Thursday, 2 Apr 2020

Menurut Ahli Bahasa, Ocehan Ridwan Saidi soal Galuh Bisa Dipidanakan

Baca Juga

Kreasi Warga Pangandaran, Limbah Batok Disulap Jadi Barang Berharga

Kreasi Warga Pangandaran, Limbah Batok Disulap Jadi Barang Berharga PANGANDARAN, ruber.id -- Limbah batok kelapa yang biasanya digunakan bahan bakar oleh masyarakat di Kabupaten Pangandaran,...

Korban Tenggelam di Sungai Karawang Ditemukan dalam Kondisi Tewas

KARAWANG, ruber -- Setelah terus melakukan pencarian, tim SAR akhirnya menemukan Aep, remaja yang dilaporkan tenggelam di Sungai Citarum, Karawang dalam kondisi meninggal dunia. BACA...

KPU Kota Banjar Dinilai Pasif Sosialisasikan Pemilu 2019

BANJAR, ruber - Kinerja KPU Kota Banjar dikritik karena dinilai kurang efektif melakukan sosialisasi pelaksanaan Pemilu 2019 yang mencakup pemilihan legislatif dan presiden. Padahal pesta...

Warga Sumedang Jadi Korban Tiang Listrik Tumbang di Garut, Timpa 2 Pelajar Juga

Warga Sumedang Jadi Korban Tiang Listrik Tumbang di Garut, Timpa 2 Pelajar Juga GARUT, ruber.id -- Mumun, 46, warga asal Dusun Babakan Limus RT 02/11,...

CIAMIS, ruber.id – Ocehan tokoh Betawi Ridwan Saidi seputar Galuh yang viral dan mengusik warga Ciamis, Jawa Barat bisa dipidanakan.

Sebelumnya, saat budayawan Ciamis menggelar aksi unjuk rasa, Bupati CiamisnH Herdiat Sunarya menyatakan akan melaporkan Ridwan Saidi ke pihak berwajib.

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan ahli bahasa.

Di mana, menurut keterangan dari ahli bahasa itu, ocehan Ridwan Saidi terkait Galuh ini sudah memenuhi unsur pidana.

“Jadi unsurnya masuk, kata ahli bahasa,” ungkapnya di Mapolres Ciamis, Senin (18/2/2020).

Akan tetapi, kata kata Bismo, pihaknya belum menerima laporan terkait hal ini dari pihak manapun.

Selain belum mendapatkan laporan resmi, kata Bismo, saat ini juga belum ada elemen tertentu di Ciamis yang berkonsultasi terkait hal ini.

Bismo menyatakan, baru sebatas mengetahui bahwa Forkopimda Ciamis sudah melakukan pertemuan dengan bupati Ciamis menyikapi permasalahan Ridwan Saidi ini.

Bupati Ciamis, kata Bismo, sudah mengambil langkah terbaik dalam menyikapi permasalahan ini.

“Kami mengetahui bahwa Forkopimda sudah komunikasi dengan bupati. Jadi untuk saat ini, kami tunggu perkembangannya,” sebutnya.

Bismo menjelaskan, dalam kasus ini hendaknya mengedepankan proses tabayun (Mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar).

Di mana, kata Bismo, melalui tabayun ini, bisa mencari solusi penyelesaian terbaik.

Bismo mengimbau, kepada semua pihak tetap menjaga situasi tetap kondusif.

Bismo juga mengajak warga menunjukkan keluhuran budi atau budaya Galuh yang baik.

“Bahkan kita tahu sebelumnya, disampaikan bapak bupati untuk menjaga ketenangan dan selalu kondusif,” ujarnya. (R012/Akrim)

Baca berita lainnya: Polres Ciamis Ungkap Kasus Curanmor hingga Penyalahgunaan Obat, Pelaku Didominasi Warga Pangandaran

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Lagi, Dua Pasien Dalam Pengawasan Corona di Garut Meninggal Dunia

GARUT, ruber.id - Dua Pasien Dalam Pengawasan COVID-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat meninggal dunia, Kamis (2/4/2020). Pusat Informasi...

Hujan Deras Terjang Ciamis: Pohon Tumbang di Rumdin Wabup, Longsor dan Petir Menyambar Rumah Warga

CIAMIS, ruber.id - Hujan deras menerjang Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020) sore. Akibatnya, bencana alam terjadi di sejumlah titik wilayah di...

Total Positif Hasil Rapid Test Jadi 11 Orang, Warga Terdampak Corona di Sumedang Dapat Bantuan Sosial

SUMEDANG, ruber.id - Hasil rapid test sebelas warga Kabupaten Sumedang positif COVID-19, Kamis (2/4/2020) jam 16.00 WIB. Bupati Sumedang...

FMKKS Sumedang: Dana BOS Bisa Digunakan untuk Pencegahan Corona

SUMEDANG, ruber.id - Pandemi corona membuat berbagai kegiatan dan penyelenggaraan pendidikan yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak dapat dilaksanakan.

Awasi Pemudik dari Zona Merah, 93 Kades di Pangandaran Diminta Laporkan Data Perantau

PANGANDARAN, ruber.id - Derasnya arus mudik dari zona merah COVID-19 dikhawatirkan akan memperluas penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus Corona.