21.4 C
Indonesia
Kamis, September 23, 2021
spot_img

Masih Misterius, Situs Batu Ngampar di Ciamis Butuh Sentuhan Arkeolog

CIAMIS, ruber.id Asal usul Situs Batu Ngampar di wilayah Pasir Goong, Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis masih misterius.

Diduga kuat, hamparan batu tersebut merupakan sisa peninggalan sejarah tatar galuh Ciamis.

Tersusun dengan formasi unik, banyak pihak memperkirakan batu itu erat kaitannya dengan Kerajaan Kawasen, sekitar awal abad ke-17.

Batu pipih yang terhampar di kebun belakang Balai Pertanian Banjarsari tersebut kini kian banyak didatangi warga yang merasa penasaran.

Batu itu, ditemukan warga yang sedang menggali tanah untuk pondasi rumah, tahun 2016 silam.

Batu-batu itu memiliki ketebalan sekitar 15-20 sentimeter. Ketika ditemukan, hamparan batu berada pada kedalaman 50-100 sentimeter.

BACA JUGA:  Tiga Rumah di Panumbangan Ciamis Ludes Terbakar, Ini Penyebabnya

Kepala Desa Cibadak Olis Nurholis menuturkan, saat ditemukan, warga menganggapnya sebagai batu biasa.

BACA JUGA:  Awas! Kampanye di Tempat Ibadah Bisa Dipenjara 2 Tahun

Namun, setelah dicermati, terdapat hal unik. Posisi batu itu memiliki formasi tertentu.

Maka, warga dilarang mengubah posisi batu yang diyakini memiliki nilai sejarah.

“Jika dilihat dari bentuk dan formasinya, rasanya tak mungkin batu tersebut dibuat pada masa sekarang.”

“Ini peninggalan sejarah. Sepertinya, dulu itu susunan batu terletak di permukaan, tetapi lambat laun tertimbun tanah,” ungkap Olis, Senin (11/2/ 2019).

Belakangan, beredar cerita dari mulut ke mulut yang menyebutkan bahwa keberadaan batu berhubungan dengan Kadalemen Kawasen.

Wilayah kerajaan tersebut meliputi Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran (saat ini) hingga Bojong Malang, Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis.

“Saya rasa, harus ada penelitian lebih lanjut oleh ahli purbakala, arkeolog. Paling tidak, hasil penelitian ilmiah itu mampu mengungkap sejarah keberadaan Batu Ngampar. Ini kan potensi wisata yang bisa dikembangkan,” katanya.

BACA JUGA:  Selangkah Lagi, Eks Bintang Persipura Gabung PSGC Ciamis
BACA JUGA:  Banjir Bandang Rendam Ratusan Rumah di Pamarican Ciamis

Lebih lanjut, Olis menuturkan, keberadaan Batu Ngampar berkenaan dengan penamaan Pasir Goong, yang merupakan lokasi penemuan batu.

Alasannya, berdasar cerita yang kini berkembang, pasir yang dimaksud adalah bukit kecil, dan goong merupakan instrumen musik tradisional.

“Tempat tersebut dipercaya sebagai lokasi untuk menyimpan gamelan. Sebagai tempat penyimpanan, tak mengherankan jika formasi batu ditata menyerupai lantai, mungkin supaya lebih indah.”

“Tetapi, itu hanya sebatas cerita yang beredar dari mulut ke mulut saja,” kata Olis. red

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles