Monday, 25 May 2020

Tusuk-tusuk Sarang Tawon, Bocah asal Garut Tewas Disengat, 3 Lainnya Jalani Perawatan Medis

Baca Juga

Biar Terhindar dari Bisikan Setan, PKL Ingin Azan di Telinga Anggota DPRD Garut Terpilih

  GARUT, ruber -- Aksi unjuk rasa mewarnai pelantikan 50 orang anggota DPRD Kabupaten Garut masa bakti 2019-2024 yang digelar, Selasa (13/08/2019), di Gedung DPRD...

780 Kafilah dari 26 Kecamatan di Sumedang Siap Bersaing Jadi yang Terbaik di MTQ Kabupaten

780 Kafilah dari 26 Kecamatan di Sumedang Siap Bersaing Jadi yang Terbaik di MTQ Kabupaten SUMEDANG, ruber.id -- Sebanyak 780 kafilah dari 26 kecamatan se...

Lima Objek Wisata di Pangandaran Disesaki Wisatawan

PANGANDARAN, ruber -- Lima objek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran disesaki pengunjung. Wisatawan mulai ramai berdatangan sejak H+1 Lebaran atau Kamis (6/6/2019) kemarin. Dan...

Penni: Saya Optimis 83% Kemenangan Prabowo-Sandi di Sumedang

SUMEDANG, ruber -- Seluruh tim pemenangan capres/cawapres Prabowo-Sandi terus melakukan pergerakan jelang Pilpres 2019 mendatang. Seperti yang dilakukan oleh Panglima Roemah Djoeang Prabowo-Sandi di Dapil...

ARMI, bocah 11 asal Garut yang tewas disengat tawon dimakamkan, Kamis (21/11/2019). ist/ ruber.id

Tusuk-tusuk Sarang Tawon, Bocah asal Garut Tewas Disengat, 3 Lainnya Jalani Perawatan Medis

GARUT, ruber.id — Nahas menimpa Armi Bin Hanhan. Bocah umur 11 tahun asal Kampung Nangela, Desa Cikedokan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat tewas dunia akibat disengat tawon.

Danramil Bayongbong Kapten Inf. Jaja, melalui Baminkomsos Sertu Misdi menjelaskan, awal mula insiden tersebut ketika korban beserta tiga temannya selesai melaksanakan pelatihan di madrasah.

BACA JUGA: Bocah 13 Tahun Hilang Tenggelam di Sungai Cimanuk Garut

Mereka pun melihat sarang tawon di salah satu rumah warga yaitu di rumah Maryam.

Pada saat itu, korban dengan teman lainnya menusuk-nusuk sarang tawon tersebut dengan menggunakan kayu.

“Setelah itu tawon keluar dari sarangnya dan menyerang korban beserta teman-temannya yang lain,” ujar Sertu Misdi kepada ruber.id, Kamis (21/11/2019).

Sesaat setelah kejadian, kata Misdi, korban pun langsung dilarikan menuju Puskesmas oleh orangtua masing-masing.

Sedangkan, Armi dan seorang adiknya yaitu Elzar dibawa pengobatan secara medis oleh orangtuanya ke klinik pengobatan Cisanca.

“Namun pada hari Kamis dini hari sekitar jam 00.00 Wib, Armi tak terselamatkan dan meninggal dunia,” ucap Misdi.

Adapun, kata Misdi, total korban tersengat tawon berjumlah empat orang.

Sementara itu, adik korban, yakni Elzar bin Hanhan, 9, pelajar kelas 4 SD Samarang, berhasil diselamatkan.

Dan dua orang korban lainnya yaitu Saeful Ulum, 12; pelajar kelas 7 SMPN 2 Bayongbong; dan Rizki, 11, pelajar kelas 6 SD Mekarsari. fey

Baca berita lainnya: Wacana Pemekaran 2020, Warga Cikajang Tolak Gabung DOB Garut Selatan

loading...

Komentar

Artikel Terbaru

Update Corona Pangandaran: 5 Orang Kontak Erat Dites Swab, 1 Pemudik Reaktif Rapid Test

PANGANDARAN, ruber.id - Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat telah melakukan tracing kasus COVID-19. Hal itu menyusul...

Kasus Corona di Garut Terus Bertambah, Total 2585 ODP

GARUT, ruber.id - Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, Jawa Barat merilis adanya tambahan 4 kasus baru ODP.

Korlesting Listrik, Ambulans di Tanjungsari Ludes Terbakar

TANJUNGSARI, ruber.id - Mobil ambulans yang sedang diperbaiki di Dusun Lanjung RT 01/06, Desa/Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang ludes terbakar.

Rumah Pensiunan asal Sumedang Utara Nyaris Ludes Terbakar

SUMEDANG UTARA, ruber.id - Dapur rumah milik Wahyu, 74, di Dusun Kebon Kalapa RT 01/05, Rancamulya, Sumedang Utara, Sumedang ludes terbakar.

Hari Lebaran, Pangandaran Digoyang Gempa 5.1 Magnitudo

PANGANDARAN, ruber.id - Bertepatan dengan hari raya Idul fitri 1441 Hijriyah, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat kembali digoyang gempa, Minggu (24/5/2020).