Selasa, 11 Agu 2020

Pemberlakuan Karantina Pemudik di Pangandaran Tak Pilih Kasih dan Pandang Bulu

Baca Juga

Awasi Pemudik dari Zona Merah, 93 Kades di Pangandaran Diminta Laporkan Data Perantau

PANGANDARAN, ruber.id - Derasnya arus mudik dari zona merah COVID-19 dikhawatirkan akan memperluas penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus Corona.

Bansos Dana Desa untuk Warga Terdampak Corona di Sumedang Sudah Disalurkan Rp16 Miliar

SUMEDANG, ruber.id - Bantuan sosial untuk warga terdampak corona dari Dana Desa (DD) di Kabupaten Sumedang sudah disalurkan. "Hingga...

Pemotor Tewas Usai Tertimpa Baliho Capres di Ciamis, Bawaslu: Pemasangan Harus Ikut Tanggungjawab

CIAMIS, ruber -- Bawaslu Ciamis menanggapi peristiwa yang menimpa seorang juru parkir, Sukarna (56), yang tewas paskamengalami kecelakaan tunggal akibat tertimpa baliho capres yang...

2020, Pangandaran Bakal Bangun Alun-alun Megah

2020, Pangandaran Bakal Bangun Alun-alun Megah PANGANDARAN, ruber.id -- Pembangunan fisik perkantoran berbagai dinas dilingkup Pemkab Pangandaran serta fasilitas penunjang lainnya akan berpusat di Desa...

PANGANDARAN, ruber.id – Gelang karet merah bertuliskan ‘isolasi mandiri’ menjadi tanda bagi para pemudik ke Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Perantau yang mudik ke Pangandaran ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) COVID-19.

Tak hanya ditetapkan sebagai ODP, pemudik pun diwajibkan menggunakan gelang tersebut selama 14 hari dalam menjalani isolasi khusus.

Isolasi khusus di gedung sekolah bagi pemudik mulai diberlakukan Kamis (30/4/2020) dini hari.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, isolasi khusus di gedung sekolah bagi pemudik merupakan kebijakan yang dikeluarkan Pemkab.

Hal itu salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona di Kabupaten Pangandaran.

“Hingga saat ini mungkin sudah ada sekitar 10.000 orang yang mudik ke Pangandaran.”

“Potensi mudik ke Pangandaran ini sangat besar,” katanya saat meninjau tempat isolasi khusus di SMPN 2 Padaherang, Kamis (30/4/2020) siang.

Penggunaan gelang karet terhadap pemudik, kata Jeje, merupakan bukti keseriusan Pemkab dalam penanganan pencegahan COVID-19.

Jeje menerangkan, Pemkab menyiapkan biaya makan bagi pemudik sebesar Rp20.000/hari selama masa isolasi.

“Kami berikan langsung subsidi itu ke keluarganya sebesar Rp280.000 untuk makan anggota keluarga yang dikarantina,” terangnya.

Jeje menegaskan, penerapan kebijakan karantina bagi pemudik di gedung sekolah ini tidak pilih kasih dan pandang bulu.

“Ini berlaku untuk semua orang (pemudik), tanpa kecuali. Wajib jalani karantina selama 14 hari.”

“Meskipun itu saudara saya, tetap harus ikuti aturan yang diberlakukan Pemkab,” tegasnya. (R001/smf)

BACA JUGA: Mulai Berlaku, Mudik ke Pangandaran Diisolasi di Gedung Sekolah

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Tips Memilih Gadget Terbaik Sesuai Kebutuhan, Simak!

GADGET, ruber.id - Saat ini perangkat elektronik dan teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Dengan begitu banyak gadget keren yang bermunculan...

Pasien Positif Corona di Sumedang Sembuh 2, Nambah 1 dari Cibugel

SUMEDANG, ruber.id - Pasien positif virus corona di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang masih dalam perawatan berkurang 1, Selasa (11/8/2020).

Forum Pemuda Pangandaran Segera Membedah Kebijakan Pembangunan Daerah

PANGANDARAN, ruber.id - Forum Pemuda Pangandaran akan menggelar diskusi mengenai kebijakan pembangunan daerah di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Segera Diputuskan, Sekolah Tatap Muka di Pangandaran Dimulai Jenjang SD dan SMP

PANGANDARAN, ruber.id - Pemkab Pangandaran, Jawa Barat belum dapat menentukan waktu dimulainya pembelajaran tatap muka di sekolah. Meski demikian, skema belajar siswa...

Hasil Europa League: Man Utd dan Inter Melaju ke Semi Final

SPORT, ruber.id - Manchester United dan Inter Milan melaju ke babak semi final Uefa Europa League (UEL) 2020. Pada...