Minggu, 20 Sep 2020

Innalillahi, Dalam Sebulan, Terjadi 30 Bencana Alam di Sumedang

Baca Juga

Amankan Jalur Mudik, Polres Sumedang Terjunkan 1200 Personel Gabungan

SUMEDANG, ruber – Jelang musim mudik Lebaran 2019, Polres Sumedang telah menyiapkan sekitar 1200 personil gabungan yang akan dilibatkan pada Operasi Ketupat Lodaya 2019. Personil...

Dua Korban Tewas Longsor di Pasanggrahan Sumedang

SUMEDANG, ruber.id -- Dua korban tewas dan dua lainnya kritis pasca-longsor menerjang sawah di wilayah Linkungan Cilipung RT 03/15, Kelurahan Pasanggrahan Baru, Kecamatan Sumedang...

Kawanan Tawon Serang Dua Warga Darmaraja Sumedang

DARMARAJA, ruber.id - Dua warga Dusun Cipeundey RT 05/07, Desa Sukaratu, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang jadi korban serangan tawon.

Lebih dari 300 Ribu Warga Sumedang Nunggak Pajak Kendaraan

SUMEDANG, ruber.id -- Sebanyak 30% atau 300.000 warga di Kabupaten Sumedang masih menunggak pajak kendaraan bermotor. TONTON VIDEO LIPUTANNYA, VISIT:  Para Penunggak Pajak Ditilang Pak...

SUMEDANG, ruber.id – Sepanjang Januari 2020, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dilanda 30 bencana alam.

Bencana alam yang terjadi di wilayah Sumedang ini disebabkan hujan dengan intensitas tinggi.

Seperti bencana longsor di Dusun Cilipung, Kelurahan Pasanggrahan Baru Sumedang Selatan, yang merenggut dua nyawa warga.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang Yedi menyebutkan, berdasarkan data yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang, dari 30 kejadian bencana alam ini, tercatat ada 2 korban jiwa dan 82 rumah mengalami kerusakan.

“Kami mencatat, selama Januari (2020) kemarin, di wilayah Sumedang terjadi 30 kali peristiwa bencana.”

“Baik itu bencana pergerakkan tanah, longsor, banjir bandang, pohon tumbang, hingga angin puting beliung,” ujar Yedi ditemui di kantornya, Senin (3/2/2020).

Yedi menjelaskan, puluhan bencana yang terjadi di wilayah Sumedang selama Januari 2020 ini antara lain bencana longsor sebanyak 14 kejadian.

Lalu, angin puting beliung 1 kejadian, banjir bandang 3 kejadian, bencana pergerakkan tanah 5 kejadian.

Kemudian, sejumlah bencana alam lainnya yang disebabkan akibat tingginya intensitas curah hujan selama awal tahun 2020 ini.

“Dari seluruh rentetan peristiwa bencana ini, diperkirakan kerugian materialnya mencapai Rp731 juta,” ucap Yedi.

Dengan banyaknya kejadian bencana alam ini, Yedi mengimbau seluruh warga Sumedang untuk selalu waspada.

Khususnya, kata Yedi, ketika cuaca ekstrem seperti terjadi saat ini.

Selain itu, kata Yedi, jika di sekitar pemukiman terlihat ada potensi bencana, maka warga harus segera melaporkannya ke pemerintah setempat.

Sehingga, lanjut Yedi, bencana alam yang terjadi dapat secepatnya ditangani.

“Sumedang ini merupakan daerah perbukitan, jadi sangat berpotensi terjadi bencana. Maka dari itu, warga harus selalu waspada, terutama pada musim hujan saat ini,” ujar Yedi. (R003)

Baca berita lainnya: Tebing SDN Peusar Baginda Sumedang Longsor, Akses Menuju Sekolah Tertimbun, Ancam Keselamatan Siswa

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Dua Rumah di Pamulihan Sumedang Ludes Terbakar

SUMEDANG, ruber.id - Dua rumah panggung di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang ludes terbakar, Sabtu (19/9/2020) malam sekitar jam 20.15 WIB.

Ratu Dangdut Elvy Sukaesih Positif COVID-19

NASIONAL, ruber.id - Ratu Dangdut  Elvy Sukaesih positif COVID-19 dan dikabarkan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Putri Umi Elvy yaitu...

BJB Pangandaran Ngadigi, Digitalkan Sejumlah Objek Wisata

PANGANDARAN, ruber.id - Bank BJB bekerjasama dengan Pemkab Pangandaran, Jawa Barat dalam pengaplikasian QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard.

Sudah 4 Orang Meninggal karena COVID-19, Masih Banyak Warga Sumedang Melanggar Prokes

SUMEDANG, ruber.id - Sejak pandemi Covid-19 bulan Maret 2020 lalu, sudah ada empat warga Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang terkonfirmasi virus corona...

Catatkan 7 Kasus Baru, Konfirmasi Covid-19 Tasikmalaya 52 Orang

TASIKMALAYA, ruber.id - Dalam dua hari terakhir, kasus konfirmasi positif Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat kembali bertambah tujuh orang, Sabtu (19/9/2020).