NEWS, ruber.id – Wakil Wali Kota Banjar H Nana Suryana Tanaman tarum areuy dicanangkan menjadi ikon baru Kota Banjar, Jawa Barat.
Nana menyampaikan hal itu, saat menutup kegiatan Hari Jadi ke-47 Krida Pertanian, pafa Jumat (12/7/019).
Dalam kesempatan ini, Nana juga menyempatkan diri untuk mengunjungi stand Komunitas TARAP (Tarum Areuy Produk), yang sehari sebelumnya juga sempat dikunjungi Walikota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih.
Kunjungan tersebut tidak lain terkait pengembangan tanaman tersebut, salah satu tanaman langka yang menghasilkan pewarna alami. Di mana ke depanya, bisa dijadikan salah satu ikon untuk Kota Banjar.
Nana juga tampak antusias dan menyambut positif apa yang di lakukan Komunitas TARAP, dalam mengembangkan sekaligus membudidayakan tarum areuy yang ikut terlibat dalam program PMKS.
Nana meyarankan agar komunitas tersebut dapat bersinergi dengan program desa/kelurahan terutama program Kotaku.
“Ini sangat bagus, prospek ke depanya coba bersinergi dengan program yang ada di desa/kelurahan terutama dengan program KotaKu,” katanya kepada ruber.id.
Sementara, Pendiri Komunitas Senja sekaligus Sekjen LGI DPW Priangan Yadi Supriyadi mengucakan terima kasih atas kunjungan walikota dan juga wakil walikota.
Ia berharap, pengembangan dan budidaya tarum areuy ini akan segera mengatasi permasalahan-permasalahan lingkungan dan PMKS yang ada di Kota Banjar.
“Semoga ini menjadi langkah awal dalam pengembangan dan budidaya tarum ini. Dan di HKP kali ini, Alhamdulilah para pemimpin Kota Banjar bisa menyempatkan mengunjungi stand kami sekaligus bisa berbicara lebih jauh tujuan budidaya tarum areuy ini,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua LGI DPW Priangan Wisnu Kuncoro.
Menurutnya, keikutsertaan tarum areuy di HKP Kota Banjar ini menjadi kesempatan yang baik.
Apalagi, wali kota dan wakil wali kota Banjar menyempatkan diri utuk mampir ke stand tarum.
“Saya sangat berharap agar seluruh rekan-rekan yg tergabung di dalam Komunitas Tarap dan LSM LGI bisa sepenuhnya fokus mendukung salah satu program ini, yaitu pengembangan dan pemanfaatan tanaman ini,” harapnya.
Dia mengajak kepada seluruh anggotanya untuk menyukseskan program pengembagan tarum areuy ini.
Sehingga, dapat membantu menyelesaikan permasalahan lingkungan dan PMKS.
“Tujuan akhir dari program kerja ini, adalah dapat memandirikan masyarakat. Selain itu, membangun kemampuan untuk memajukan diri ke arah kehidupan yang lebih baik secara seimbang,” ucapnya. ***



