Budayawan Ciamis: Ridwan Saidi Tokoh Betawi yang Bodoh, Menyesatkan Nilai Historis Galuh


0
SENIMAN sekaligus Pengurus Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis Noer JM. akrim/ruber.id

CIAMIS, ruber.id – Pernyataan Ridwan Saidi yang menyebut Kerajaan Galuh tidak pernah ada terus menuai kecaman.

Seniman sekaligus Pengurus Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis Noer JM menyatakan, pernyataan yang dilontarkan Ridwan Saidi hanya sensasi belaka.

“Semua yang disampaikan Ridwan Saidi itu keliru dan tidak mencerminkan sebagai budayawan. Meski pengakuannya itu, dia sebagai budayawan,” jelas Noer.

Jadi, kata Noer, Ridwan Saidi itu bukan budayawan. Ridwan Saidi juga tidak tahu soal sejarah.

“Yang tahu sejarah itu tokoh masyarakat yang lebih tua dari dia, kami, atau saya,” ucapnya.

Noer juga merasa kasian kepada warga Betawi, karena memiliki seorang budayawan yang bodoh.

“Saya kasian juga kepada warga Betawi, punya tokoh budayawan yang sangat bodoh seperti dia,” tegasnya.

Noer menyebutkan, pernyataan kontroversial Ridwan Saidi memantik perang dengan singa.

“Bukan masalah perang atau sedang perang. Tapi dia (Ridwan Saidi), menanti perang dengan singa,” sebutnya.

Harus Diklarifikasi

Noer berharap, ada klarifikasi terkait pernyataan ngawur yang dilontarkan Ridwan Saidi di YouTube dan banyak tersebar di media sosial ini.

“Itu bukan perkataan dari seorang budayawan. Jadi yang kasian itu bukan kami, tapi semua generasi penerus Ciamis,” ujarnya.

Noer menambahkan, pernyataan Ridwan Saidi ini menyesatkan dan merupakan pembodohan.

“Apa yang disampaikan Saidi ini pembodohan, sekaligus pelecehan terhadap nilai-nilai filosofi dan historis Kerajaan Galuh,” kata Noer. (R012/Akrim)

Baca berita sebelumnya: Sebut Tak Ada Kerajaan Galuh, Babeh Saidi: di Jawa Barat Hanya Ada Sunda Pakuan dan Sumedang

loading...

Like it? Share with your friends!

0
ruber.id

What's Your Reaction?

hate hate
5
hate
confused confused
1
confused
fail fail
8
fail
fun fun
7
fun
geeky geeky
6
geeky
love love
4
love
lol lol
4
lol
omg omg
1
omg
win win
8
win

Comments

komentar