Thursday, 2 Apr 2020

Lawan Kong Ridwan Saidi, Status #GaluhPernahdanAkanTetapAda Viral

Baca Juga

Papirus Dorong KPU Sumedang Laksanakan Pemilu 2019 Secara Jujur dan Adil

SUMEDANG, ruber -- Lembaga Pemuda Penjaga Demokrasi dan Penghitungan Suara Hasil Pemilu (Papirus) dorong KPU Sumedang laksanakan pemilu yang jujur dan adil, Senin (15/4/2019). BACA...

Seolah Disirep, Neni Tak Sadar Ratusan Tabung Gas Miliknya Digondol Maling

GARUT, ruber -- Enung, 36, merasakan keanehan pada Senin (14/1/2019) malam lalu, dia merasa disirep sehingga merasa takut dan ingin cepat tidur.  Dan benar saja,...

KPK Periksa Seorang Saksi Terkait Kasus Suap Tersangka Walikota Tasikmalaya

TASIK KOTA, ruber -- Terkait kasus suap yang dilakukan oleh tersangka Walikota Tasikmalaya, KPK periksa seorang saksi. BACA JUGA: Tersangka Korupsi Walikota Tasikmalaya Laporkan Harta...

Jelang Pemilu 2019, Romy Bakar Semangat Kader PPP di Sumedang

SUMEDANG, ruber -- Ketua Umum DPP PPP M Romahurmuzy mengajak seluruh kader PPP untuk memenangkan Pemilu 2019. Romy (sapaan akrabnya) juga menyampaikan dalam orasi politiknya,...

CIAMIS, ruber.id – Sebagai wujud perlawanan terhadap pernyataan kontroversial Ridwan Saidi, warga Ciamis, Jawa Barat ramai-ramai pasang status #GaluhPernah&AkanTetapAda.

Hastag yang terpasang di status WhatsApp warga Ciamis ini sudah mulai terpasang sejak Sabtu (15/2/2020) kemarin.

Bahkan, hastag Ciamis yang biasanya sepi di status media sosial Twitter, sejak kemarin malah terlihat status #GaluhPernahdanAkanTetapAda, tersebut.

Selain itu, hastag ini juga tersebar di media sosial Facebook.

Warga Ciamis, Rian, 30, mengaku pernyataan Kong Ridwan Saidi ini sangat melukai warga Tatar Galuh.

“Saya ikut pasang status itu sebagai bentuk kepedulian, sebagai warga Galuh. Karena kami meyakini, Kerajaan Galuh itu ada dan akan tetap ada,” ucapnya kepada ruber.id, Minggu (16/2/2020).

Adanya Kerajaan Galuh, kata Rian, bisa dibuktikan dengan banyaknya peninggalan-peninggalan sejarah yang tersimpan di museum dan di tempat-tempat lainnya.

“Makanya, saya sangat percaya sekali dengan adanya Kerajaan Galuh,” sebutnya.

Warga lainnya, Indra, 36, menyebutkan, terpasangnya status tersebut secara serentak adalah bentuk kepedulian warga terhadap Galuh.

“Galuh diartikan sebagai brutal, kami yang peduli merasa tersakiti dengan ucapan Ridwan Saidi itu,” tegasnya.

Tuti, 40, menambahkan, meski ia hanya seoramg ibu rumah tangga, namun ikut tersinggung dengan pernyataan Ridwan Saidi.

“Saya marah. Kami berharap pemerintah melaporkan Ridwan Saidi ini kepada pihak kepolisian,” harapnya. (R012/Akrim)

Baca berita sebelumnya: Ridwan Saidi: Bukti Ada Kerajaan di Ciamis Harus Ada Tambang Emas, Batu Rompe itu Pariangan

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Lagi, Dua Pasien Dalam Pengawasan Corona di Garut Meninggal Dunia

GARUT, ruber.id - Dua Pasien Dalam Pengawasan COVID-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat meninggal dunia, Kamis (2/4/2020). Pusat Informasi...

Hujan Deras Terjang Ciamis: Pohon Tumbang di Rumdin Wabup, Longsor dan Petir Menyambar Rumah Warga

CIAMIS, ruber.id - Hujan deras menerjang Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020) sore. Akibatnya, bencana alam terjadi di sejumlah titik wilayah di...

Total Positif Hasil Rapid Test Jadi 11 Orang, Warga Terdampak Corona di Sumedang Dapat Bantuan Sosial

SUMEDANG, ruber.id - Hasil rapid test sebelas warga Kabupaten Sumedang positif COVID-19, Kamis (2/4/2020) jam 16.00 WIB. Bupati Sumedang...

FMKKS Sumedang: Dana BOS Bisa Digunakan untuk Pencegahan Corona

SUMEDANG, ruber.id - Pandemi corona membuat berbagai kegiatan dan penyelenggaraan pendidikan yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak dapat dilaksanakan.

Awasi Pemudik dari Zona Merah, 93 Kades di Pangandaran Diminta Laporkan Data Perantau

PANGANDARAN, ruber.id - Derasnya arus mudik dari zona merah COVID-19 dikhawatirkan akan memperluas penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus Corona.