Sabtu, 15 Agu 2020

Kunjungi Ponpes di Ciamis, Menteri Susi Ajak Santri Gemar Makan Ikan

Baca Juga

Rumah Warga Miskin di Ciamis Nyaris Amruk, DKM Masjid Berharap Pemerintah Membantu

CIAMIS, ruber.id - Rumah panggung milik Warso, 40, di Dusun Cianda RT 03/06, Desa Sukahaji, Kecamatan Cihaurbeuti, Ciamis, Jawa Barat nyaris amruk.

Dilepas MU, Inter Ikat Alexis Sanchez hingga 2023

SPORT, ruber.id - Manchester United (MU) resmi melepas Alexis Sanchez dengan status bebas transfer. Hal ini menjadi berkah bagi Inter Milan.

Hujan Deras, Rumah di Pangandaran Tersambar Petir

PANGANDARAN, ruber.id -- Sabtu (15/2/2020) sore, sebagian wilayah di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, diguyur hujan disertai petir. Di Dusun...

Dukung Program Pemkab Pangandaran, PT Pecu Berikan Bantuan Wastafel Portable

PANGANDARAN, ruber.id - PT Pacific Eastern Coconut Utama (Pecu) menyerahkan wastafel portable dalam rangka mendukung Pemkab Pangandaran, Jawa Barat dalam upaya pencegahan...

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Ciamis, Senin (8/4/2019). dang/ruang berita

CIAMIS, ruber — Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Cijantung dan Darussalam Ciamis, Senin (8/4/2019).

Susi mengajak para santri untuk gemar makan ikan (Gemarikan).

Pada kesempatan ini, Menteri Susi juga memberikan bantuan 1 ton ikan konsumsi dan 100.000 benih ikan, serta bioflok untuk memelihara ikan.

Sudah 500 pesantren yang telah diberi bantuan tersebut.

Menteri Susi mengatakan 1 dari 3 anak Indonesia dari tahun ke tahun ada yang kuntet atau bertubuh kecil, karena kurang makan protein.

Untuk itu, kata dia, sangat perlu makan ikan supaya menambah protein.

“Kalau bisa pesantren, setiap hari menunya ada ikan. Kemarin sudah mencici ikan laut? Dikasih satu ton. Nanti dicari lagi ikannya dikirim lagi,” ujar Susi.

Tahun 2014, Indonesia konsumsi ikan 36 Kg/kapita. Itu pun di timur yang di atas 40-50 Kg/kapita.

Tapi di Jawa Tengah dan Jawa Timur itu konsumsinya di bawah 10 kilogram.

“Pada gak suka ikan di Jateng dan Jatim. Orang Jawa Barat tidak terlalu parah, konsumsi ikannya masih di atas rata-rata nasional.”

“Mengingat di Jabar ini banyak kolam-kolam ikan, pelihara sendiri, dari nila, gurame dan lainnya,” ungkap Susi.

Susi mengaku beberapa tahun terakhir selalu kampanye di Jawa Tengah dan Jawa Timur agar masyarakat gemar makan ikan.

“Supaya tidak ada lagi satu dari tiga anak yang kuntet di Indonesia. Ke depan harus jadi 1 dari 10 anak, kalau bisa tidak ada sama sekali.”

“Karena ikan itu banyak protein dan omega yang penting untuk otak. Kalau IQ-nya tinggi tentu mereka bisa jadi apa saja, dan tidak akan sia-sia,” tegasnya.

Susi berharap kepada pesantren untuk terus membudidaya ikan. Supaya kebutuhan protein dan omega untuk para santri terpenuhi. dang

loading…


Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Hari Ini Ada 12 Warga Sumedang Positif Corona: 7 Tenaga Medis, 2 Situraja, Tomo, Ujungjaya, Rancakalong

SUMEDANG, ruber.id - Hari ini, Sabtu (15/8/2020), Kabupaten Sumedang, Jawa Barat kembali mencatatkan kasus baru pasien positif virus corona.

BPPSDMP Sebut Hasil Bumi di Pangandaran Tak Kalah Dengan Daerah Lain

PANGANDARAN, ruber.id - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI Dedi Nursyamsi menyebut hasil bumi...

Sekolah Tatap Muka di Pangandaran Dimulai Awal September

PANGANDARAN, ruber.id - Pemkab Pangandaran, Jawa Barat berencana memulai kembali pembelajaran tatap muka di sekolah pada awal September 2020.

Dukung Program Bantuan Subsidi Upah Pemerintah, BPJAMSOSTEK Kumpulkan Rekening Peserta

JAKARTA, ruber.id - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan memberikan subsidi kepada pekerja swasta yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK.

Ujang Endin Indrawan Sebut Pelaku UMKM dan IKM di Pangandaran Pejuang Perekonomian

PANGANDARAN, ruber.id - Bakal calon wakil bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan sebut pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan IKM (Industri...