Sunday, 5 Jul 2020

Posting Informasi Hoaks, Pemuda Asal Jatinangor Sumedang Ini Terancam Pidana Hingga 6 Tahun

Baca Juga

Minimalisasi Laka Air, Polair Polres Sumedang Rutin Sisir Waduk Jatigede

JATIGEDE, ruber.id - Sebagai upaya meminimalisasi kecelakaan air, Polair Polres Sumedang rutin melakukan penyisiran di perairan Waduk Jatigede, Jawa Barat.

Elegi Cinta Beda Usia di Pati: Tasmi-Dwi Batal Nikah

PATI, ruber -- Selisih usia 20 tahun tak menghalangi jalinan cinta Sutasmi, 58, warga Desa Jepat Lor, Kecamatan Tayu, Pati, dan Dwi Purwanto, 19,...

DPRD Sumedang Bakal Hapus Retribusi Pengelolaan Kekayaan Daerah

SUMEDANG, ruber -- DPRD Kabupaten Sumedang akan menghapus semua jenis retribusi yang bersumber dari pengelolaan kekayaan daerah. Saat ini, rencana penghapusan retribusi ini telah dibahas...

PAD Sektor Perikanan 2018 Surplus, Nelayan Pangandaran Penyumbang Terbesar

PANGANDARAN, ruber -- Setelah mengalami penurunan kunjungan wisata pada akhir 2018, hingga target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tidak tercapai. Pendapatan Asli Daerah...

Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo jumpa pers kasus hoaks 22 Mei, Kamis sore. bay/ruang berita

SUMEDANG, ruber Pemuda 31 tahun atas nama DP, warga Dusun Sayang RT 03/07, Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang ditangkap Satreskrim Polres Sumedang.

Dia diduga melakukan penyebaran hoaks kerusuhan 21 Mei 2019 yang terjadi di DKI Jakarta pada akun media sosial Facebook miliknya.

DP yang merupakan karyawan di salah satu radio swasta ternama di Kota Bandung ini, ditangkap polisi lantaran mengupload kata-kata yang dianggap tidak benar atau hoaks terkait kejadian kerusuhan 21 Mei di Jakarta.

“Kejadian kerusuhan kemarin antara Polri dengan perusuh, dimanfaatkan oleh tersangka untuk memposting sesuatu yang tidak benar,” ujar Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo saat  jumpa pers di halaman Mako Polres Sumedang, Kamis (23/5/2019).

Hartoyo mengatakan, postingan yang ditulis oleh tersangka pada FB dengan nama akun Dian Pardiana merupakan kata-kata yang tidak benar.

Ada tiga postingan yang menjadi dasar untuk penangkapan tersangka DP. Di antaranya sebagai berikut:

“Edan kieu aparat keparat teh, kacida nepika make peluru bener. Umat Islam moal mungkin nyieun rusuh mun teu dibalakan koplok, Semoga Alloh memusnahkan anda yang menggunakan kekuasaan untuk menindas”.

 “Kerusuhan di Petamburan geus teu lucu settingana. Era atuh uy anda penguasa, rakyat teu barodo jaman ayeuna mah”.

“Sesuatu yang sudah tidak benar itu ditambahin oleh yang tidak benar lagi. Oleh karena itu kemarin saya langsung perintahkan untuk menangkap tersangka ini.”

“Karena ini berpotensi memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Juga akan menimbulkan kebencian-kebencian baru bagi orang yang tidak tahu,” terangnya.

Berbekal sejumlah alat bukti berupa satu unit handphone android dan screenshoot beberapa postingan ujaran kebencian milik tersangka, DP dikenakan Pasal 45 Undang-undang ITE junto pasal 207 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

“Padahal, pendidikan dan profesi tersangka ini juga mumpuni. Fanatisme itu boleh, tapi kalau sempit dan diarahkan ke hal yang salah ini yang jadi bahaya,” tuturnya. bay

 

 

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Kabar Baik, Pasien Positif Corona di Garut Tinggal 1 Orang

GARUT, ruber.id - Kabar baik, pasien positif COVID-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat yang masih dirawat tinggal tersisa 1 orang.

Seorang Pendaki Hilang di Gunung Guntur Garut

GARUT, ruber.id - Seorang pendaki dilaporkan hilang di Gunung Guntur, Desa Sukawangi, Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut, Jawa Barat, sejak Sabtu (4/7/2020).

Alhamdulillah, Pasien Positif Corona di Kota Tasikmalaya Tinggal 2 Orang

TASIKMALAYA, ruber.id - Dari 26 orang pasien positif corona asal Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, kini tersisa tinggal 2 pasien yang masih menjalani...

Update COVID-19 Pangandaran: 17 Positif, 10 Sembuh, OTG Masih Tinggi

PANGANDARAN, ruber.id - Hingga Sabtu (4/7/2020), total warga Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat terkonfirmasi positif corona sebanyak 17 orang. Dari...

ODP asal Sumedang Utara Reaktif Rapid Tes

SUMEDANG UTARA, ruber.id - Satu warga asal Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat reaktif rapid test. "Yang bersangkutan...