Wednesday, 3 Jun 2020

Warga Cikajang Tolak Gabung Kabupaten Garut Selatan, Ini Alasannya

Baca Juga

Hati-hati! Kondisi Ini Bisa Sebabkan Keguguran Saat Hamil

Hati-hati! Kondisi Ini Bisa Sebabkan Keguguran Saat Hamil ruber.id -- Kehamilan merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri. Bagi perempuan, ketika mengetahui bahwa dirinya...

FMKKS Sumedang: Dana BOS Bisa Digunakan untuk Pencegahan Corona

SUMEDANG, ruber.id - Pandemi corona membuat berbagai kegiatan dan penyelenggaraan pendidikan yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak dapat dilaksanakan.

Hasil Perses vs Persitas: Gol Restu Selamatkan Laskar Insun Medal dari Kekalahan

Hasil Perses vs Persitas: Gol Restu Selamatkan Laskar Insun Medal dari Kekalahan ruberSPORT, ruber.id -- Perses Sumedang harus puas berbagi angka dengan Persitas Kabupaten Tasikmalaya,...

Wow, Rupiah Berkilau! Jadi Nomor 1 di Asia Terhadap Dollar AS

  ruber -- Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini terpuruk terhadap semua mata uang negara utama dunia. Rupiah merupakan mata uang yang paling...

GARUT, ruber — Wacana pemekaran atau Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Garut Selatan kembali menguat.

Namun demikian, masih ada sebagian kecamatan yang tidak mau bergabung dengan DOB Garut Selatan.

Seperti masyarakat di Kecamatan Cikajang, mereka menolak untuk bergabung dengan DOB Garut Selatan, nantinya.

Warga yang tergabung dalam Ormas Raksa Baraya mengaku makin mantap menolak wacana ini.

“Kita tidak menolak pemekaran Garut Selatan. Silakan saja pemekaran, tapi kami, warga Cikajang tidak mau diikutsertakan di dalamnya,” ujar Ketua Raksa Baraya Agus Saepul Manan, Kamis (1/8/2019).

Alasannya, kata Agus, masih sama seperti dahulu. Ada beberapa poin yang dinilai sangat serius kenapa Cikajang tidak mau bergabung.

Pertama, dilihat dari jarak tempuh. Jika Ibu kota Garut Selatan di Kecamatan Mekarmukti sebagaimana yang diwacanakan, jelas ini akan jadi masalah serius bagi warga Cikajang.

“Jarak tempuh jelas lebih dekat ke Kabupaten Garut saat ini, ketimbang ke Mekarmukti,” katanya.

Alasan kedua, kata Agus, adalah masalah PAD (Pendapatan Asli Daerah).

“Karena kalau kita kembali kepada pemekaran, esensinya adalah untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat. Apakah dengan PAD sekarang Garsel bisa menciptakan kesejahteraan?” tanyanya.

Agus khawatir, jika Cikajang masuk ke dalam bagian DOB Garsel, justru dijadikan penopang ekonomi pusat.

Sementara Cikajang sendiri, dikhawatirkan terabaikan.

“Karena PAD Cikajang di antara 16 kecamatan Garsel itu paling besar,” ucapnya. fey

loading…


Komentar

loading...

Artikel Terbaru

1092 Calon Jemaah Haji Ciamis Batal Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini

CIAMIS, ruber.id - Sebanyak 1092 calon jemaah haji asal Kabupaten Ciamis dipastikan batal berangkat tahun 1441 Hijriah/2020 ini. Hal...

Terimbas Corona, 386 Calon Jemaah Haji di Pangandaran Gagal Berangkat

PANGANDARAN, ruber.id - Pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan ibadah haji pada penyelenggaraan ibadah 1441 Hijriyah atau tahun 2020. Keputusan itu...

Hasil Rapid Test Masif di Sumedang, 31 Orang Reaktif

SUMEDANG, ruber.id - Pemkab Sumedang melakukan rapid test masif untuk melacak peta sebaran kasus COVID-19. Rapid test masif yang...

Anggaran Penanganan COVID-19 di Kota Tasik Tak Transparan, DPRD Akan Buat Nota

TASIKMALAYA, ruber.id -- Anggaran bantuan sosial (bansos) dan penanganan pandemi COVID-19 di Kota Tasikmalaya dinilai carut marut.

Kasus Pengeroyokan Karyawan Star Fashion di Boyolali, Polisi Hadirkan Belasan Saksi saat Reka Ulang

BOYOLALI, ruber.id - Satreskrim Polres Boyolali, Jawa Tengah melakukan prarekonstruksi (Pra reka ulang), kasus pengeroyokan karyawan Star Fashion di Jalan Ir Soekarno,...