Senin, 10 Agu 2020

Sebar Ajakan Ngebom Massal di Whatsapp, Guru PNS di Garut Ditangkap Polisi

Baca Juga

Nikmatnya Kopi Sumedang Bakal Manjakan Atlet Paralayang Dunia

Nikmatnya Kopi Sumedang Bakal Manjakan Atlet Paralayang Dunia SUMEDANG, ruber.id -- Selain tahu, saat ini, kopi menjadi komoditas unggulan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Hal ini terbukti...

Kaki Pecah-pecah? Begini Lho Cara Mengatasinya

Kaki Pecah-pecah? Begini Lho Cara Mengatasinya ruber.id -- Anda pernah mengalami kaki pecah-pecah? Yakni kondisi dimana kulit kering dan kulit yang menebal. Kondisi tersebut tentunya...

Mulai 1 Januari, Sejumlah RS Stop Layani Pasien BPJS Kesehatan

JAKARTA, ruber -- Pemilik BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan kini harus selektif memilih rumah sakit yang akan dituju untuk berobat. Pasalnya, beberapa rumah sakit...

Dituduh Tak Adil Terhadap Pemudik oleh Anggota DPRD Pangandaran, Kades Kertaharja: Ada Aturannya!

PANGANDARAN, ruber.id - Kepala Desa Kertaharja Masluh dituduh tidak adil dalam mengarantina pemudik oleh anggota DPRD Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

TRUNOYUDO didampingi Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, di Mapolres Garut, Selasa (21/05/2019). ist./ruang berita

GARUT, ruber — Gara-gara menyebarkan pesan ajakan pengeboman massal di KPU RI, Jakarta, pada 22 Mei 2019, AS (45) guru PNS di Kabupaten Garut, diamankan Polisi.

AS diketahui menyebarkan ajakan pengeboman tersebut di pesan grup Whatsapp.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, AS dalam ajakannya itu menyebarkan pesan hoaks bernada ancaman dan provokasi.

Dalam pesan itu, AS mengundang orang-orang untuk turut serta melakukan pengeboman massal di Jakarta.

AS pun diamankan di kediamannya di Kampung Jatijajar, Desa Sindangsuka, Kecamatan Cibatu, Garut Sabtu (18/05/2019) lalu.

“Dari laporan yang masuk, penyidik melakukan penyelidikan hingga penyidikan. Berdasarkan  pemeriksaan saksi-saksi, ada unsur tindak pidana, hingga ditetapkan jadi tersangka,” kata Trunoyudo didampingi Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, di Mapolres Garut, Selasa (21/05/2019).

Trunoyudo juga mengungkapkan, pelaku dalam hal ini terbukti secara sengaja dan sadar menyebarkan pesan yang diterimanya dari salah satu grup pendukung capres/cawapres Prabowo Sandi di handphonenya.

Polisi sendiri mendapatkan laporan dari masyarakat yang resah membaca pesan yang beredar tersebut.

Sementara itu Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, tersangka AS ini akan diamankan hingga tujuh hari ke depan dalam proses penyidikan Kepolisian.

Atas perbuatannya ini, AS dijerat pasal berlapis dari mulai undang-undang ITE hingga undang-undang Terorisme, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun. Fey

 

 

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Guru asal Situraja Positif Corona Ikut Rapat, 10 Pegawai Disparbudpora Sumedang Isolasi Mandiri

SUMEDANG, ruber.id - Seorang guru di Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat positif corona. Guru yang juga panitia hajat...

Rancangan KUPA-PPAS Disetujui Enam Fraksi di DPRD Pangandaran

PANGANDARAN, ruber.id - Sebanyak enam fraksi di DPRD Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menyetujui dan menerima penjelasan bupati. Hal itu terkait rancangan Kebijakan...

Bocah Tenggelam di Muara Ciasem Subang Ditemukan

SUBANG, ruber.id - Indra, 9, bocah yang tenggelam saat berenang di Kali Muara Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat ditemukan, Minggu (9/8/2020) malam...

Disulap Jadi Camping Groud, Perkebunan Teh Margawindu Sumedang Makin Ramai Dikunjungi

SUMEDANG, ruber.id - Perkebunan teh Margawindu di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mendadak ramai dikunjungi para pecinta alam,...

Bocah asal Subang Hilang di Kali Muara Ciasem

SUBANG, ruber.id - Indra, bocah umur 9, hilag tenggelam di Kali Muara Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (9/8/2020) sekitar jam 14.00...