Pedagang Positif COVID-19, Pasar Ampel Boyolali Ditutup 3 Hari

Snapshot
PASAR Ampel ditutup 3 hari setelah 1 pedangan positif COVID-19, Rabu (15/7/2020). jolar/ruber.id

BOYOLALI, ruber.id – Salah satu pasar tradisonal di Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah terpaksa harus ditutup sementara selama 3 hari.

Penutupan pasar ini dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Boyolali karena beberapa hari yang lalu, ada salah seorang pedagang dinyatakan positif corona.

Ketua GTPP COVID-19 Boyolali Masruri menjelaskan, penutupan pasar dilakukan mulai Rabu (15/7/2020) hingga Jumat (17/7/2020).

Selain itu, seluruh kawasan pasar juga akan disemprot dengan cairan disinfektan.

Penutupan Pasar Ampel ini, kata dia, bersifat sementara dan bertujuan untuk melindungi para pedagang dari penyembaran wabah virus corona.

“Selama penutupan, pasar akan disemprot dengan disinfektan. Penyemprotan dilakukan selama 3 hari.”

“Yang penting, pedagang selama 3 hari itu tidak ke pasar dulu,” katanya, Rabu siang.

Baca juga:  Virus Corona Mewabah, Mahasiswa asal Klaten Tertahan di Wuhan China

Masruri menilai, disiplin para pedagang di Pasar Ampel sudah cukup bagus dan mau mematuhi protokol kesehatan.

Hal ini terbukti, kata dia, terbukti sejak hari pertama ditutup hari ini, para pedagang tidak pergi ke pasar.

“Saya melihat mereka mematuhi, pokoknya selama ada penutupan ini dilakukan penyemprotan dulu. Jadi, para pedagang nantinya tidak tertular COVID-19,” jelasnya.
 
Sebelumnya, kata dia, seorang pedagang yang terkonfirmasi positif corona pada Sabtu (11/7/2020), merupakan pasien dengan register 072.

Pasien berinisial RN ini berasal dari desa Sametan, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali.

Sementara itu, Camat Ampel Dwi Sundarto menyebutkan, penutupan pasar ini untuk mengetahui seberapa kepatuhan para pedagang dalam menghadapi pandemi virus corona.

Baca juga:  Tambah 3, Konfirmasi COVID-19 di Pangandaran Jadi 63 Kasus

Camat berharap, para pedagang selalu mematuhi protokol kesehatan, setelah dilakukan penutupan pasar selama 3 hari.

“Setelah penutupan nanti, kami akan pantau terus, kalau ada pedagang yang nekat tidak memakai masker, akan didata dan tentunya ada peringatan oleh petugas pasar,” jelasnya. (R008/Jolar)

Baca berita lainnya: Gunung Merapi Batuk, Gubernur Ganjar: Tetap Bekerja Tapi Harus Waspada