada di benak dua siswa di Kabupaten Sidoarjo ini. Keduanya tega mengubur hidup-hidup bayi hasil hubungan mereka. Kasus pembunuhan terhadap bayi yang dilakukan...

Terendam Air Waduk Jatigede, Jalan Penghubung 3 Desa Terancam Putus

SUMEDANG, ruber -- Akibat meluapnya air Waduk Jatigede, tiga desa di Kecamatan Jatigede terancam akan terisolasi. Sebab, jembatan yang berlokasi di Blok Anggaranu, Desa Sirnasari,...

Caleg PPP Laporkan Kecurangan Pemilu di Cilengkrang Sumedang

SUMEDANG, ruber -- Caleg PPP asal Dapil 4 Sumedang (Kecamatan Situraja Cisitu, Darmaraja, Wado dan Cibugel) H Beben Dendi Kuswandi melaporkan adanya dugaan kecurangan...

“Ada pernyataan sikap ya. Ada beberapa poin yang kami sepakati,” ujarnya.

Pertama, semua elemen Tatar Galuh tidak menerima pernyataan Ridwan Saidi pada channel Youtube Macan Idealis yang menyatakan di Ciamis tidak ada kerajaan karena faktor ekonomi.

Kedua, tidak menerima pernyataan bahwa nama Galuh diartikan brutal.

“Padahal Galuh itu adalah hati ya, hati yang terdalam, permata dan sebagainya,” jelasnya.

Terakhir, tidak menerima pernyataan Ridwan Saidi bahwa prasasti di Ciamis itu palsu.

“Dengan demikian, kami meminta saudara Ridwan Saidi dalam waktu 2×24 jam datang ke Ciamis untuk membuktikan segala omongannya,” tandasnya.

“Datang ke sini, prasasti kami banyak. Di Galuh ini banyak situs. Kalau tidak hadir, kami akan menyerahkan segala persoalan ini kepada pihak yang berwajib.”

Yat juga mengaku heran darimana Ridwan Saidi bisa mengatakan indikator ekonomi Ciamis tidak dan akhirnya menyatakan tidak ada kerajaan.

“Banyak kok (bukti). Dia nggak tahu itu. Kami siap menghadapi Ridwan Saidi. Kami siap membuktikan semuanya tidak benar. Itu kan kemarin saja kita temukan batu rompe, belum batu kuda dan sebagainya,” bebernya.

“Itu juga masih banyak yang belum kita gali situs-situs kita. Belum apa-apa sudah dipatahkan.”

Sementara Kepala Dinas Disbudpora Kabupaten Ciamis Erwan Dermawan berharap masyarakat Ciamis bisa menahan diri.

“Kita buktikan sama-sama bahwa Galuh itu tidak brutal. Galuh itu mempunyai intelektual, mempunyai hati. Kita lakukan langkah-langkah sesuai dengan yang pak rektor (Unigal) rencanakan,” ungkapnya.

“Kita tunggu saja ya, supaya tidak saling timpang tindih. Kita tunggu dulu langkah yang kita ambil tadi. Tunggu dulu respon dari Ridwan Saidi, 2×24 jam.”

Erwan pun berpesan kepada masyarakat, apabila Ridwan Saidi tidak datang ke Ciamis, agar bisa menahan diri.

“Kalau tidak hadir ke sini (Ciamis), masyarakat harus bisa menahan diri, tidak perang di medsos. Mari kita buktikan bahwa Galuh itu tidak brutal,” pesannya. (R012/akrim)

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Guru asal Situraja Positif Corona Ikut Rapat, 10 Pegawai Disparbudpora Sumedang Isolasi Mandiri

SUMEDANG, ruber.id - Seorang guru di Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat positif corona. Guru yang juga panitia hajat...

Rancangan KUPA-PPAS Disetujui Enam Fraksi di DPRD Pangandaran

PANGANDARAN, ruber.id - Sebanyak enam fraksi di DPRD Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menyetujui dan menerima penjelasan bupati. Hal itu terkait rancangan Kebijakan...

Bocah Tenggelam di Muara Ciasem Subang Ditemukan

SUBANG, ruber.id - Indra, 9, bocah yang tenggelam saat berenang di Kali Muara Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat ditemukan, Minggu (9/8/2020) malam...

Disulap Jadi Camping Groud, Perkebunan Teh Margawindu Sumedang Makin Ramai Dikunjungi

SUMEDANG, ruber.id - Perkebunan teh Margawindu di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mendadak ramai dikunjungi para pecinta alam,...

Bocah asal Subang Hilang di Kali Muara Ciasem

SUBANG, ruber.id - Indra, bocah umur 9, hilag tenggelam di Kali Muara Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (9/8/2020) sekitar jam 14.00...