Tuesday, 4 Aug 2020

DPRD Kota Banjar Tetapkan Dua Raperda Menjadi Perda, 2 Raperda Lainnya Ditarik

Baca Juga

Komunitas di Kota Bandung Minta GBLA Kembali Diaktifkan

KOTA BANDUNG, ruber.id -- Sejumlah komunitas di Kota Bandung, Jawa Barat akan mendukung pemerintah kota untuk mengaktifkan kembali Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA)...

Tiga Pelaku Pengeroyok di Angkrek Sumedang Ditangkap, Seorang Lainnya Masih Diburu

SUMEDANG UTARA, ruber.id - Dari empat pelaku pengeroyokan pemuda yang videonya viral di media sosial, polisi telah berhasil menangkap tiga pelaku, Selasa...

Blind Auditions Episode 5, Putri Alya Rohali Coba Peruntungan di The Voice Indonesia

JAKARTA, ruber.id -- Panggung The Voice Indonesia makin seru dan penuh kejutan. Pada babak Blind Auditions episode 5 malam tadi, Kamis (12/9/2019) menyisakan momen...

Puluhan Warga Cikajang Dites Rapid, Kontak Erat dengan Pasien Positif Corona KC-06 Garut

GARUT, ruber.id - Sebanyak 40 warga Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat menjalani rapid test, Rabu (6/5/2020). Juru Bicara...

DPRD Kota Banjar saat rapat paripurna. agus/ruang berita

KOTA BANJAR, ruber — DPRD Kota Banjar menggelar rapat paripurna penyampaian laporan hasil pembahasan panitia khusus (Pansus).

Dalam rapat tersebut ada dua Raperda yang ditarik dan dua Raperda ditetapkan menjadi Perda (Peraturan Daerah).

Rapat paripurna digelar di Gedung Paripurna DPRD Kota Banjar, Jalan Raya Tentara Pelajar.

BACA JUGA: Sah, Sukiman Dilantik Jadi Wakil Ketua DPRD Kota Banjar

Dua Raperda yang ditarik itu Raperda tentang penataan, pengawasan dan pengendalian warung internet dan game online serta Raperda tentang penyelenggaraan tempat khusus parkir dan retribusi tempat khusus parkir.

“Dua raperda ditarik,” kata Ketua Bapemperda DPRD Kota Banjar H Mujamil kepada ruber, Senin (13/5/2019).

Ada alasan kenapa dua Raperda tersebut ditarik. Yaitu, karena untuk Raperda tentang penataan, pengawasan dan pengendalian warung internet dan game online, belum adanya Perda tentang informasi dan telekomunikasi yang mana soal warnet dan game online nantinya bisa diatur di dalamnya. Namun, itu belum ada sehingga ditarik.

Kemudian, kata Mujamil, alasan Raperda tentang penyelenggaraan tempat khusus parkir dan retribusi tempat khusus parkir ditarik karena pihak eksekutif tidak juga membangun tempat parkir khusus.

Meski, sudah direncanakan akan dibangun untuk fasilitas parkir khusus sejak tahun 2016 lalu.

“Kami menunggu dari tahun 2016, tapi sampai sekarang belum juga dibangun. Ya lebih baik ditarik,” ungkapnya.

Sedangkan, dua Raperda yang ditetapkan menjadi Perda yaitu Raperda tentang perubahan kedua atas Perda Nomor 9/2010 tentang Retribusi Jasa Usaha dan Raperda tentang Pengelolaan Perkembangan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga.

“Ada dua Raperda yang ditetapkan, selain dua raperda yang ditarik,” terang Mujamil. agus purwadi/ADV

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Korban Tenggelam di Waduk Jatiluhur Purwakarta Ditemukan

PURWAKARTA, ruber.id - Tim SAR gabungan menemukan korban tenggelam di Waduk Jatiluhur, Desa Kemuning, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Korban...

Diberi Dua Tugas Baru, Tahun 2021 Insentif Ketua RT/RW di Pangandaran Naik Lagi

PANGANDARAN, ruber.id - Ketua RT dan RW di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat diberikan dua tugas baru di tahun 2021. Pertama, mereka harus...

Viral Hiu Tutul Terdampar di Pantai Cipatujah: Jadi Spot Selfie, Lalu Dicincang Rame-rame

TASIKMALAYA, ruber.id - Seekor ikan hiu tutul terdampar dan ditemukan warga telah mati di Pantai Bubujung, Desa Ciheras, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya,...

Pemkab Dorong Produk UMKM dan IKM di Pangandaran Tembus Pasar Global

PANGANDARAN, ruber.id - Pemkab Pangandaran, Jawa Barat dorong produk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan IKM (Industri Kecil dan Menengah) tembus...

Inter Milan Segera Perpanjang Kontrak 5 Pemainnya

SPORT, ruber.id - Inter Milan akan segera melakukan negosiasi untuk memperpanjang kontrak 5 pemain. Lima pemain ini dianggap menjadi...