29.4 C
Indonesia
Senin, September 27, 2021
spot_img

Dinas Pertanian Tawarkan Solusi Atasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Pangandaran

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menggagas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diusulkan menjadi kios pupuk bersubsidi.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Pangandaran Aep Haris mengatakan, pihaknya menawarkan solusi upaya mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi.

“Kami tawarkan untuk memfungsikan BUMDes di setiap desa sebagai kios. Sekarang kan jumlah kios se kabupaten hanya ada 38,” kata Aep, Rabu (18/11/2020).

Jumlah tersebut tentu tak berbanding lurus dengan jumlah desa yang ada di Kabupaten Pangandaran. Ada 93 desa yang tersebar di 10 kecamatan.

BACA JUGA:  Pupuk Organik Memengaruhi Hasil Tanaman Petani Pangandaran

“Kalau di tiap desa ada, masyarakat (konsumen) kan mudah untuk mendapatkan pupuk. Stok yang didistribusikan ke kios pun sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Profil Desa Padamulya Garut: Konsen Bangun Infrastruktur dan Ekonomi Kerakyatan

Aep menuturkan, persoalan kelangkaan pupuk bersubsidi hanya kesannya saja. Hal itu terjadi lantaran ada kesalahan dalam melakukan praktik transaksi, antara konsumen dengan kios.

“Harusnya konsumen bertransaksi di wilayahnya (kecamatan) sendiri. Jangan ke luar zona, ini sering terjadi. Pangandaran sebenarnya tidak pernah terjadi kelangkaan pupuk,” tuturnya.

Aep menyebutkan, dampak dari transaksi yang salah itu akhirnya kuota yang ada di kecamatan lain bakal berkurang. Sedangkan kuota di wilayahnya sendiri banyak tersisa.

BACA JUGA:  5 Kecamatan di Pangandaran Terdapat Kebun Karet

“Ini yang jadi persoalan, beberapa daerah di Pangandaran mengalami kendala dengan jauhnya jarak tempuh. Saat masyarakat akan melakukan transaksi ke kios,” sebutnya. (R001/smf)

BACA JUGA: Akibat Pandemi Corona

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles