18.4 C
Indonesia
Selasa, September 28, 2021
spot_img

Ada Jembatan Gantung di Sungai Cikandung, Jarak Buahdua Surian Sumedang Kini Lebih Dekat

BERITA SUMEDANG, ruber.id – Adanya jembatan gantung di Sungai Cikandung membuat jarak antara Kecamatan Buahdua dengan Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang.

Jembatan gantung yang diberi nama Siliwangi 1 ini telah selesai dibangun dan diresmikan langsung oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budiwiryanto, Sabtu (30/1/2021).

Dengan adanya jembatan gantung ini, warga Desa Karangbungur, Kecamatan Buahdua bisa melintasi Sungai Cikandung menuju ke Desa Ranggasari, Kecamatan Surian.

Pangdam menyatakan, pembangunan jembatan ini merupakan inisiatif Vertical Rescue Indonesia (VRI) yang menggandeng pihak TNI melalui program Ekspedisi 1000 Jembatan Gantung untuk Indonesia.

Tujuannta, untuk membantu warga yang membutuhkan jembatan gantung maupun yang hancur paskabencana alam.

“Harapannya adalah membantu masyarakat yang hubungan antardesanya terputus. Ini sangat mulia sekali.”

“Oleh karena itu, selaku Pangdam Siliwangi sangat mendukung sepenuhnya kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh VRI di bawah pimpinan Kang Tedi Ixdiana ini,” ucapnya.

Pangdam menjelaskan, jembatan di Karangbungur dengan nama Siliwangi 1 ini merupakan jembatan yang ke 113 dalam Ekspedisi 1000 Jembatan Gantung untuk Indonesia.

“Nanti yang di Pameungpeuk Garut akan menjadi yang ke 114, akan kami namakan Siliwangi 2.”

“Begitu juga di Korem-Korem yang lain (Akan dibangun juga),” jelasnya.

Pangdam menyebutkan, jembatan gantung ini dibangun dengan swadaya, swakelola dan melibatkan tim dari Vertical Rescue Indonesia (VRI), yang ahli dan menguasai alat serta teknik bekerja di ketinggian.

“Tim VRI semuanya ahli di bidang pembuatan jembatan gantung dengan mengandalkan tali baja (sling) tanpa menggunakan material semen, tapi menggunakan batu yang ditanam dalam tanah. Ini cukup kuat,” tuturnya.

Namun demikian, jembatan gantung ini bebannya dibatasi hanya untuk tiga orang yang melintas atau satu pengendara sepeda motor.

“Beban yang bisa lewat hanya beberapa orang saja. Harus bergantian karena untuk faktor keamanan,” ucapnya.

Pangdan berharap, keberadaan jembatan ini dapat menjadi penghubung antardesa dan antarkecamatan di wilayah tersebut.

“Mudah-mudahan jembatan ini bermanfaat untuk warga Desa Karangbungur. Kami berharap bisa meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Jadi Jalan Kebaikan Dunia Akhirat
Sementara, Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir menyampaikan terima kasihnya atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sumedang.

Atas bantuan yang diberikan sehingga bisa terwujud jembatan gantung yang sangat dibutuhkan.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran Kodam, Korem, Kodim, VRI, dan pihak lainnya yang telah bersama membangun jembatan gantung ini.”

“Mudah-mudahan dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda,” katanya.

Bupati meyakini, apabila memberikan sebuah jalan kebaikan seperti mempermudah akses masyarakat dengan membangun jembatan tentu kelak akan mendapat kemudahan.

“Insya Allah, semua yang berkontribusi (Dalam pembuatan jembatan) ini akan dimudahkan di jembatan shirotol mustaqim di akhirat kelak,” kata bupati.

Bupati berharap, kegiatan seperti itu menginspirasi semua pihak untuk berbuat kebaikan dan semata-mata diniatkan untuk ibadah.

“Insya Allah menginspirasi kita semua, termasuk Pemkab Sumedang untuk memberikan pembangunan yang terbaik sesuai kebutuhan masyarakat,” harapnya.

Bupati juga mengajak kepada warga untuk memelihara jembatan tersebut dengan sebaik-baiknya, sehingga berdaya guna dalam waktu yang lama.

Jembatan Lama Rusak Tergerus Arus Sungai
Di tempat yang sama, Kepala Desa Karangbungur Yayat Ruhdiat mengatakan, jembatan gantung ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2017.

Jembatan ini pernah dikunjungi mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Namun, kata dia, jembatan gantung ini hancur tergerus arus Sungai Cikandung, pada akhir 2018.

“Yang dulu panjang jembatan memiliki panjang dari bibir sungai ke bibir sungai lainnya 60 meter. Yang sekarang total panjangnya 120 meter dengan lebar 1.2 meter.Pondasinya pun sekarang mencapai 2 meter.”

“Dulu lantainya menggunakan bambu yang dianyam, sekarang menggunakan papan kayu jenis Waru dan Formis,” katanya.

Yayat menjelaskan, pengerjaan jembatan dimulai sejak 11 Januari 2021 dengan mengerahkan unsur TNI, warga setempat, organisasi kepemudaaan, dan pihak lainnya.

Selain dengan gunting pita, di lokasi jembatan ganting, peresmian juga ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Pangdam III Siliwangi, penyerahan paket bantuan kepada masyarakat sekitar, dan pertukaran cendera mata. (R003)

BACA JUGA: Dandim Ajak Seluruh Warga Sumedang Berani Divaksin Covid-19

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles