24.4 C
Indonesia
Minggu, September 19, 2021
spot_img

Produksi Garam Organik Mulai Dikembangkan di Pesisir Pantai Purworejo

BERITA PURWOREJO, ruber.id – Warga Kabupaten Purworejo mulai memanfaatkan kawasan pesisir untuk produksi garam organik pansela. Proses pembuatannya dilakukan dengan memanfaatkan lahan bekas tambak udang. Dengan menggunakan sistem tunnel.

Bupati Purworejo Respons Positif

Usaha yang tergolong baru ini, mendapat perhatian serius dari Bupati Purworejo RH Agus Bastian. Ia pun datang langsung ke lokasi untuk meninjau lokasi di Pantai Desa Patutrejo Kecamatan Grabag. Bupati didampingi kepala dinas terkait.

Produksi garam (Salt, dalam bahasa Inggris), organik di lokasi ini dikelola oleh Kelompok Usaha Garam Rakyat (Kugar) Pendowo Limo.

Agus menyatakan, jenis usaha yang tergolong baru ini perlu terus dikembangkan. Mengingat, Kabupaten Purworejo yang memiliki panjang pantai sekitar 22 km.

BACA JUGA:  Denda Masker Rp50.000, Bupati Purworejo: Tak Ada Toleransi!

Sehingga, kata Agus, ini menjadi modal penting sekaligus menjadi potensi daerah.

BACA JUGA:  Bawaslu Purworejo Hindari Klaster Corona Baru dari Penyelenggara, saat Verfak Bacaper Pilkada

“Apalagi, ada informasi kalau produksi garam organik atau yang sering disebut garam krokos ini, bisa digunakan dengan cara tertentu untuk kesehatan. Karena, kandungan NaCl yang sangat tinggi mampu melepaskan virus yang menempel di organ tubuh,” kata Agus.

Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Purworejo Wasit Diono menambahkan, pengenalan produksi dengan sistem tunnel ini sudah dilakukan sejak tahun 2018.

Ini, kata Wasit, sudah dilakukan oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal, bekerjasama dengan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Purworejo.

Menurutnya, hasil produksi dari sistem tunnel ini sudah pernah dilakukan sebagai percontohan. Merupakan jenis garam organik pansela, yang mempunyai kandungan NaCl 97,49%, berwarna putih bersih.

BACA JUGA:  Gor Sarwo Edhie Wibowo Purworejo Disiapkan untuk Isoman Terpusat

“Itu merupakan hasil analisis Sucofindo, Semarang pada 3 Mei 2021. Sehingga, salt jenis ini dapat dimasukkan sebagai garam industri,” jelas Wasit.

Produksi Garam Organik dengan Metode Baru

Wasit menjelaskan, penggaraman sistem tunnel merupakan metode baru. Yaitu, model tertutup dengan lahan terasering. Penerapan model tertutup bertujuan agar produksi garam organik ini bisa berlangsung sepanjang tahun, walaupun musim hujan.

BACA JUGA:  Gor Sarwo Edhie Wibowo Purworejo Disiapkan untuk Isoman Terpusat

Meski berada dalam ruang yang tertutup plastik, tetap ada panas. Sehingga proses kristalisasi dapat terjadi. Lahan pembuatan salt dibuat berpetak-petak secara bertingkat agar air dapat mengalir kapan saja dengan gaya gravitasi.

“Sistem pembuatan garam ini adalah secara organik. Tidak menggunakan bahan kimia tambahan apapun. Selain itu juga ramah lingkungan, karena tidak menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan. Sehingga, produk yang dihasilkan adalah salt organik,” jelas Wasit.

BACA JUGA:  Kerap Terjadi Keributan dan Meresahkan, Satpol PP Purworejo Segel Karaoke di Cengkawakrejo

Wasit menyebutkan, hingga pertengahan tahun 2021 ini, produksi salt terus meningkat. Dari 2,2 ton di bulan Januari, menjadi 3,1 ton pada bulan Mei. Produk yang dihasilkan berupa salt krosok dengan harga Rp2500/kg, Rp4000/kg, dan Rp5000/kg.

“Pemasaran dilakukan dalam bentuk curah dan kemasan 200 gr, 1000 gram, 5000 gram maupun 25 kg. Produk garam ini, digunakan untuk keperluan pupuk tanaman. Kemudian untuk suplemen pakan ternak, ikan, udang, pengobatan, dan sebagainya,” kata Wasit. (R030/Purworejo)

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles