Wednesday, 8 Jul 2020

Elemen Tatar Galuh Tantang Ridwan Saidi: Kami Tunggu 2×24 Jam Datang ke Ciamis

Baca Juga

100 Hari Pimpin Sumedang, Ini Daftar Program yang Diklaim Dony Sukses Diwujudkan

SUMEDANG, ruber - Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengklaim sukses mewujudkan sejumlah program Sumedang Simpati selama 100 hari dirinya memimpin bersama Wakil Bupati, Erwan...

Aneh, Bikin Heboh! Air Sumur Artesis di Sumedang Kota Rasa Asin

Aneh, Bikin Heboh! Air Sumur Artesis di Sumedang Kota Rasa Asin SUMEDANG, ruber.id - Bikin aneh! Inilah yang dirasakan warga RT 04/06, Lingkungan Cipeuteuy Baru,...

Demo, Warga Jatigede Blokade Jalan Nasional dan Kawasan IPP Sumedang

SUMEDANG, ruber.id -- Puluhan warga terdampak Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang kembali melakukan aksi demonstrasi, Rabu (4/9/2019). BACA JUGA: Pemkab Sumedang Ekspose KEK Pariwisata Jatigede, Ini...

Korban Tenggelam di Sungai Citanduy Pangandaran Ditemukan Tewas

PANGANDARAN, ruber -- Supriyadi, 32, korban tenggelam di Sungai Citanduy, Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ditemukan tewas, Sabtu (13/7/2019) sore jam...

CIAMIS, ruber.id — Pernyataan Budayawan Betawi Ridwan Saidi di Channel Youtube akhirnya mendapatkan reaksi keras dari elemen Tatar Galuh Ciamis.

Masalah tersebut dibahas para elemen Tatar Galuh di Aula Pascasarjana Universitas Galuh (Unigal) Kabupaten Ciamis, Kamis (13/02/2020).

Dikutip dari kanal Youtube Macan Idealis, Ridwan Saidi memang menyebutkan bahwa tidak ada kerajaan di Ciamis.

Bahkan, nama Galuh diartikan sebagai brutal, dan prasasti di Ciamis palsu karena dibuat Belanda.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Galuh Yat Rospia Brata mengatakan, untuk membahas masalah ini, sejumlah elemen Tatar Galuh berkumpul.

“Pada akhirnya kami elemen-elemen di Ciamis bereaksi. Karena kebesaran namanya, Galuh banyak dijadikan nama instansi, dan lain-lain. Ini malah diartikan brutal,” jelasnya.

“Kami juga kan universitas Galuh. Masa universitas kami universitas brutal. Brigif juga kan Galuh namanya.”

BACA JUGA: Innalillahi! Kang Asep, Kadus Cihideung Pembela Rakyat Kecil Ini Meninggal Mendadak

Yat mengaku ada sedikitnya 200 elemen hadir pada rapat. Bahkan, tak hanya dari Ciamis, melainkan juga dari Tasik, Banjar hingga Cilacap.

“Memang tidak salah untuk kritis di era medsos, tapi alangkah baiknya kita lihat dulu siapa yang berkomentar, kalau bukan arkeolog atau pakarnya ya sudah anggap saja itu adalah kelakar,” katanya.

Namun demikian, Yat mengatakan ada beberapa poin yang dihasilkan dari rapat tersebut.

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Vivo Rilis Flagship Teranyar, Peminat X50 dan X50 Pro Cukup Bayar DP Rp500.000

GADGET & TEKNO, ruber.id - Vivo segera meluncurkan ponsel flagship perdananya di Indonesia, yaitu Vivo X50 series. Smartphone flagship seri X dari Vivo...

Ribuan Warga Sumedang Sudah Dites Swab dan Rapid, 2 Pasien Positif Corona Masih Dirawat Intensif

SUMEDANG, ruber.id - Hingga Selasa (7/7/2020), pasien positif corona asal Kecamatan Darmaraja dan Tomo masih dirawat intensif di RSUD Sumedang, Jawa Barat.

Polres Tasikmalaya Ringkus Tiga Pelaku Curanmor, Dua di Antaranya Kakak Beradik

TASIKMALAYA, ruber.id - Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tasikmalaya berhasil menggagalkan dan menangkap kawanan pelaku curanmor.

Selasa Siang, Pangandaran Juga Diguncang Gempa

PANGANDARAN, ruber.id - Setelah gempa bumi 6.1 Magnitudo menerjang wilayah Jepara, Jawa Tengah, gempa juga terjadi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa...

Gempa 6.1 Magnitudo Guncang Jepara, Netizen: Kebumen Kerasa Banget

KEBUMEN, ruber.id - Gempa berkekuatan 6.1 Magnitudo mengguncang wilayah Jepara, Jawa Tengah, Selasa (7/7/2020) pagi. Gempa terjadi jam 05:54:44...