Selasa, 11 Agu 2020

Soal Pegawai Yogya yang Disinyalir Salah Data, Ketua PIK COVID-19 Ciamis: Itu Tidak Benar, Hasil Swab Positif dan Valid

Baca Juga

Bawaslu Pangandaran Harus Naik Tiang Listrik Babat Ribuan APK

PANGANDARAN, ruber -- Ribuan Alat Peraga Kampanye (APK) Pemilu 2019 yang masih terpasang di sejumlah titik disikat habis Bawaslu Pangandaran, Senin (15/4/2019). BACA JUGA: Bawaslu Pangandaran...

Usai Diperiksa 12 Jam, Aktris Vanessa Angel Pingsan

ruber – Aktris Vanessa Angel pingsan saat keluar dari ruang pemeriksaan di gedung Subdirektorat Siber Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur pada Rabu (30/12019)....

Longsor Timbun Jalan Sukasari-Genteng, Polres Sumedang Imbau Warga Waspada

SUKASARI, ruber.id - Tebing longsor menimbun Jalan Raya Sukasari- Genteng, Sumedang, Senin (2/3/2020) dini hari. Bencana longsor terjadi di...

Inter Milan Jajaki Peluang Tukar Icardi dengan Striker Juventus Dybala

ruber -- Setelah resmi menggaet Antonio Conte sebagai pelatih kepala untuk tiga musim ke depan. Fokus Inter Milan saat ini tertuju pada upaya melepas...

CIAMIS, ruber.id – Ketua Pusat Informasi dan Koordinasi (PIK) COVID-19 Ciamis yang juga Juru Bicara Covid-19 Ciamis dr Bayu Yudiawan angkat bicara menanggapi berita warga Buninagara Tasikmalaya yang mengaku salah data.

Dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu malam (7/6/2020), Bayu mengungkapkan bahwa data yang diperolehnya cukup valid.

“Itu tidak benar (salah data). Datanya valid atas nama beliau (Asep Saepudin). Dari Labkesda Provinsi Jawa Barat muncul nama beliau,” katanya kepada ruber.id.

Terkait nama Asep tukang ayam yang sempat ditanyakan oleh petugas Dinas Kesehatan Ciamis, Bayu mengaku bahwa saat itu memang ada dua orang bernama Asep.

“Yang satu Asep dari Ciamis yang tukang ayam. Nah, satu lagi adalah Asep Saepudin dari Tasikmalaya,” ungkapnya.

Petugas, lanjut Bayu, menanyakan nama Asep untuk memastikan bukan Asep ayam yang ditelepon. Karena, Asep tukang ayam justru negatif. Sedangkan Asep Saepudin positif.

“Kami memastikan tidak memberitahukan kepada orang yang salah. Makanya ditanyakan nama lengkap dan pekerjaannya,” jelasnya.

Bayu juga membantah pernyataan Asep yang mengaku melakukan rapid test.

“Bukan rapid test, tapi tes swab dan hasilnya positif. Jadi memang ada dua shift tes masal.”

“Untuk Pak Asep Saepudin, beliau melakukan tes swab dan hasil dari Labkesda Jawa Barat hasilnya positif. Jadi tidak benar jika ada salah data,” tandasnya. (R020/Indra)

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Guru asal Situraja Positif Corona Ikut Rapat, 10 Pegawai Disparbudpora Sumedang Isolasi Mandiri

SUMEDANG, ruber.id - Seorang guru di Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat positif corona. Guru yang juga panitia hajat...

Rancangan KUPA-PPAS Disetujui Enam Fraksi di DPRD Pangandaran

PANGANDARAN, ruber.id - Sebanyak enam fraksi di DPRD Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menyetujui dan menerima penjelasan bupati. Hal itu terkait rancangan Kebijakan...

Bocah Tenggelam di Muara Ciasem Subang Ditemukan

SUBANG, ruber.id - Indra, 9, bocah yang tenggelam saat berenang di Kali Muara Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat ditemukan, Minggu (9/8/2020) malam...

Disulap Jadi Camping Groud, Perkebunan Teh Margawindu Sumedang Makin Ramai Dikunjungi

SUMEDANG, ruber.id - Perkebunan teh Margawindu di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mendadak ramai dikunjungi para pecinta alam,...

Bocah asal Subang Hilang di Kali Muara Ciasem

SUBANG, ruber.id - Indra, bocah umur 9, hilag tenggelam di Kali Muara Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (9/8/2020) sekitar jam 14.00...