Sabtu, 15 Agu 2020

Kopi Robusta Pangandaran Jadi Bahan Dasar Espresso, Barista Nabila: Rasanya Strong

Baca Juga

Dua Korban Tenggelam di Pantai Dadap Indramayu Ditemukan

INDRAMAYU, ruber.id - Dua korban yang hilang terseret arus di Pantai Dadap, Indramayu, Jawa Barat ditemukan meninggal dunia, Sabtu (31/5/2020) malam.

402 Calhaj Sumedang Didoakan Jadi Haji Mabrur

SUMEDANG, ruber -- Sebanyak 402 calon jamaah haji asal Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dilepas haru keluarga, Rabu (10/7/2019) sore. Pihak keluarga yang mengantar ayah, ibu,...

Perahu Nelayan Terbalik di Pantai Jayanti Cianjur, Satu Selamat, 1 Hilang Terseret Ombak

CIANJUR, ruber.id - Kapal nelayan Putra Tunggal terhempas ombak hingga terbalik di perairan Pantai Jayanti, Cidaun, Cianjur, Jawa Barat.

Terungkap Data Pemilih Anomali di Pangandaran Pada Pemilu 2019

PANGANDARAN, ruber -- Penyelenggara Pemilu di Kabupaten Pangandaran, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), bakal diminta keterangan oleh Mahkamah Konstitusi (MK)...

PANGANDARAN, ruber.id – Kopi robusta asal Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat memiliki keunggulan tersendiri.

Selain dapat disajikan dengan cara penyeduhan vietnam drip, kopi yang ditanam di dataran rendah di bawah 900 Mdpl ini juga dijadikan bahan dasar penyajian kopi espresso.

Salah seorang barista di Kabupaten Pangandaran Nabila Agung Putri, 22, mengatakan, kopi robusta yang disajikan dengan penyeduhan espresso menghasilkan rasa tebal body dan acidity.

“Selain itu, rasanya juga strong, berbeda dengan penyajian vietnam drip yang rasanya halus,” katanya di salah satu kedai kopi di Kecamatan Parigi, Rabu (3/6/2020).

Perbandingan secara umumnya, kata Nabila, bahan dasar espresso terdiri dari kopi arabika 30% dan kopi robusta 70%.

Petani Pangandaran, rata-rata menanam kopi di dataran rendah di bawah 900 Mdpl, cocok untuk jenis
robusta lantaran tahan akan suhu.

“Penikmat kopi bisa merasakan keistimewaan penyajian espresso, karena dapat meningkatkan stamina badan,” ujarnya.

Terlebih, kandungan kafein yang tinggi dari sajian kopi espresso dapat meningkatkan detak jantung yang memacu peredaran darah lebih cepat.

Kemudian, penyajian kopi espresso juga bisa dijadikan bahan dasar kapucino dan kopi late.

“Harga jual kopi penyeduhan espresso di Pangandaran rata-rata satu single espresso Rp15.000, sedangkan penyajian vietnam drip Rp13.000,” sebutnya. (R001/smf)

BACA JUGA: Jemur Kopi Dengan Cara Green House, Gugi: Rasanya Tak Bau Apek

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Kasus Positif Covid-19 di Sumedang Terus Melonjak, Total Akumulasi 67 Orang

SUMEDANG, ruber.id - Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat terus melonjak. Sabtu (15/8/2020), ada tambahan 12 orang.

Hari Ini Ada 12 Warga Sumedang Positif Corona: 7 Tenaga Medis, 2 Situraja, Tomo, Ujungjaya, Rancakalong

SUMEDANG, ruber.id - Hari ini, Sabtu (15/8/2020), Kabupaten Sumedang, Jawa Barat kembali mencatatkan kasus baru pasien positif virus corona.

BPPSDMP Sebut Hasil Bumi di Pangandaran Tak Kalah Dengan Daerah Lain

PANGANDARAN, ruber.id - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI Dedi Nursyamsi menyebut hasil bumi...

Sekolah Tatap Muka di Pangandaran Dimulai Awal September

PANGANDARAN, ruber.id - Pemkab Pangandaran, Jawa Barat berencana memulai kembali pembelajaran tatap muka di sekolah pada awal September 2020.

Dukung Program Bantuan Subsidi Upah Pemerintah, BPJAMSOSTEK Kumpulkan Rekening Peserta

JAKARTA, ruber.id - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan memberikan subsidi kepada pekerja swasta yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK.