Tempat Relokasi Jauh, Korban Longsor di Banjarnegara Pilih Bangun Rumah Sendiri

Img wa
WARGA Banjarnegara yang terdampak longsor mulai membangun rumah secara mandiri di lahan pribadi. r024/ruber.id

BANJARNEGARA, ruber.id – Warga Desa Majatengah, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah pilih membangun rumah sendiri.

Warga yang terdampak longsor beberapa waktu lalu ini memilih membangun rumah secara mandiri, karena lokasi relokasi yang telah disiapkan pemerintah desa setempat terlalu jauh dari lokasi permukiman saat ini.

Kepala Desa Majatengah Kecamatan Banjarmangu Sarno mengatakan warga korban longsor kini telah mendirikan rumah secara mandiri di lahan sendiri.

Sarno menjelaskan, pada musibah longsor yang terjadi Februari lalu, ada 17 rumah yang terdampak longsor.

“Setelah dicek tinggal 12, yang 5 masih layak huni,” jelasnya, Rabu (1/7/2020).

Sarno menyebutkan, rumah yang telah dibongkar atau diratakan dengan tanah ada 4 unit.

Baca juga:  KM Barokah asal Brebes Terbalik di Perairan Subang, Satu dari 13 ABK Hilang

Warga yang rumahnya dibongkar ini, mulai mendirikan secara mandiri di lahan pribadi.

Pemerintah desa, kata dia, telah berupaya memfasilitasi relokasi di tanah bengkok milik desa.

Akan tetapi, warga korban longsor menolak dengan alasan, jarak dengan permukiman sebelumnya cukup jauh.

Alternatif lainnya, kata Sarno, juga telah diupayakan dengan mencari lahan untuk hunian relokasi.

“Mau pindah, tapi terkendala pembelian lahan,” ungkapnya.

Selain itu, kata Sarno, untuk membantu korban longsor, pemerintah desa juga telah mengalokasikan bantuan melalui anggaran perbaikan Tidak Layak Huni (RTL), yang besarannhya Rp10 juta/rumah.

Namun, kata Sarno, hingga saat ini anggaran tersebut belum cair.

“Bagi yang telah mendirikan secara mandiri menggunakana dana pribadi, pasti dapat.”

Baca juga:  Sastrawan Purworejo Raih Hadiah dari Majelis Sastra Asia Tenggara

“Kami telah berkoordinasi dengan sekretaris desa dan perangkat desa lain, ada alokasi dana untuk relokasi yang nominalnya Rp10 juta/rumah,” jelasnya. (R024/Banjarnegara)

BACA JUGA: Akses Menuju Dieng Dijuluki Tol Kayangan, Pemkab Banjarnegara Jajaki Potensi Pariwisata