Monday, 25 May 2020

DPRD Kota Banjar Tetapkan Dua Raperda Menjadi Perda, 2 Raperda Lainnya Ditarik

Baca Juga

Baznas Serahkan Santunan Kepada Tiga Ahli Waris KPPS yang Meninggal Dunia di Pemilu 2019 Lalu

Baznas Serahkan Santunan Kepada Tiga Ahli Waris KPPS yang Meninggal Dunia di Pemilu 2019 Lalu

Dua Rumah Retak dan 13 KK Terancam, Pergerakkan Tanah di Sumedang Kota

SUMEDANG, ruber.id - Dua rumah, 13 KK, dan 28 jiwa warga Dusun Babakan Cikamuning RT 03/04, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, terancam...

Alhamdulillah, Hari Ini 50 Orang Penghafal Alquran Diwisuda Bupati Pangandaran

PANGANDARAN, ruber -- 50 orang penghafal Alquran hasil karantina Tahfidzh Alquran Nasional mitra Madrasah Aliyah (MA) Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Babakan Jamanis, Kecamatan Parigi,...

Mulai Tahun Ini, Tiap Anak di Sumedang akan Diberi Kartu Identitas

SUMEDANG, ruber -- Tiap anak di Kabupaten Sumedang yang belum memiliki e-KTP akan diberikan kartu identitas. Rencananya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil akan meluncurkan kartu...

DPRD Kota Banjar saat rapat paripurna. agus/ruang berita

KOTA BANJAR, ruber — DPRD Kota Banjar menggelar rapat paripurna penyampaian laporan hasil pembahasan panitia khusus (Pansus).

Dalam rapat tersebut ada dua Raperda yang ditarik dan dua Raperda ditetapkan menjadi Perda (Peraturan Daerah).

Rapat paripurna digelar di Gedung Paripurna DPRD Kota Banjar, Jalan Raya Tentara Pelajar.

BACA JUGA: Sah, Sukiman Dilantik Jadi Wakil Ketua DPRD Kota Banjar

Dua Raperda yang ditarik itu Raperda tentang penataan, pengawasan dan pengendalian warung internet dan game online serta Raperda tentang penyelenggaraan tempat khusus parkir dan retribusi tempat khusus parkir.

“Dua raperda ditarik,” kata Ketua Bapemperda DPRD Kota Banjar H Mujamil kepada ruber, Senin (13/5/2019).

Ada alasan kenapa dua Raperda tersebut ditarik. Yaitu, karena untuk Raperda tentang penataan, pengawasan dan pengendalian warung internet dan game online, belum adanya Perda tentang informasi dan telekomunikasi yang mana soal warnet dan game online nantinya bisa diatur di dalamnya. Namun, itu belum ada sehingga ditarik.

Kemudian, kata Mujamil, alasan Raperda tentang penyelenggaraan tempat khusus parkir dan retribusi tempat khusus parkir ditarik karena pihak eksekutif tidak juga membangun tempat parkir khusus.

Meski, sudah direncanakan akan dibangun untuk fasilitas parkir khusus sejak tahun 2016 lalu.

“Kami menunggu dari tahun 2016, tapi sampai sekarang belum juga dibangun. Ya lebih baik ditarik,” ungkapnya.

Sedangkan, dua Raperda yang ditetapkan menjadi Perda yaitu Raperda tentang perubahan kedua atas Perda Nomor 9/2010 tentang Retribusi Jasa Usaha dan Raperda tentang Pengelolaan Perkembangan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga.

“Ada dua Raperda yang ditetapkan, selain dua raperda yang ditarik,” terang Mujamil. agus purwadi/ADV

loading...

Komentar

Artikel Terbaru

Update Corona Pangandaran: 5 Orang Kontak Erat Dites Swab, 1 Pemudik Reaktif Rapid Test

PANGANDARAN, ruber.id - Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat telah melakukan tracing kasus COVID-19. Hal itu menyusul...

Kasus Corona di Garut Terus Bertambah, Total 2585 ODP

GARUT, ruber.id - Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, Jawa Barat merilis adanya tambahan 4 kasus baru ODP.

Korlesting Listrik, Ambulans di Tanjungsari Ludes Terbakar

TANJUNGSARI, ruber.id - Mobil ambulans yang sedang diperbaiki di Dusun Lanjung RT 01/06, Desa/Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang ludes terbakar.

Rumah Pensiunan asal Sumedang Utara Nyaris Ludes Terbakar

SUMEDANG UTARA, ruber.id - Dapur rumah milik Wahyu, 74, di Dusun Kebon Kalapa RT 01/05, Rancamulya, Sumedang Utara, Sumedang ludes terbakar.

Hari Lebaran, Pangandaran Digoyang Gempa 5.1 Magnitudo

PANGANDARAN, ruber.id - Bertepatan dengan hari raya Idul fitri 1441 Hijriyah, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat kembali digoyang gempa, Minggu (24/5/2020).