Wednesday, 8 Jul 2020

PMII Kebumen Kecam Tindakan Represif Oknum Kepolisian Pamekasan

Baca Juga

Presiden Jokowi Beli Sapi Limosin F1 Milik Warga Kota Bandung Rp65 Juta

KOTA BANDUNG, ruber -- Jelang Idul Adha 1440 Hijriah, peternak sapi Arayan, Asep Sopian girang tak kepalang. Pasalnya, sapi jenis Limosin F1 miliknya laku terjual...

Kena OTT, Dua Honorer Disdukcapil Ciamis Ditangkap Satgas Saber Pungli

CIAMIS, ruber -- Dua tenaga honorer Disdukcapil Kabupaten Ciamis terciduk Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Tindak Unit II Satgas Saber Pungli Jabar. Keduanya tertangkap diduga...

Sukses Wujudkan Wilayah Bebas Korupsi dan WBBM, Polres Sumedang Terima Penghargaan dari Kemenpan-RB

Sukses Wujudkan Wilayah Bebas Korupsi dan WBBM, Polres Sumedang Terima Penghargaan dari Kemenpan-RB SUMEDANG, ruber.id -- Polres Sumedang, Jawa Barat menerima apresiasi dan penganugerahan Zona...

Pembangunan PLTA Jatigede Capai 73.18%, Tahun 2020 Bakal Terangi Jawa-Bali

Pembangunan PLTA Jatigede Capai 73.18%, Tahun 2020 Bakal Terangi Jawa-Bali SUMEDANG, ruber.id -- Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Waduk Jatigede di Kecamatan Jatigede, Kabupaten...

KEBUMEN, ruber.id – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kebumen, Jawa Tengah mengecam tindakan represif personel Polres Pamekasan.

Diketahui, tindakan represif oknum anggota Polri ini terjadi saat aksi penolakan tambang yang dilakukan para Kader PMII di Pamekasan, Madura.

Tindakan represif ini tentunya membuat seluruh Kader PMII terusik, termasuk PMII Kebumen.

Ketua PC PMII Kebumen Imam Nur Hidayat menjelaskan, sebagai sesama kader pergerakan, rasa sakit yang dialami para kader PMII di Pamekasan Madura tentunya juga dirasakan oleh semua Keluarga Besar PMII Kebumen.

“Tindakan represif yang dilakukan personel Polres Pamekasan tersebut tidak dibenarkan,” jelas Imam, di Sekretariat PC PMII Kebumen.

Imam menegaskan, menyampaikan pendapat tentunya merupakan hak fundamental yang dijamin dan dilindungi oleh konstitusi.

Termasuk, aksi yang dilakukan para Aktivis PMII di Pamekasan, merupakan bentuk menyampaikan pendapat terkait penolakan tambang.

“Kami (PMII Kebumen) tentunya sangat mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh institusi Polri, terkhusus Polres Pamekasan,” jelas akademisi IAINU Kebumen ini.

Imam menyatakan, seharusnya, aparat kepolisian bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

Ini meliputi mengayomi dan memberikan rasa aman serta nyaman ketika warga menyampaikan pendapatnya di muka umum.

Akan tetapi, lanjut Imam, oknum polisi ini justru melakukan tindakan represif terhadap aksi PMII Pamekasan.

“Seharusnya aparat kepolisian dapat melakukan tugasnya sebagai pelindung masyarakat, bukan melakukan tindakan represif.”

“Dalam penanganan aksi massa, setidaknya ada 4 peraturan yang wajib dijadikan panduan polisi.”

“Antara lain Perkap Kepolisian Nomor 1/2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian.”

“Perkap Kepolisian Nomor 8/2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar HAM dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian.”

“Perkap Nomor 16/2006 tentang Pengendalian Massa, dan Perkap Nomor 7/2012 tentang Penyelenggaraan Pelayanan, Pengamanan dan Penanganan Perkara Penyampaian Pendapat di Muka Umum.”

“Atau jangan-jangan saat aksi itu, tidak memakai Perkap,” ujarnya.

Dari informasi dihimpun, dalam insiden tersebut setidaknya terdapat 3 kader PMII Pamekasan Madura yang harus dilarikan ke rumah sakit.

Ketiganya dikabarkan mengalami luka di bagian kepala saat melakukan aksi penolakan tambang atau galian C ilegal.

Imam berharap, Kapolri dapat mengusut tuntas tindakan represif yang dilakukan oknum personel Polres Pamekasan tersebut.

Hal ini, kata Imam, agar tidak mencederai Perkap Kepolisian dalam proses penyampaian pendapat dimuka umum.

“Kami meminta Pak Kapolri untuk mengusut tuntas kasus tersebut,” tegasnya.

Imam menambahkan, perlu diketahui aksi tolak tambang tersebut murni berangkat dari kegelisahan dan aspirasi masyarakat daerah pertambangan.

PMII Pamekasan menilai, Polres Pamekasan tidak tegas dalam melakukan penindakan terkait tambang ilegal di Pamekasan. (R022/Kebumen)

Baca berita lainnya: Main Ceki, 4 Warga Kebumen Ditangkap Polisi

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Alokasi Anggaran COVID-19 Masih Tak Jelas, Janji Walikota Tasikmalaya Dipertanyakan

TASIKMALAYA, ruber.id - Janji Walikota Tasikmalaya Budi Budiman untuk transparan terkait alokasi anggaran COVID-19 hingga kini tak jelas...

Konvoi 50 Bus ke Pangandaran, Cara IPOBA Bangkitkan Dunia Pariwisata

PANGANDARAN, ruber.id - Selasa (7/7/2020), puluhan bus pariwisata dari berbagai perusahaan otobus (PO) memasuki objek wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat.

Kasus Bayi yang Dikubur di Indekos di Purworejo Terungkap, Ini Penjelasannya

PURWOREJO, ruber.id - Kasus penemuan mayat bayi yang dikubur di halaman belakang indekos di Kelurahan Sindurjan, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada Mei...

Kronologi Truk Batu Bara Masuk Jurang di Ciherang Sumedang

SUMEDANG SELATAN, ruber.id - Truk batu bara bernomor polisi D 9057 BA masuk jurang dan nyaris menimpa rumah di Jalan Raya Cirebon-...

BPBD Jawa Barat Kunjungi Kantor SAR Bandung, Ini yang Dibahas

SUMEDANG, ruber.id - Sebagai sesama instansi pemerintahan, Basarnas dan BPBD memiliki irisan dalam menjalankan tugas dan fungsinya di wilayah kebencanaan.