NEWS, ruber.id – Dalam rangka memperingati Hari Seni Sedunia, Daya Mahasiswa Sunda (Damas) Cabang Tasikmalaya menggelar forum diskusi bertajuk “Peran Musisi Tradisi dan Modern dalam Meningkatkan Ekonomi Kreatif Tasikmalaya”.
Kegiatan ini, berlangsung di Gedung Creative Center Tasikmalaya, pada Rabu (15/4/2026).
Acara dibuka dengan penampilan memikat dari siswa Sanggar Senter SMAN 5 Tasikmalaya yang membawakan Tari Sampurasun.
Tarian tersebut, menghadirkan nuansa budaya Sunda yang kental sekaligus menjadi simbol pembuka bagi lahirnya gagasan kreatif di kalangan peserta.
Mengangkat tema sinergi antara tradisi dan modernitas, forum ini bertujuan menggali dan memetakan potensi musisi lokal dalam mendukung perkembangan ekonomi kreatif daerah.
Hadir sebagai narasumber, seniman dan budayawan Iik Setiawan dan musisi Jawa Barat Ega Robot.
Dalam kesempatan ini, narasumber yang hadir berbagi pandangan mengenai pentingnya mengemas nilai tradisional ke dalam industri musik modern. Sehingga, memiliki daya saing dan nilai ekonomi yang tinggi.
Diskusi dipandu oleh Andri Candiaman, yang mengarahkan jalannya dialog secara interaktif.
Para peserta, mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana kolaborasi lintas genre dapat menjadi kekuatan dalam memperluas pasar industri kreatif.
Ketua pelaksana, Pepi M Subagja, mengatakan, kolaborasi menjadi faktor utama dalam mendorong kemajuan musisi lokal.
Pepi menilai, penampilan generasi muda seperti Sanggar Senter menjadi bukti nyata bahwa potensi seni di Tasikmalaya sangat besar jika terus didukung dan difasilitasi.
“Kami ingin musisi tradisi dan modern dapat berjalan beriringan, saling menguatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah,” ujarnya.
Selain diskusi, acara ini turut diramaikan oleh berbagai komunitas seni. Di antaranya Lingkung Seni Damas, Komunitas Kendangers Tasikmalaya.
Kemudia, Tungjer Jaipong Group, serta Komite Musik Tradisi Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya.
Antusiasme peserta, terlihat dari penuhnya ruangan hingga akhir kegiatan.
Melalui momentum Hari Seni Sedunia ini, Damas Tasikmalaya berharap, lahir ide-ide inovatif yang mampu memperkuat industri kreatif Tasikmalaya dengan tetap berakar pada kekayaan budaya Sunda. ***







