Seluruh Kecamatan di Sumedang Rawan Bencana, Warga Diimbau Waspada

Img
SEJUMLAH petugas polisi dari Polsek Jatigede tinjau lokasi longsor yang menyebabkan jembatan gantung Blok Batu Agung putus. ist/ruang berita

Seluruh Kecamatan di Sumedang Rawan Bencana Longsor dan Banjir, Warga Diimbau Waspada

SUMEDANG, ruber.id — Memasuki musim hujan, warga di wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat diimbau untuk lebih waspada akan ancaman bencana pergerakan tanah, longsor dan banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang H Ayi Rusmana melalui Sekretaris BPBD Sumedang Joni Subarya menyebutkan, hampir seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Sumedang sangat berpotensi terjadi bencana longsor pergerakan tanah dan banjir.

BACA JUGA: Tak Ada Listrik dan Air, Wabup Sumedang Soroti Lokasi Relokasi Korban Longsor Ciherang

Joni mengatakan warga harus sudah mulai waspada terhadap kemungkinan bencana pergerakan tanah, yang bisa kapan saja terjadi di sekitar pemukiman penduduk.

“Jika dilihat dari topografinya, wilayah Sumedang ini memang merupakan daerah perbukitan dan pegunungan. Kondisi ini, tentu sangat berpotensi terjadi bencana pergerakan tanah.”

Baca juga:  Debat Pilpres 2019 Bikin Penasaran, Ini Ragam Tanggapan Warga Sumedang

“Oleh karena itu, kami mengimbau kepada warga untuk selalu waspada terhadap gejala bencana yang mungkin terjadi di musim hujan,” kata Joni, di kantornya, Senin (18/11/2019).

Bahkan, kata Joni, apabila ada warga yang melihat gejala-gejala pergerakan tanah di sekitar pemukimannya, diharapkan segera melaporkan hal tersebut kepada aparat setempat.

Sehingga, kata Joni, dapat secepatnya dilakukan tindakan atau penanganan.

Secara keseluruhan, lanjut Joni, wilayah Sumedang ini memang memiliki kerawanan pergerakan tanah.

“Meski tingkat kerawanan bencananya tidak semuanya berpotensi tinggi, namun tidak ada salahnya jika melakukan langkah antisipasi sebelum kemungkinan bencana itu benar-benar terjadi,” ajak Joni.

Sebab, kata Joni, berkaca pada kejadian tahun sebelumnya, sepanjang tahun 2018 lalu saja di wilayah Sumedang ini tercatat telah terjadi 280 kejadian bencana.

Baca juga:  Tak Ada A5, 99% Pasien RSUD Sumedang Tak Bisa Nyoblos

Di mana, semua peristiwa bencana itu rata-rata terjadi pada musim penghujan seperti sekarang.

“Dan itu harus menjadi pembelajaran bagi semua, agar selalu waspada terhadap kemungkinan longsor dan banjir,” ucap Joni.

Joni menjelaskan, berdasarkan pengalaman yang pernah terjadi, potensi bencana pergerakan tanah ini memang paling sering terjadi di sejumlah wilayah kecamatan.

Seperti di Kecamatan Jatinunggal, Sumedang Selatan, Rancakalong, Sumedang Utara, dan beberapa wilayah kecamatan lainnya.

Bahkan, kata Joni, pada awal musim hujan sekarang saja, longsor pergerakan tanah ini sudah terjadi di wilayah Desa Ciherang (Sumedang Selatan).

Lalu, di kompleks perumahan baru di wilayah Desa Rancamulya (Sumedang Utara), dan di wilayah Kecamatan Pamulihan.

Baca juga:  Polres Sumedang Pulasara dan Makamkan Jenazah Korban Corona

Joni menambahkan, selain harus mewaspadai ancaman longsor pergerakan tanah, pada musim hujan seperti ini, warga juga diimbau harus mewaspadai ancaman bencana banjir.

Sebab, lanjut Joni, sesuai data yang dimiliki BPBD Sumedang, potensi banjir di wilayah Kabupaten Sumedang ini ternyata lumayan banyak, yaitu mencapai 14 titik.

Sebanyak 14 titik daerah yang rawan banjir ini, meliputi Kecamatan Cimanggung 4 titik, Kecamatan Jatinangor 5 titik.

Kemudian, Kecamatan Ujungjaya 1 titik, Kecamatan Jatigede 1 titik, Kecamatan Tomo 1 titik, Kecamatan Pamulihan 1 titik, dan Kecamatan Surian 1 titik. luvi

Baca berita lainnya: Satu Rumah Roboh, 11 Retak-retak Akibat Longsor di Ibnu Sina: BPBD Sumedang Siagakan Personel