29.4 C
Indonesia
Sabtu, September 18, 2021
spot_img

Tinjau Produksi Gula Kristal di Purworejo, Menkop UKM: Koperasi Jangan Terus Jadi Mikro

BERITA PURWOREJO, ruber.id – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (28/8/2021). Kunjungan dipusatkan di Koperasi Wanita (Kopwan) Srikandi, Purworejo.

Teten datang ke Purworejo ini untuk melihat langsung produksi gula kristal. Sekaligus menyaksikan launching produk terbaru Kopwan Srikandi, yakni nexstar coconut syrup.

Didampingi Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti, Teten juga menempelkan logo kepada produk terbaru milik Kopwan Srikandi yang siap ekspor ini.

Selain itu, Teten juga sempat meresmikan rumah produksi gula kristal (brown sugar) di Desa Wonoroto.

Teten mengatakan, Kopwan Srikandi perlu didorong untuk terus mengembangkan potensinya. Selain itu, para petani yang menjadi mitranya juga perlu untuk dibina dan didorong agar lebih berkembang.

“Kopwan Srikandi perlu melakukan pengembangan pabriknya atau mungkin kemitraan di petaninya. Karena petani kelapa yang menjadi supplier juga harus dipikirkan. Sehingga, mereka dapat mengembangkan bagaimana mendapatkan bibit kelapa yang unggul. Jadi tidak hanya dari bisnis saja, tetapi juga fungsi sosialnya, ada proses edukasinya,” katanya.

BACA JUGA:  PPKM Level 3, PTMT di Purworejo Diikuti 50 Persen Siswa
BACA JUGA:  Tahun Baru Islam, Puluhan Anak Yatim dan Duafa di Kemiri Purworejo Terima Santunan

Teten mengajak, Pemprov Jawa Tengah, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dan perbankan untuk bersama-sama berintegrasi. Dalam pengembangan koperasi-koperasi seperti Kopwan Srikandi ini.

“Petani kelapa kan luas di Indonesia ini. Sehingga suplai bahan bakunya akan cukup. Jadi kalau ini diperbesar, dapat menjadi model koperasi produksi yang masuk dalam skala bisnis,” ucapnya.

Teten menuturkan, bertambahnya produsen permesinan juga perlu didorong. Agar ke depan, dapat berkembang menjadi industri permesinan.

Teten menceritakan, dahulu industri di Eropa juga terus tumbuh karena industri permesinnya juga tumbuh.

“Jadi bukan hanya memproduksi gula, tetapi kita juga bisa memulai memproduksi permesinan. Arah UMKM koperasi mengarah ke indutrialisasi ya seperti itu. Jadi, jangan koperasi dan UMKM masih mikro-mikro terus, kita harus mulai mengonsolidasi menjadi kekuatan ekonomi yang lebih besar,” jelasnya.

BACA JUGA:  Produksi Garam Organik Mulai Dikembangkan di Pesisir Pantai Purworejo
BACA JUGA:  Ziarah Makam Tokoh Warnai Peringatan Hari Pramuka di Purworejo

Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti menambahkan, saat ini, di Kabupaten Purworejo terdapat 279 koperasi dengan jumlah anggota mencapai 49.646 orang. Jumlah asetnya mencapai Rp552 miliar dan omsetnya Rp448.5 miliar.

Saat ini, sambung Yuli, baru terdapat 3 koperasi rantai pemasok yang sudah melakukan ekspor. Yakni Kopwan Srikandi, Koperasi Karmatera dan KSU Mitra Usaha.

Sedangkan untuk UMKM berjumlah 33.532 unit, dengan berbagai bidang usaha. Beberapa di antara sudah berorientasi ekspor, antara lain brown sugar, kayu, dan kerajinan bambu.

“Kami berharap, pemerintah pusat dapat terus memberikan dukungan dan fasilitasi agar koperasi dan UMKM di Kabupaten Purworejo semakin maju dan berkembang. Apalagi saat ini, di tengah berbagai permasalahan akibat pandemi yang telah mempengaruhi hampir semua sektor,” kata Yuli.

BACA JUGA:  Diintimidasi karena Dukung Bendungan Bener, Warga Wadas Curhat ke Bupati Purworejo

Sementara, Ketua Kopwan Srikandi, Sri Susilowati menyatakan, selama ini telah melakukan ekspor ke Rusia, Belanda, Kanada dan beberapa negara lainnya. Namun, dalam bentuk curah dan gula kristal.

BACA JUGA:  BUMDes se Purworejo Luncurkan Internet Murah Viberlink

“Jadi, mereknya di sana apa kita tidak tahu. Saat ini, kami sedang komunikasi ke FDA, agar kita menjadi member amazon yang akan menjualkan produk kami. Kami sudah impor botol sebanyak 28.500 botol. Sehingga ketika ada pesanan kita sudah siap,” terang Sri.

Penulis: R030/Purworejo
Editor: R003

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles