Baru Dibangun, Jembatan Rp1.2 Miliar di Boyolali Ambruk

Img
JEMBATAN Pusung Sidodadi, Boyolali, Jawa Tengah ambruk, Senin (24/2/2020) pagi. jolar/ruber.id

JAWA TENGAH, ruber.id – Jembatan penghubung antar dukuh di Boyolali, Jawa Tengah ambruk, Senin (24/2/2020) pagi sekitar jam 6.15 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ambruknya jembatan baru yang menelan anggaran Rp1.2 miliar ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali Arief Gunarto menyebutkan, jembatan ini menghubungkan Kampung Pusung dengan Surodadi, Kelurahan Banaran, Kecamatan Boyolali Kota.

“Jembatan dibangun tahun 2019. Saat ini, masih dalam masa pemeliharaan oleh rekanan. Waktu itu, ada laporan dari teman-teman bidang,” katanya, Senin (24/2/2020).

Arief menjelaskan, jembatan ambruk akibat salah satu ujung gelagar runtuh dan jatuh ke dasar sungai.

“Roboh karena ada pondasi penyangga jembatan patah,” jelasnya.

Baca juga:  Perangkat Desa se Indonesia Rakernas di Jawa Tengah, Ini yang Dibahas

Sebelum roboh, kata Arief, Selasa lalu, sudah menemukan ada retakan pada abutment jembatan.

Kondisi ini, kata Arief, sudah disampaikan kepada pihak rekanan, agar segera diperbaiki dengan menutup retakan tersebut.

Kemudian, kata Arief, dalam dua hari belakangan ini, curah hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur kawasan ini.

“Analisa kami kemungkinan air masuk ke dalam retakan, kemudian sampai dengan tanah jenuh air.”

“Hal ini yang membuat tekanan dan itu mendorong abutment. Hingga tadi pagi, jembatannya roboh. Harusnya, abutment-nya memang kedap air,” ucap Arief.

Arief menyebutkan, gelagar dan plat jembatan sendiri masih dalam kondisi utuh.

“Nantinya, gelagar masih bisa dimanfaatkan lagi dengan metode pelaksanaan tertentu,” sebutnya.

Baca juga:  Anggota DPR Monitor Lahan Pertanian di Purworejo

Arief menambahkan, jembatan ini dibangun tahun 2019 dengan anggaran sebesar Rp1.265 miliar.

Jembatan Pusung Sidodadi ini memiliki panjang bentangan 16 meter dan lebar 5 meter.

Sedangkan tinggi jembatan dari dasar sungai sekitar 10.5 meter.

“Posisi jembatan sudah penyerahan di akhir November (2019). Posisinya masih dalam masa pemeliharaan (rekanan) sampai dengan 2 Juni 2020,” ujarnya.

Pihak rekanan, lanjut Arief, masih bersedia untuk segera melaksanakan perbaikan.

“Tadi, sudah dapat laporan. Sudah ada beberapa tenaga yang mulai menata kembali,” ucapnya.

Arief menambahkan, pondasi bagian bawah jembatan masih aman.

Adapun air yang masuk melalui retakan itu sebagian besar berasal dari atas.

“Secara struktur, pembangunan jembatan ini juga sudah sesuai,” akunya. (R008/Jolar)

Baca juga:  PDI Perjuangan Kebumen Desak Polisi Usut Pembakaran Bendera

Baca juga berita lainnya: Melihat Keindahan Embung Manajar di Jawa Tengah, Penuhi Irigasi Jadi Destinasi Wisata Baru di Boyolali