Sunday, 5 Apr 2020

Sebar Ajakan Ngebom Massal di Whatsapp, Guru PNS di Garut Ditangkap Polisi

Baca Juga

Bantuan Air Bersih dari BPBD Kota Tasik Disambut Antusias Warga Perum Nanggela

Bantuan Air Bersih dari BPBD Kota Tasik Disambut Antusias Warga Perum Nanggela TASIK KOTA, ruber.id -- Meskipun sudah memasuki musim hujan, stok air bersih di...

Sejak Corona Merebak, Miliarder Terkaya di Dunia Ini Tambah Kaya Raya

INTERNASIONAL, ruber.id - Sejak virus corona merebak dan mengancam umat manusia, orang terkaya di dunia, Jeff Bezos makin tambah kaya.

Melalui BSMSS, Kodim Sumedang Bantu Atasi Masalah Infrastruktur di Rancakalong

Melalui BSMSS, Kodim Sumedang Bantu Atasi Masalah Infrastruktur di Rancakalong SUMEDANG, ruber.id -- Kodim 0610/Sumedang menggelar Program Bakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMS) tahun 2019...

Dipercaya Jadi Tuan Rumah Rakernas HDCI 2019, Kota Bandung Bakal Jadi Lautan Moge

Dipercaya Jadi Tuan Rumah Rakernas HDCI 2019, Kota Bandung Bakal Jadi Lautan Moge KOTA BANDUNG, ruber.id -- Kabar gembira buat seluruh bikers yang tergabung dalam...

TRUNOYUDO didampingi Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, di Mapolres Garut, Selasa (21/05/2019). ist./ruang berita

GARUT, ruber — Gara-gara menyebarkan pesan ajakan pengeboman massal di KPU RI, Jakarta, pada 22 Mei 2019, AS (45) guru PNS di Kabupaten Garut, diamankan Polisi.

AS diketahui menyebarkan ajakan pengeboman tersebut di pesan grup Whatsapp.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, AS dalam ajakannya itu menyebarkan pesan hoaks bernada ancaman dan provokasi.

Dalam pesan itu, AS mengundang orang-orang untuk turut serta melakukan pengeboman massal di Jakarta.

AS pun diamankan di kediamannya di Kampung Jatijajar, Desa Sindangsuka, Kecamatan Cibatu, Garut Sabtu (18/05/2019) lalu.

“Dari laporan yang masuk, penyidik melakukan penyelidikan hingga penyidikan. Berdasarkan ¬†pemeriksaan saksi-saksi, ada unsur tindak pidana, hingga ditetapkan jadi tersangka,” kata Trunoyudo didampingi Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, di Mapolres Garut, Selasa (21/05/2019).

Trunoyudo juga mengungkapkan, pelaku dalam hal ini terbukti secara sengaja dan sadar menyebarkan pesan yang diterimanya dari salah satu grup pendukung capres/cawapres Prabowo Sandi di handphonenya.

Polisi sendiri mendapatkan laporan dari masyarakat yang resah membaca pesan yang beredar tersebut.

Sementara itu Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, tersangka AS ini akan diamankan hingga tujuh hari ke depan dalam proses penyidikan Kepolisian.

Atas perbuatannya ini, AS dijerat pasal berlapis dari mulai undang-undang ITE hingga undang-undang Terorisme, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun. Fey

 

 

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Warga Garut Positif Corona Jadi Dua, Pasien Pernah Kontak Langsung dengan 110 Orang

GARUT, ruber.id - Warga Garut, Jawa Barat positif terjangkit COVID-19 tambah satu. Jadi total warga Garut positif corona menjadi dua.

ODR di Sumedang Tembus 18.303, Positif Rapid Test COVID-19 Jadi 14 Orang

SUMEDANG, ruber.id - Hanya ada satu warga Sumedang, Jawa Barat yang terinfeksi virus corona hingga Sabtu (4/4/2020). Selain itu,...

Hasil Rapid Test 3 Praja Putri IPDN Positif Imunitas Lemah, Senin Dites Swab

JATINANGOR, ruber.id - Setelah hari kemarin, hasil rapid test COVID-19 untuk praja putri IPDN Jatinangor imunitas positif lemah, dua praja putri lainnya...

Peresmian RSUD Pandega Pangandaran via Teleconference

PANGANDARAN, ruber.id - Melalui teleconference, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmikan Gedung RSUD Pandega milik Pemkab Pangandaran, Sabtu (4/4/2020).

Perbatasan Sumedang Bandung di Jatinangor Dijaga Ketat Aparat Gabungan

JATINANGOR, ruber.id - Wilayah perbatasan Bandung - Sumedang di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang dijaga ketat aparat gabungan. Jumat (3/4/2020)...