Thursday, 2 Jul 2020

Budayawan Ciamis: Ridwan Saidi Tokoh Betawi yang Bodoh, Menyesatkan Nilai Historis Galuh

Baca Juga

Pencarian ABK yang Jatuh ke Laut Indramayu Terkendala Cuaca

Pencarian ABK yang Jatuh ke Laut Indramayu Terkendala Cuaca INDRAMAYU, ruber.id -- Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian satu ABK terjatuh dari KM Cawuk di Perairan...

Fakta-fakta Penangkapan Pelawak Nurul Qomar, Terduga Pemalsu Ijazah Demi Jabatan Rektor

  BREBES, ruber -- Diduga memalsukan ijazah, Qomar telah ditangkap polisi, Senin (24/6/2019) malam. Anggota grup lawak Empat Sekawan itu ditahan di Mapolres Brebes, Jawa...

Sukses Kembangkan Bibit Padi IF8, Eh Kades Ini Malah Dijebloskan ke Sel    

ACEH UTARA, ruber -- Pengembang benih padi unggul IF8 Tengku Munirwan, yang juga menjabat Kepala Desa (Keuchik) Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara,...

Bikin Bangga, Atlet Kota Banjar Ini Masuk Timnas Putri U19 dan Akan Berlaga di India

BANJAR, ruber -- Masyarakat Kota Banjar patut berbangga hati. Pasalnya, salah seorang atletnya dipanggil masuk Timnas Putri U19 yang akan berlaga di India pada...

CIAMIS, ruber.id – Pernyataan Ridwan Saidi yang menyebut Kerajaan Galuh tidak pernah ada terus menuai kecaman.

Seniman sekaligus Pengurus Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis Noer JM menyatakan, pernyataan yang dilontarkan Ridwan Saidi hanya sensasi belaka.

“Semua yang disampaikan Ridwan Saidi itu keliru dan tidak mencerminkan sebagai budayawan. Meski pengakuannya itu, dia sebagai budayawan,” jelas Noer.

Jadi, kata Noer, Ridwan Saidi itu bukan budayawan. Ridwan Saidi juga tidak tahu soal sejarah.

“Yang tahu sejarah itu tokoh masyarakat yang lebih tua dari dia, kami, atau saya,” ucapnya.

Noer juga merasa kasian kepada warga Betawi, karena memiliki seorang budayawan yang bodoh.

“Saya kasian juga kepada warga Betawi, punya tokoh budayawan yang sangat bodoh seperti dia,” tegasnya.

Noer menyebutkan, pernyataan kontroversial Ridwan Saidi memantik perang dengan singa.

“Bukan masalah perang atau sedang perang. Tapi dia (Ridwan Saidi), menanti perang dengan singa,” sebutnya.

Harus Diklarifikasi

Noer berharap, ada klarifikasi terkait pernyataan ngawur yang dilontarkan Ridwan Saidi di YouTube dan banyak tersebar di media sosial ini.

“Itu bukan perkataan dari seorang budayawan. Jadi yang kasian itu bukan kami, tapi semua generasi penerus Ciamis,” ujarnya.

Noer menambahkan, pernyataan Ridwan Saidi ini menyesatkan dan merupakan pembodohan.

“Apa yang disampaikan Saidi ini pembodohan, sekaligus pelecehan terhadap nilai-nilai filosofi dan historis Kerajaan Galuh,” kata Noer. (R012/Akrim)

Baca berita sebelumnya: Sebut Tak Ada Kerajaan Galuh, Babeh Saidi: di Jawa Barat Hanya Ada Sunda Pakuan dan Sumedang

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Kerawanan Pilkada Meningkat, Ini Rekomendasi Bawaslu Kebumen

KEBUMEN, ruber.id - Adanya pandemi COVID-19 dinilai akan berdampak pada meningkatnya kerawanan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Bawaslu Kebumen,...

Asus Rilis Laptop Baru Khusus Gamers, Ini Harga dan Spesifikasinya

GADGET & TEKNO, ruber.id - Laptop gaming Asus ROG Zephyrus G14 (GA401) resmi dipasarkan di Indonesia. Gadget G14 ini masih mengusung konsep...

Di Tengah Pandemi COVID-19, Anggota DPRD Pangandaran Tetap Serap Aspirasi Masyarakat

PANGANDARAN, ruber.id - Akibat pandemi virus Corona, aspirasi masyarakat diserap melalui kunjungan kerja (kunker) anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Pangandaran, Jawa...

Cegah Corona, Warga Sumedang Diminta Selalu Ingat STMJ

SUMEDANG, ruber.id - Pada fase New Normal, warga Kabupaten Sumedang, Jawa Barat diminta selalu ingat STMJ. STMJ merupakan kepanjangan...

Puluhan Personel Kodim Serang Mapolres Sumedang, Ada Apa?

SUMEDANG, ruber.id - Sedikitnya 50 personel Kodim 0610/Sumedang serbu Mapolres Sumedang, Jawa Barat Rabu (1/7/2020). Kunjungan puluhan anggota TNI...