Wednesday, 8 Jul 2020

Tempat Relokasi Jauh, Korban Longsor di Banjarnegara Pilih Bangun Rumah Sendiri

Baca Juga

Pilkades 2020, Danramil Tomo: Calon Kepala Desa Harus Siap Menang, Siap Kalah!

UJUNGJAYA, ruber.id - Forkopimda Kecamatan Ujungjaya, Sumedang, Jawa Barat deklarasikan Pilkades damai, Kamis (21/2/2020). Diketahui, ada lima desa di...

Polsek Jatinangor Sumedang Sita Puluhan Bungkus Tuak Siap Edar

JATINANGOR, ruber.id - Jajaran Polsek Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat sita puluhan plastik miras jenis tuak. "Puluhan plastik tuak...

BPOM Temukan Formalin di Tutut yang Dijual di Taman Telor Sumedang

SUMEDANG, ruber -- Dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan di bulan Ramadan dan jelang Lebaran, Balai...

Buku Ajaran Khilafah Beredar di Madrasah Aliyah, HMI Minta Kemenag Pangandaran Tarik dari Sekolah

PANGANDARAN, ruber -- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciamis-Pangandaran meminta Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pangandaran menarik peredaran buku materi khilafah yang tertera pada buku...

BANJARNEGARA, ruber.id – Warga Desa Majatengah, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah pilih membangun rumah sendiri.

Warga yang terdampak longsor beberapa waktu lalu ini memilih membangun rumah secara mandiri, karena lokasi relokasi yang telah disiapkan pemerintah desa setempat terlalu jauh dari lokasi permukiman saat ini.

Kepala Desa Majatengah Kecamatan Banjarmangu Sarno mengatakan warga korban longsor kini telah mendirikan rumah secara mandiri di lahan sendiri.

Sarno menjelaskan, pada musibah longsor yang terjadi Februari lalu, ada 17 rumah yang terdampak longsor.

“Setelah dicek tinggal 12, yang 5 masih layak huni,” jelasnya, Rabu (1/7/2020).

Sarno menyebutkan, rumah yang telah dibongkar atau diratakan dengan tanah ada 4 unit.

Warga yang rumahnya dibongkar ini, mulai mendirikan rumah secara mandiri di lahan pribadi.

Pemerintah desa, kata dia, telah berupaya memfasilitasi relokasi di tanah bengkok milik desa.

Akan tetapi, warga korban longsor menolak dengan alasan, jarak dengan permukiman sebelumnya cukup jauh.

Alternatif lainnya, kata Sarno, juga telah diupayakan dengan mencari lahan untuk hunian relokasi.

“Mau pindah, tapi terkendala pembelian lahan,” ungkapnya.

Selain itu, kata Sarno, untuk membantu korban longsor, pemerintah desa juga telah mengalokasikan bantuan melalui anggaran perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTL), yang besarannhya Rp10 juta/rumah.

Namun, kata Sarno, hingga saat ini anggaran tersebut belum cair.

“Bagi yang telah mendirikan rumah secara mandiri menggunakana dana pribadi, pasti dapat.”

“Kami telah berkoordinasi dengan sekretaris desa dan perangkat desa lain, ada alokasi dana untuk relokasi yang nominalnya Rp10 juta/rumah,” jelasnya. (R024/Banjarnegara)

BACA JUGA: Akses Menuju Dieng Dijuluki Tol Kayangan, Pemkab Banjarnegara Jajaki Potensi Pariwisata

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Konvoi 50 Bus ke Pangandaran, Cara IPOBA Bangkitkan Dunia Pariwisata

PANGANDARAN, ruber.id - Selasa (7/7/2020), puluhan bus pariwisata dari berbagai perusahaan otobus (PO) memasuki objek wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat.

Kasus Bayi yang Dikubur di Indekos di Purworejo Terungkap, Ini Penjelasannya

PURWOREJO, ruber.id - Kasus penemuan mayat bayi yang dikubur di halaman belakang indekos di Kelurahan Sindurjan, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada Mei...

Kronologi Truk Batu Bara Masuk Jurang di Ciherang Sumedang

SUMEDANG SELATAN, ruber.id - Truk batu bara bernomor polisi D 9057 BA masuk jurang dan nyaris menimpa rumah di Jalan Raya Cirebon-...

BPBD Jawa Barat Kunjungi Kantor SAR Bandung, Ini yang Dibahas

SUMEDANG, ruber.id - Sebagai sesama instansi pemerintahan, Basarnas dan BPBD memiliki irisan dalam menjalankan tugas dan fungsinya di wilayah kebencanaan.

Forsil RTRW Resmi Dikukuhkan, Siap Bersinergi dengan Pemerintah

TASIKMALAYA, ruber.id - Setelah dibentuk pada bulan April 2020 lalu, kepengurusan Forum Silaturahmi (Forsil) RTRW resmi dikukuhkan, Senin...