24.4 C
Indonesia
Minggu, September 19, 2021
spot_img

Pedagang Positif COVID-19, Pasar Ampel Boyolali Ditutup 3 Hari

BOYOLALI, ruber.id – Salah satu pasar tradisonal di Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah terpaksa harus ditutup sementara selama 3 hari.

Penutupan pasar ini dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Boyolali karena beberapa hari yang lalu, ada salah seorang pedagang dinyatakan positif corona.

Ketua GTPP COVID-19 Boyolali Masruri menjelaskan, penutupan pasar dilakukan mulai Rabu (15/7/2020) hingga Jumat (17/7/2020).

Selain itu, seluruh kawasan pasar juga akan disemprot dengan cairan disinfektan.

Penutupan Pasar Ampel ini, kata dia, bersifat sementara dan bertujuan untuk melindungi para pedagang dari penyembaran wabah virus corona.

“Selama penutupan, pasar akan disemprot dengan disinfektan. Penyemprotan dilakukan selama 3 hari.”

BACA JUGA:  Pasien asal Wado dan Pamulihan Meninggal Akibat COVID-19, Warga Sumedang Terinfeksi Virus Corona Nyaris 1000 Orang

“Yang penting, pedagang selama 3 hari itu tidak ke pasar dulu,” katanya, Rabu siang.

BACA JUGA:  Siap-siap! Warga Sumedang Tak Pakai Masker Bakal Didenda

Masruri menilai, disiplin para pedagang di Pasar Ampel sudah cukup bagus dan mau mematuhi protokol kesehatan.

Hal ini terbukti, kata dia, terbukti sejak hari pertama ditutup hari ini, para pedagang tidak pergi ke pasar.

“Saya melihat mereka mematuhi, pokoknya selama ada penutupan ini dilakukan penyemprotan dulu. Jadi, para pedagang nantinya tidak tertular COVID-19,” jelasnya.
 
Sebelumnya, kata dia, seorang pedagang yang terkonfirmasi positif corona pada Sabtu (11/7/2020), merupakan pasien dengan register 072.

Pasien berinisial RN ini berasal dari desa Sametan, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali.

BACA JUGA:  Siap-siap! Warga Sumedang Tak Pakai Masker Bakal Didenda

Sementara itu, Camat Ampel Dwi Sundarto menyebutkan, penutupan pasar ini untuk mengetahui seberapa kepatuhan para pedagang dalam menghadapi pandemi virus corona.

BACA JUGA:  Konfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Tasik 48 Kasus, Tetap Sehat dengan Olahraga Teratur

Camat berharap, para pedagang selalu mematuhi protokol kesehatan, setelah dilakukan penutupan pasar selama 3 hari.

“Setelah penutupan nanti, kami akan pantau terus, kalau ada pedagang yang nekat tidak memakai masker, akan didata dan tentunya ada peringatan oleh petugas pasar,” jelasnya. (R008/Jolar)

Baca berita lainnya: Gunung Merapi Batuk, Gubernur Ganjar: Tetap Bekerja Tapi Harus Waspada

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles