Insiden di Pasar Wisata Pangandaran, Putri Harus Jalani Operasi Bedah Mulut

insiden pasar wisata pangandaran
BUPATI Jeje Wiradinata di RSUD Pandega, membesuk para korban insiden di Pasar Wisata Pangandaran. Putri Yasmin harus menjalani operasi bedah mulut. doc humas/ruber.id

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Putri Yasmin, 5, korban pembacokan Karim, 52, penjahit yang mengamuk di Pasar Wisata Pangandaran, Jawa Barat dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung.

Direktur RSUD Pandega Pangandaran Asep Kemal Pasha mengatakan, pihaknya terpaksa merujuk pasien Putri lantaran harus menjalani operasi bedah mulut, bahkan operasi plastik.

Luka yang dialami anak itu cukup mengerikan. Bagian mulutnya robek hingga ke bagian rahang. Lukanya seperti tercabik-cabik.

“Kalau melihat lukanya seperti bukan sekali tebas, tapi berkali-kali. Dicacag istilah orang Sunda bilang,” kata Asep, Kamis (1/4/2021).

Asep menyebutkan, rahang bocah 5 tahun itu putus. Giginya copot, tapi terlepas dengan penyangganya, karena rahangnya patah. Tak hanya itu, lengan Putri pun mengalami luka tebas dan nyaris putus.

“Kami sedang berusaha memberikan pengobatan. Pasien dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung. Mohon doanya mudah-mudahan bisa cepat sembuh,” sebutnya.

Baca juga:  Kebijakan Kesehatan Gratis di Pangandaran Bakal Dibedah Dalam Dialog Publik

Detik-Detik Aksi Pembacokan di Blok A Pasar Wisata Pangandaran

Sementara, korban lainnya yang menderita luka bacok 7 jahitan di kepala, Bintang alias Dacu, 16, mengatakan, saat beraksi pelaku tak berbicara apa pun.

“Tidak ngomong apa-apa, membacok seenaknya aja. Awalnya dia nyerang ibu-ibu yang sedang duduk di warung depan kiosnya,” kata Bintang.

Di situ, kata Bintang, yang kena bacokan Bu Nunung yang sedang makan baso. Kemudian pelaku masuk ke rental PlayStation, di sana Ryan yang dibacok.

“Saat itu saya masih bingung, ini apa yang terjadi. Ternyata saya juga disamperin, terus ngebacok. Saya langsung lari nyelamatkan diri. Kepala saya bocor penuh darah,” ucapnya.

Sambil menahan sakit, Bintang melihat si pelaku masuk ke rumah Dewi yang berada di samping rumah pelaku. Tak lama, terdengar teriakan minta tolong.

Baca juga:  Update Corona Pangandaran: 5 Orang Kontak Erat Dites Swab, 1 Pemudik Reaktif Rapid Test

“Ternyata dia membacok Putri yang sedang tiduran. Kasian anak itu dibacok berkali-kali,” terangnya.

Dewi yang tak lain ibu kandung Putri saat itu sedang mencuci piring. Dia langsung berusaha menyelamatkan anaknya. Namun yang terjadi, ibu dan anak itu malah menjadi korban bulan-bulanan si pelaku.

“Bu Dewi itu berusaha menghalangi dengan memeluk Putri. Makanya punggung dia penuh luka sabetan golok,” ujarnya.

Setelah menyiksa ibu dan anak itu, warga sudah berdatangan, kemudian pelaku balik ke rumahnya. Lalu naik ke atap dan membakar rumahnya sendiri.

Akibatnya, sebanyak 4 kios/rumah di Blok A Pasar Wisata Pangandaran hangus terbakar.

Sebelumnya, Kapolres Ciamis AKBP Hendria Lesmana melaporkan, kelima warga itu adalah Dewi Yasmin, 36, dan Putri Yasmin, 5. Keduanya adalah ibu dan anak yang merupakan tetangga pelaku.

Baca juga:  Update Corona Pangandaran: Pasien Positif COVID-19 di RSUD Pandega, Prosedur Isolasi Khusus Segera Dievaluasi

Korban ketiga adalah Nurohmah alias Nunung, 36, yang juga merupakan tetangga pelaku. Korban Nurohmah adalah pemilik warung sekaligus rental playstation.

Korban keempat dan kelima yaitu Bintang alias Dacu, 16, dan Ryan Destiansyah, 21, warga Pangandaran Timur yang tengah bermain playstation di tempat Nurohmah.

Kelima korban mengalami luka bacok yang cukup serius. Misalnya luka yang dialami oleh Putri. Bocah perempuan itu mengalami luka robek horizontal di mulutnya. (R002)

BACA JUGA: Kronologi dan Penjelasan Soal Insiden di Pasar Wisata Pangandaran