21.4 C
Indonesia
Rabu, September 22, 2021
spot_img

Belum Aman dari Corona, 26 Kecamatan di Sumedang Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

SUMEDANG, ruber.id – Meski status daerah masuk zona biru, namun Kabupaten Sumedang, Jawa Barat belum aman dari penyebaran wabah virus corona.

Untuk itu, setelah tak lagi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemkab Sumedang memutuskan untuk memberlakukan kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Sumedang memutuskan untuk keluar dari PSBB. Dan mulai 30 Mei 2020 masuk ke Adaptasi Kebiasaan Baru,” tutur Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir.

AKB, kata bupati, akan mulai efektif pada 2 Juni 2020. Untuk tanggal 30, 31 Mei dan 1 Juni akan dimanfaatkan untuk kegiatan sosialisasi.

Selain itu, untuk intermediasi perizinan dan simulasi.

“Aktivitas paling duluan yang akan dibuka adalah rumah ibadah,” jelasnya.

BACA JUGA:  Warga Tanjungsari dan Jatinangor Positif Corona, Total Pasien COVID-19 di Sumedang 323 Orang
BACA JUGA:  Jukir Asia Plaza Sumedang yang Positif Corona Indekos di Angkrek, 4 Keluarga Di-Swab

Bupati menjekaskan, AKB ditetapkan berdasarkan pertimbangan yang komprehensif.

Mulai dari kajian normatif berdasarkan hasil evaluasi Pemprov Jabar.

Dan empiris, yakni berdasarkan evaluasi praktis di lapangan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang.

Hingga hasil akademik berdasarkan kajian para pakar dari ITB dan Unpad.

“Sesuai hasil evaluasi dari Pemprov Jawa Barat, Sumedang bersama 14 kabupaten lain di Jabar masuk pada level 2 atau moderat.”

“Ini artinya, kabupaten yang masuk zona ini bisa keluar dari PSBB dan melaksanakan physical distancing melalui AKB,” ucapnya.

Saat video conference dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, kata bupati, Sumedang direkomendasikan untuk melaksanakan AKB.

“Dengan pola penerapan protokol kesehatan yang ketat karena masih belum aman dari ancaman COVID-19,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Update COVID-19 Kota Banjar: 7 Orang Positif Corona, 2 di Antaranya Sembuh

Sehari sebelumnya, lanjut bupati, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumedang juga telah melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan PSBB.

BACA JUGA:  PSBB Garut Berlaku di 14 Kecamatan, Sanksi Menanti Jika Melanggar

“Secara umum, berjalan baik dan ada peningkatan skor, tapi belum signifikan,” tuturnya.

Karena itu, kata bupati, disarankan apabila keluar dari PSBB dan masuk ke AKB, harus dilakukan secara hati-hati dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Dari hasil evaluasi ini, kata bupati skor pelaksanaan PSBB Kabupaten Sumedang tahap 3 mencapai 69.23 dan pada tahap 2 dengan skor 65.99.

Di sisi lain, kata bupati, berdasarkan analisis pakar, angka reproduksi corona di Sumedang 0m913.

Sedangkan indeks transmisinya masih di angka 41%. Melihat dari data ini, Sumedang termasuk moderat tapi belum aman.

BACA JUGA:  Jukir Asia Plaza Sumedang yang Positif Corona Indekos di Angkrek, 4 Keluarga Di-Swab

“Untuk itu, di era AKB nanti, saya meminta, seluruh masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.”

“Pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan, rajin cuci tangan. Biasakan berperilaku hidup bersih dan sehat,” jelasnya. (R003)

BACA JUGA:  Pegawai BPN/ATR Sumedang Positif Corona, Kontak Erat Dites Rapid

BACA JUGA: Update Corona Sumedang: 1 Lagi Pasien Positif COVID-19 Sembuh

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles