29.4 C
Indonesia
Sabtu, September 18, 2021
spot_img

Diawali 10 Tokoh, Vaksinasi Covid-19 di Sumedang Dimulai

BERITA SUMEDANG, ruber.id – Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dimulai Jumat (29/1/2021).

Pemkab Sumedang me-launching program vaksinasi ini di Puskesmas Situ, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang.

Sepuluh tokoh terpilih mengawali vaksinasi Covid-19 ini untuk memastikan keamanan vaksin Sinovac yang digunakan.

Kesepuluh tokoh tersebut yakni Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati Sumedang H Erwan Setiawan, Sekda Sumedang Herman Suryatman.

Kemudian, Danrem 062/Tarumanegara Kolonel Inf. Muhamad Muchidin, Dandim 0610/Sumedang Letkol Inf. Zaenal Mustopa, Komandan Subdenpom Sumedang Kapten Cpm. Eko Budiyanto.

Selanjutnya, Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, Ketua Tim Penggerak PKK Sumedang Hj Susi Gantini, Istri Wabup Sumedang Hj Samantha Dewi.

BACA JUGA:  Cerita di Balik Angkernya Terowongan Panyirapan Sumedang, Pegawai Proyek Ketakutan Lihat Tulang Belulang Manusia
BACA JUGA:  Positif Covid-19 Terus Bertambah, Kota Tasikmalaya Mendekati Zona Merah di Priangan Timur

Asisten Administrasi, dan tokoh agama di Kabupaten Sumedang.

Bupati menyampaikan, vaksinasi merupakan ikhtiar untuk meningkatkan kekebalan kelompok (Herd imunity) dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, khususnya di Sumedang.

“Vaksinasi Covid-19 merupakan ikhtiar kita semua, supaya cepat terhindar dari Covid-19.”

“Kesehatan pulih dan ekonomi bangkit, sehingga dapat mengakselerasi pencapaian Sumedang Simpati, itu harapannya,” ucapnya.

Bupati menjelaskan, vaksin Sinovac dipastikan aman, telah memenuhi syarat dan telah berlabel halal.

“Untuk tahap pertama ini bagi tenaga kesehatan. Kemudian pelayan publik, dan untuk tahap ketiga bagi masyarakat umum.”

“Saya mohon doa dari semuanya, semoga vaksinasi Covid-19 Ini berjalan lancar, aman, dan selamat,” jelasnya.

Bupati menyebutkan, dalam proses vaksinasi Covid-19 ini, ada empat tahap yang harus dilalui oleh warga yang akan disuntik vaksin Sinovac.

BACA JUGA:  Tingkatkan Kepesertaan, BPJAMSOSTEK Jalin MoU dengan Pemkab Sumedang
BACA JUGA:  Wah, Bendungan Jatigede Jebol? Ini Cerita Sebenarnya

Tahapannya, sambung bupati, dimulai dari pendaftaran, proses screening, penyuntikan vaksin, dan observasi paskavaksinasi.

“Jadi, belum tentu semuanya bisa divaksin. Karena setelah pendaftaran, ada tahap screening untuk menentukan bisa divaksin atau tidaknya.”

“Kemudian, setelah divaksin, butuh waktu 30 menit, dan setelah itu menunggu 14 hari untuk suntik vaksin kedua. Jadi satu orang itu akan mendapatkan dua dosis vaksin untuk memperkuat imun,” terangnya. (R003)

BACA JUGA: Sepuluh Tokoh dan Ribuan Nakes di Sumedang Disuntik Vaksin Sinovac

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles