Sunday, 31 May 2020

Sah! Idul Fitri 1441 Hijriah Jatuh pada Minggu 24 Mei 2020

Baca Juga

Bupati Dony Minta Pejabat Sumedang Responsif Tanggapi Keluhan Warga di Media

SUMEDANG, ruber -- Seluruh pejabat dalam Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) di lingkungan Pemkab Sumedang diminta responsif terhadap setiap keluhan masyarakat yang beredar di...

Soal Surat Bantuan ke Sejumlah SKPD, Sekda Sumedang: Itu untuk Mamin Anggota Satpol PP

SUMEDANG, ruber -- Sejumlah SKPD hingga RSUD Sumedang menerima surat dari Sekda Sumedang Herman Suryatman. Dalam surat bernomor: 027/1282/satpol /III/2019 itu, tertulis permohonan bantuan jamuan...

Kekeringan, Areal Pertanian di Tasikmalaya Terancam Gagal Panen

    TASIKMALAYA, ruber – Kemarau baru berlangsung sekitar satu bulan. Namun, puluhan hektare areal persawahan di Kabupaten Tasikmalaya sudah mengalami kekeringan cukup parah. Alhasil, tak sedikit...

Fakta Kopi Cleng: Bukannya Bikin Kuat, Malah Bikin Peminumnya Sekarat dan Nyaris Tamat

Fakta Kopi Cleng: Bukannya Bikin Kuat, Malah Bikin Peminumnya Sekarat dan Nyaris Tamat SUMEDANG, ruber.id -- Beredarnya kopi penambah stamina pria, bermerek Kopi Cleng dan...

JAKARTA, ruber.id – Pemerintah Republik Indonesia menetapkan 1 Syawal 1441 Hijriah jatuh pada Minggu (24/5/2020) besok.

Dilansir dari Kompas.com, pengumuman Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah ini disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi.

Pengumuman disampaikan setelah sidang isbat pada Jumat (22/5/2020).

Fachrul menyebutkan, sidang isbat secara bulat menyatakan 1 Syawal 1441 Hijriah jatuh pada hari Ahad atau Minggu, 24 Mei 2020.

Penetapan 1 Syawal 1441 H ini adalah hasil sidang isbat yang dilakukan Kementerian Agama bersama ulama, ormas Islam, dan pemangku kepentingan.

Sidang isbat, kata dia, dilakukan dengan mempertimbangkan dua hal.

Yakni hasil berdasarkan perhitungan astronomi (Hisab) dan rukyatul hilal, atau pengamatan hilal atau bulan baru.

“Ini bukan dua metode yang saling berhadapan atau dibenturkan. Tapi keduanya sama pentingnya,” jelasnya.

Menag menjelaskan, pemerintah sejak dulu menggunakan dua metode ini.

“Sehingga ini jadi saling melengkapi satu dengan yang lain,” ucapnya.

Menag menuturkan, berdasarkan pengamatan hisab, diketahui ketinggian hilal masih di bawah ufuk.

Ketinggian hilal di seluruh Indonesia, berada bawah ufuk antara minus 5 derajat 17 menit sampai dengan minus 3 derajat 58 menit.

Sementara, kata Menag, rukyatul hilal dilakukan dari 80 titik pengamatan, yang tersebar di sejumlah penjuru wilayah Indonesia.

“Dari hasil rukyatul hilal juga mengonfirmasi perhitungan hisab. Di mana telah dikonfirmasi di 80 titik di 34 provinsi, atau seluruh provinsi di Indonesia,” ucapnya.

Dari 80 titik itu, lanjut Menag, semua melaporkan tidak melihat hilal. (R003)

BACA JUGA: Mudik Lebaran 2020 Jadi yang Terberat bagi Pemerintah dan Aparat Keamanan, Ini Alasannya

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Sudah Ada 2 Kematian, Kasus Demam Berdarah di Sumedang Tinggi di 3 Kecamatan

SUMEDANG, ruber.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mencatat 2 kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD). Sejak Januari-April...

Jadi Zona Biru Corona, Bupati Sumedang Puji para Camat

SUMEDANG, ruber.id - Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir memuji kinerja 26 camat se Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Bupati...

Minggu Pagi, Rumah Jompo di Sumedang Utara Ludes Terbakar

SUMEDANG UTARA, ruber.id - Rumah milik jompo di Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang ludes terbakar, Minggu (31/5/2020) pagi sekitar jam 09.30 WIB.

Dua Korban Tenggelam di Pantai Dadap Indramayu Ditemukan

INDRAMAYU, ruber.id - Dua korban yang hilang terseret arus di Pantai Dadap, Indramayu, Jawa Barat ditemukan meninggal dunia, Sabtu (31/5/2020) malam.

Warga Cilacap Ditemukan Tewas di Pantai Karang Tirta Pangandaran

PANGANDARAN, ruber.id - Tim SAR gabungan menemukan Sabar, 25, di Pantai Karang Tirta, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (30/5/2020) malam jam 19.30 WIB.