21.4 C
Indonesia
Rabu, September 22, 2021
spot_img

Multaqo Ulama Sumedang Tolak People Power

BUPATI Sumedang H Dony Ahmad Munir mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga situasi tetap kondusif paskapemilu, di RM Joglo, Kamis (16/5/2019). ist/ruang berita

SUMEDANG, ruber — Ulama dan pemikir Islam dari berbagai organisasi massa, menghadiri acara Multaqo Ulama, Pimpinan Pondok pesantren dan cendikiawan se kabupaten di RM Joglo, Kamis (16/5/2019).

BACA JUGA: Multaqo Ulama Ciamis Harapkan People Power Tak Terjadi

Mengusung tema Untuk Indonesia Damai, multaqo tingkat Kabupaten Sumedang ini menghasilkan sembilan pernyataan sikap. Di antaranya menolak adanya pengerahan massa atau people power pada 22 Mei 2019 mendatang.

Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi kepada MUI Sumedang yang telah berinisiatif melaksanakan kegiatan multaqo dalam mewujudkan indonesia agar tetap aman, damai dan sejahtera.

BACA JUGA:  Hasil Perses vs Persitas: Gol Restu Selamatkan Laskar Insun Medal dari Kekalahan
BACA JUGA:  Ratusan Pelajar Sumedang Ikuti Seleksi Persiapan Tim Popwilda

“Terima kasih kepada MUI, sebuah inisiatif yang luar biasa, yang tentunya akan memberikan kemanfaatan dan kemaslahatan bagi umat,” ucapnya.

Bupati merasa bersyukur bahwa perhelatan pileg dan pilres di Kabupaten Sumedang dapat berjalan aman, damai dan lancar.

Menurutnya, hal itu berkat kontribusi dari semua pihak, khususnya para ulama dalam menebarkan pesan-pesan yang disampaikan kepada masyarakat sehingga Sumedang tetap kondusif.

“Alhamdulillah, selama ini perhelatan demokrasi di Kabupaten Sumedang dapat berjalan dengan aman, damai, lancar dan kondusif.”

“Semua itu berkat kontribusi dari semua pihak, khususnya peran dari para ulama dalam menebarkan pesan-pesan perdamaian, menebarkan pesan persatuan dan kesatuan sehingga Sumedang tetap dalam situasi kondusif.”

BACA JUGA:  Upacara Kemerdekaan RI di Kodim 0610/Sumedang, Dandim Ajak Kilas Balik Menuju Detik-detik Proklamasi
BACA JUGA:  Tekan Kasus DBD, Ini Langkah yang Dilakukan Puskesmas Sumedang Selatan

“Mari tetap pertahankan, dan semoga 22 Mei mendatang dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

Bupati berharap, kegiatan multaqo ini dapat menghasilkan sebuah keputusan yang menjadi dasar pegangan bagi masyarakat Sumedang dalam menjaga keamanan dan kedamaian.

Serta tetap mengedepankan nilai-nilai tradisi tawasut, tasamuh,  tawasuh dan i’tidal.

“Saya titip Sumedang kepada semuanya, mudah-mudahan aman damai dan kondusif. Tentunya, hal ini menjadi kewajiban bersama untuk menjaga dan mempertahankannya sehingga menjadi warisan bagi anak cucu kita,” sebutnya. luvi

loading…


Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles