Friday, 3 Apr 2020

Pembunuh Sadis Siswi SMPN 6 Tasikmalaya Ayah Kandungnya Sendiri, Ini Alasannya

Baca Juga

Curi Mobil di Ciamis, Jarkasih dan Sunarto Diringkus Polres Sumedang

SUMEDANG, ruber -- Dua pelaku pencurian mobil diringkus jajaran Polres Sumedang di Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Jumat (26/7/2019) jam 01.30 WIB. Kedua pelaku, yaitu Sunarto,...

Siap-siap! Tahun Ini Pemerintah Buka 175 Ribu Formasi PPPK dan CPNS

  ruber – Tahun ini, pemerintah akan membuka total 175 ribu formasi pada perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II dan seleksi Calon...

KPU Minta Capres Saling Beri Apresiasi, Ini Alasannya!

JAKARTA, ruber – Dalam Debat Capres 2019, baik capres Joko Widodo (Jokowi) maupun capres Prabowo Subianto sama-sama mengakhiri debat capres tanpa penyampaian apresiasi. BACA JUGA: KPU...

Kasus Pembunuhan Sumilah di Cisagasari Terungkap, Pelaku Masih Warga Sekitar dan Ngaku Terdesak Kebutuhan Hidup

SUMEDANG, ruber -- Sat Reskrim Polres Sumedang akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan Sumilah, warga Dusun Cisagasari RT 04/01 Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara yang...

TASIKMALAYA, ruber.id – Pelaku pembunuhan keji terhadap Delis, 13, siswi SMPN 6 Tasikmalaya terungkap.

Ternyata, pelaku pembunuh Delis tak lain adalah ayah kandungnya sendiri, Budi Rahmat, 45.

Diketahui, Budi merupakan warga Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

Budi sudah bercerai dengan ibu Delis, yaitu Wati Fatmawati, 46.

Kapolres Polres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto mengungkapkan, pembunuh Delis tak lain adalah ayah kandungnya sendiri yaitu BR.

“Korban dibunuh tersangka di rumah kosong dekat tempat ayahnya bekerja,” katanya saat jumpa pers di Mapolres Tasikmalaya Kota, Kamis (27/2/2020) siang.

Alasan Budi hingga tega membunuh darah dagingnya sendiri karena kesal terhadap korban.

Sebelum tewas dibunuh, kata Anom, sepulang dari sekolah, menemui sang ayah di rumahnya di Tawang.

Kemudian, Delis menemui sang ayah di tempatnya bekerja di wilayah Tawang.

Tujuan korban menemui sang ayah, untuk meminta uang guna keperluan study tour yang sebelumnya Budi janjikan yaitu sebesar Rp400.000.

“Saat itu, BR sedang bekerja di rumah makan. Korban kemudian diminta sang ayah menunggunya sekitar jam 19.00 WIB di sebuah rumah kosong,” ungkapnya.

Setelah bertemu, kata Anom, terjadi perdebatan antara anak dan ayah ini.

Budi hanya mampu menyanggupi permintaan anaknya ini sebesar Rp300.000.

Kurang Rp100.000 dari apa yang diminta Delis untuk keperluan study tour.

“BR ngaku khilaf. Dia kemudian mencekik leher korban hingga tewas,” sebutnya.

Kemudian, kata Anom, BR kembali ke tempatnya kerjanya dan meninggalkan jenazah anaknya di rumah kosong tersebut.

Pada malam sekitar jam 22.30 WIB, BR kembali ke rumah kosong tersebut untuk mengikat korban.

“Korban diikat BR menggunakan kabel. Lalu dia bawa menuju gorong-gorong di depan sekolahnya. Saat itu sedang hujan lebat,” ucapnya.

Jenazah korban, kata Anom, dibenamkan ke dalam gorong-gorong berdiameter 40 sentimeter itu dengan cara paksa.

“Jasad korban dimasukkan ke dalam gorong-gorong itu secara paksa,” tuturnya.

Atas perbuatannya, lanjut Anom, pelaku dijerat Pasal 76 c UU Nomor 35/2014 tentang Perubahan UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukuman 15 tahun penjara. Tapi, karena tersangka adalah orangtua kandung korban, maka hukumannya ditambah sepertiga jadi 20 tahun,” ujarnya. (dimas)

Baca berita sebelumnya: Ibu Siswi SMPN 6 Tasikmalaya Minta Pelaku Pembunuh Anaknya Dihukum Mati

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Sejak Corona Merebak, Miliarder Terkaya di Dunia Ini Tambah Kaya Raya

INTERNASIONAL, ruber.id - Sejak virus corona merebak dan mengancam umat manusia, orang terkaya di dunia, Jeff Bezos makin tambah kaya.

Lagi, Dua Pasien Dalam Pengawasan Corona di Garut Meninggal Dunia

GARUT, ruber.id - Dua Pasien Dalam Pengawasan COVID-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat meninggal dunia, Kamis (2/4/2020). Pusat Informasi...

Hujan Deras Terjang Ciamis: Pohon Tumbang di Rumdin Wabup, Longsor dan Petir Menyambar Rumah Warga

CIAMIS, ruber.id - Hujan deras menerjang Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020) sore. Akibatnya, bencana alam terjadi di sejumlah titik wilayah di...

Total Positif Hasil Rapid Test Jadi 11 Orang, Warga Terdampak Corona di Sumedang Dapat Bantuan Sosial

SUMEDANG, ruber.id - Hasil rapid test sebelas warga Kabupaten Sumedang positif COVID-19, Kamis (2/4/2020) jam 16.00 WIB. Bupati Sumedang...

FMKKS Sumedang: Dana BOS Bisa Digunakan untuk Pencegahan Corona

SUMEDANG, ruber.id - Pandemi corona membuat berbagai kegiatan dan penyelenggaraan pendidikan yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak dapat dilaksanakan.