20.4 C
Indonesia
Kamis, Agustus 5, 2021
spot_img

Elemen Tatar Galuh Tantang Ridwan Saidi: Kami Tunggu 2×24 Jam Datang ke Ciamis

CIAMIS, ruber.id — Pernyataan Budayawan Betawi Ridwan Saidi di Channel Youtube akhirnya mendapatkan reaksi keras dari elemen Tatar Galuh Ciamis.

Masalah tersebut dibahas para elemen Tatar Galuh di Aula Pascasarjana Universitas Galuh (Unigal) Kabupaten Ciamis, Kamis (13/02/2020).

Dikutip dari kanal Youtube Macan Idealis, Ridwan Saidi memang menyebutkan bahwa tidak ada kerajaan di Ciamis.

Bahkan, nama Galuh diartikan sebagai brutal, dan prasasti di Ciamis palsu karena dibuat Belanda.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Galuh Yat Rospia Brata mengatakan, untuk membahas masalah ini, sejumlah elemen Tatar Galuh berkumpul.

BACA JUGA:  Budayawan Unjuk Rasa Kecam Ridwan Saidi, Ini yang Akan Dilakukan Bupati Ciamis

“Pada akhirnya kami elemen-elemen di Ciamis bereaksi. Karena kebesaran namanya, Galuh banyak dijadikan nama instansi, dan lain-lain. Ini malah diartikan brutal,” jelasnya.

BACA JUGA:  Sebut Tak Ada Kerajaan Galuh, Babeh Saidi: di Jawa Barat Hanya Ada Sunda Pakuan dan Sumedang

“Kami juga kan universitas Galuh. Masa universitas kami universitas brutal. Brigif juga kan Galuh namanya.”

BACA JUGA: Innalillahi! Kang Asep, Kadus Cihideung Pembela Rakyat Kecil Ini Meninggal Mendadak

Yat mengaku ada sedikitnya 200 elemen hadir pada rapat. Bahkan, tak hanya dari Ciamis, melainkan juga dari Tasik, Banjar hingga Cilacap.

“Memang tidak salah untuk kritis di era medsos, tapiĀ alangkah baiknya kita lihat dulu siapa yang berkomentar, kalau bukan arkeolog atau pakarnya ya sudah anggap saja itu adalah kelakar,” katanya.

BACA JUGA:  Sebut Kerajaan Galuh Tidak Ada, Gubernur Jabar Minta Babeh Saidi Minta Maaf

Namun demikian, Yat mengatakan ada beberapa poin yang dihasilkan dari rapat tersebut.

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles