oleh

Peparnas Papua, 2 Atlet Difabel Klaten Targetkan Emas untuk Jateng

KLATEN, ruber.id – Sejumlah atlet panahan difabel asal Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mulai melakukan latihan secara rutin dalam persiapan menghadapi Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI di Papua.

Selain itu, latihan juga dilakukan dalam menghadapi persiapan Asean Games di Vietnam tahun 2021, mendatang.

Latihan secara mandiri ini dilakukan di Desa Pomah, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten.

Asisten Pelatih Atlet Panahan Jawa Tengah Sri Mulyo mengatakan, ada dua atlet panahan asal Klaten yang akan maju dalam Peparnas dan Asean Games 2021.

Dua atlet panahan yaitu Dio Prastyawan dan Tutik Yuniarti.

Kedua atlet ini menargetkan emas pada Peparnas di Papua nanti.

“Harus optimistis. Jadi nanti di Peparnas, kami menargetkan dapat emas,” katanya kepada wartawan, Jumat (16/7/2020).

Sri menyebutkan, dengan adanya wabah virus corona saat ini, para atlet memilih untuk melakukan latihan secara mandiri di wilayah tempat tinggalnya masing-masing.

“Kalau biasanya itu kan berlatih di Solo. Tapi karena pandemi corona, jadi ada instruksi dari pimpinan untuk berlatih di wilayah tinggalnya masing-masing,” ujarnya.

Sri berharap, para atlet difabel Klaten ini dapat menjaga performanya dan terus meningkatkan teknik atau skill masing-masing.

Sehingga, kata dia, dalam menghadapi event besar nanti dapat berkompetisi dengan baik, dan dapat memberikan prestasi yang terbaik untuk Jawa Tengah.

“Ya, dalam menghadapi Peparnas dan Asean Games ini, kami melakukan latihan rutin membagun skill setiap atlet.”

“Sehingga nanti saat bertanding dapat memuaskan. Dan apa yang dicita cita dari awal dapat tercapai,” sebutnya.

Di Klaten sendiri, ada 9 orang atlet panahan difabel yang sempat meraih mendali emas dalam laga Peparnas di Riau 2012, dan Jawa Barat 2016.

“Sejak tahun 2012, kami sudah dapat mendulang emas,” jelasnya.

Dio Prastyawan atlet panahan difabel asal Klaten optimistis dalam laga Peparnas di Papua nanti dapat mendulang emas.

“Saya latihan dari pagi sampai siang. Latihan ini tiap hari Senin sampai Sabtu dan tiap harinya ada 300 anak panah yang kami lepaskan.”

“Biasanya, kalau tidak corona, latihan di Solo, karena kondisi seperti ini, jadi latihan secara mandiri mengikuti aturan dari pelatih,” ucapnya. (R008/Jolar)

Baca berita lainnya: Mulai Dibuka, Objek Wisata Air di Purworejo Masih Dibatasi

loading...