19.4 C
Indonesia
Minggu, September 19, 2021
spot_img

Pemanfaatan Oli Bekas untuk Menjaga Lingkungan dan Menghemat Biaya

Bandung, Ruber.id –  Pemanfaatan oli bekas dengan komposisi 100% bisa digunakan untuk menjaga lingkungan dan juga hemat biaya.  PT Berau Coal  manfaatkan oli bekas ini sebagai pencampur bahan peledak untuk kegiatan peledakan, hal ini mampu memberikan efisiensi biaya. 

Selain itu, dampak lingkungan dalam bentuk efisiensi energi dan pengurangan emisi pun muncul saat memanfaatkan oli bekas, Rabu(26/5/2021).

Pemanfaatan Oli Bekas Oleh PT Berau Coal

Hal itu diketahui dari penelitian yang dilakukan oleh Saeful Aziz mahasiswa MBA ITB dengan pembimbing Taufik Faturohman, Ph.D. Penelitian berfokus pada analisis dampak biaya lingkungan pemanfaatan oli bekas di industri pertambangan batubara PT Berau Coal. 

Penggunaan oli bekas telah mengurangi intensitas konsumsi energi di PT Berau Coal. Selain itu, telah mengurangi intensitas emisi gas rumah kaca di PT Berau Coal.

BACA JUGA:  Ridwan Kamil Terima Kunjungan Kerja DPRD DKI Jakarta
BACA JUGA:  RUPST 2020, Bank bjb Bagikan Dividen Rp941 Miliar

PT Berau Coal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang energi untuk komoditas batubara, berkontribusi dalam penyediaan energi global. Salah satu upaya PT Berau Coal dalam menjaga kepatuhan lingkungan adalah dengan menerapkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan memanfaatkan oli bekas. 

Oli bekas dipakai sebagai pencampur bahan peledak pengganti bahan bakar minyak untuk kegiatan peledakan pada proses penambangan. Proyek ini memberikan banyak manfaat bagi perusahaan terutama dari segi finansial dan dampak lingkungan. 

Penelitian ini menganalisis hilangnya peluang yang terjadi pada proyek pemanfaatan oli bekas pada periode 2015- 2020. Serta memberikan skenario optimalisasi pada periode 2021-2025 untuk menciptakan dampak yang optimal pada efisiensi biaya dan dampak lingkungan. 

BACA JUGA:  Basarnas Bandung Kukuhkan Forum Koordinasi Potensi Pencarian Pertolongan Daerah Jawa Barat

Ruang lingkup dan metodologi penelitian secara aspek finansial melalui pendekatan konsep capital budgeting dan aspek lingkungan. Hal ini dilakukan melalui pendekatan konsep Proper dan carbon pricing hingga memonetisasi manfaat pengurangan emisi karbon. 

BACA JUGA:  Update Corona di Kota Banjar: Satu Pasien Positif Sembuh, Total Jadi 6 Orang Sembuh

Dari hasil pengolahan data, realisasi proyek pemanfaatan oli bekas pada periode tahun 2015-2020. PT Berau Coal telah kehilangan peluang mendapatkan efisiensi biaya senilai Rp 4,855.46 juta.

Pe Berau juga kehilangan peluang untuk dapat menurunkan total konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca sebesar 79,299.21 GJ dan 981.19 ton CO2eq.  Skenario optimalisasi proyek yang memungkinkan untuk dilakukan pada periode tahun 2021-2025: 

Pemanfaatan oli ini memiliki porsi interval 50-100%, memberikan dampak peningkatan nilai proyek +176%. Mengurangi intensitas konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca sebesar 0.19% dan 0.02% atau setara Rp 398.43 Juta. 

BACA JUGA:  Ridwan Kamil Ajak HDCI Promosikan Wisata Indonesia

Pemanfaatan oli bekas porsi 100%, memberikan dampak peningkatan nilai proyek +244%, penurunan intensitas konsumsi energi dan gas rumah kaca sebesar 0.41% and 0.04% or Rp 579.36 juta. (CW-005 Putra)

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles