Rusia Bombardir Kyiv, di Tengah Lawatan 3 Pemimpin Eropa

Rusia Bombardir Kyiv, di Tengah Lawatan 3 Pemimpin Eropa
Foto from Pixabay.

BERITA INTERNASIONAL, ruber.id – Rusia kembali bombardir Ibu Kota Kyiv, Ukraina di tengah lawatan tiga pemimpin Eropa, Selasa (15/3/2022) kemarin.

Tiga pemimpin tersebut yakni Perdana Menteri Ceko Petr Fiala, Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawlecki, dan Perdana Menteri Slovenia Janez Jansa.

Ketiganya, mewakili Dewan Eropa untuk menemui Presiden Ukraina Volodomyr Zelensky dan Perdana Menteri Denys Shmyhal.

Roket Rusia Hujani Bumi Kyiv

Di tengah pertemuan tersebut, Rusia melancarkan serangan dan membuat sebuah apartemen rata dengan tanah usai dihajar roket Kremlin.

Aksi tersebut, menewaskan 4 orang dan menyebabkan kebakaran parah.

Kondisi itu, membuat Wali Kota Kyiv Vitaly Klitschko langsung mengupayakan penyelamatan darurat serta memberlakukan jam malam. Setidaknya 35 jam ke depan, seperti dilansir dari VOA, Rabu (16/3/2022).

Baca juga:  Palestina: Dunia Internasional Gagal Setop Rezim Apartheid

Dalam kunjungannya, PM Ceko mengatakan tujuan mereka hendak menegaskan dukungan Uni Eropa kepada Ukraina.

“Kami melakukan ini untuk kedaulatan dan kemerdekaan Ukraina,” kata Fiala.

Sementara, PM Polandia menuliskan lewat akun pribadi media sosialnya, jika sejarah dunia sedang dibuat dan seharusnya dunia ikut berpartisipasi memberi dukungan pada Ukraina.

“Ini bukan mengenai kita melainkan masa depan anak-anak yang layak untuk hidup di dunia. Di sinilah dimulainya kebebasan berjuang melawan tirani,” tulis Morawlecki di Facebook dan Twitternya.

Kunjungan tersebut juga sekaligus memberitakan, tentang sanksi terbaru Uni Eropa terhadap Rusia.

Sanksi itu, salah satunya dengan melarang Rusia menginvestasikan sektor energinya dengan negara mana pun.

Baca juga:  Pelanggaran HAM di Dunia, di Palestina di Antaranya

Selain itu juga, Negeri Beruang Merah dibatasi akses perdagangan untuk besi, baja serta barang mewah.

Melenggangnya tiga pemimpin Eropa ke Kyiv ini, disebut-sebut sebagai kekalahan Moskow yang sangat terlihat. Hingga hari ke-20, Ibu Kota Kyiv masih bertahan dari gempuran Rusia.

Sebelum diadakannya kunjungan itu, Uni Eropa membuka kesempatan dan kemungkinan bagi Ukraina. Untuk bergabung dengan mereka di hari itu, namun sekitar 10 anggota UE enggan menerima Kyiv.

“Tidak ada yang bergabung dengan Uni Eropa hanya dalam waktu semalam,” tegas Perdana Menteri Kroasia Andrej Pkenkovic, pekan lalu.

Pernyataan Pkenkovic memang masuk akal, sebab untuk bergabung ke UE, sebuah negara membutuhkan waktu tahunan.

Baca juga:  Hari Kasih Sayang, Padahal Sejarah Valentine Ngeri Sekali

Kemudian, banyak persyaratan yang harus dipenuhi termasuk stabilitas ekonomi, rendahnya korupsi, serta tingginya penghormatan pada hak asasi manusia (HAM).

Penulis: Ardini Maharani DS/Editor: Bam